May 13, 2020

Tak Hanya Paru, TBC Juga Bisa Menyerang Bagian Tubuh Ini!

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang mudah menular lewat udara dan sering kali menginfeksi paru-paru. Faktanya, TBC juga dapat mengenai organ tubuh lain misalnya tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung.

Tulang Belakang
TBC tulang belakang terjadi akibat menyebarnya bakteri tuberkulosis dari paru-paru ke tulang belakang hingga ke keping/sendi yang ada di antara tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan matinya jaringan sendi dan memicu kerusakan pada tulang belakang. 

Selain gejala umum tuberkulosis, TBC tulang belakang juga memiliki gejala-gejala tambahan, seperti:
Demam.
Berkeringat di malam hari.
Kehilangan berat badan.
Anoreksia (gangguan makan) yang memicu penurunan berat badan.
Sakit punggung yang terlokalisir.
Tulang belakang yang melengkung keluar menyebabkan punggung menjadi bungkuk (kifosis).
Pembengkakan pada tulang punggung.
Muncul benjolan pada pangkal paha yang menyerupai hernia.

Kulit
TBC kulit menginfeksi langsung permukaan kulit melalui beberapa cara seperti penjalaran langsung ke permukaan kulit dari organ di bawah kulit yang telah terinfeksi TBC sebelumnya, infeksi secara langsung pada permukaan kulit, atau melalui peredaran darah dan limfogen.

TBC kulit terdiri atas dua jenis, yaitu primer (tuberkulosis chancre) dan sekunder (tuberkulosis kutis miliaris, kutis veruskosa, kutisorofisialis, kutis gumosa, scrofuloderma, dan lupus vulgaris). Namun, yang paling sering ditemukan yaitu scrofuloderma.

Otak
Organ lain yang bisa terinfeksi Myctobacterium tubercolosis adalah otak. Kondisi ini memicu terjadinya meningitis tuberkulosis. Bakteri dari paru-paru akan melakukan perjalanan ke meningen, yaitu selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis tuberkulosis dapat terjadi sebagai satu-satunya gejala infeksi TBC atau bersamaan dengan infeksi paru atau TBC non paru lainnya.

Penderita TBC otak kerap merasakan sakit kepala dan kekakuan leher. Tingkat kesadaran penderita juga dapat ikut mengalami gangguan. Selain itu, penderita juga akan mengalami gangguan saraf yang berujung pada komplikasi, seperti:
Kejang.
Bicara meracau.
Disorientasi.
Gangguan penglihatan.
Tangan dan/atau kaki sulit digerakkan.
Mulut mencong.
Tremor.

Kelenjar getah bening
Kelenjar getah bening merupakan organ kedua yang paling sering kena tuberkulosis, setelah paru-paru. Beberapa gejalanya antara lain:
Muncul benjolan di leher bagian depan. Walaupun jarang dilaporkan, benjolan akibat TBC kelenjar getah bening juga bisa muncul di selangkangan atau ketiak.
Benjolan tersebut pada awalnya kecil dan tidak terasa sakit, namun lama-lama akan membesar.

Jantung
TBC jantung dapat terjadi pada sekitar 1-2% pasien. Myctobacterium tubercolosis menyerang pericardium, myocardium, atau bahkan katup jantung. Komplikasi TBC pada jantung, jika tidak ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan kematian.

Hindari penyakit tuberkulosis dengan menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Bila mendapati diri atau anggota keluarga mengidap TBC, segera periksa ke dokter spesialis paru untuk melakukan tes agar dapat terdiagnosis secara dini. Hal ini membantu tenaga medis untuk mengobati Anda dengan hasil yang lebih efektif. 

 

dr. Samuel, Sp. P, FPCP
Dokter Spesialis Paru
Siloam Hospitals Lippo Village

Related News