April 12, 2019

Kenali Radang Panggul, Penyakit yang Menyerang Organ Reproduksi



Penyakit radang panggul atau disebut juga dengan Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah suatu infeksi yang menyerang organ reproduksi wanita dimana serviks (leher rahim), uterus (rahim), tuba falopi (saluran indung telur), dan ovarium (indung telur) terjangkit infeksi. 

Umumnya, penyakit radang panggul disebabkan oleh komplikasi berbagai infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore. Klamidia dan gonore merupakan salah satu jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pada leher rahim. Bakteri ini juga menyebar dari vagina hingga reproduksi bagian atas dan cenderung lebih cepat menyebar saat menstruasi. 

Beberapa faktor utama terjadinya penyakit radang panggul adalah sebagai berikut:
 
1. Penggunaan Alat Kontrasepsi Rahim 
Sebagian wanita memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi di dalam rahimnya, nyatanya alat tersebut bisa meningkatkan risiko wanita mengidap radang panggul. 

2. Aktif Secara Seksual 
Kebanyakan wanita yang sudah aktif secara seksual rentan terjangkit penyakit radang panggul, terlebih bila mereka melakukannya terlalu berlebihan. Namun tidak untuk mereka yang telah memasang kontrasepsi intrauterine dan operasi. 

3. Memiliki Riwayat Radang Panggul 
Wanita yang sebelumnya terjangkit penyakit radang panggul memiliki risiko untuk terjangkit kembali. Sekitar 20-25% penyakit ini akan menyerang kembali. Agar tak terjangkit lagi, antibodi memiliki fungsi dan peranan penting dalam pengobatan penyakit ini. 

Lalu, apa saja gejala yang timbul bila tubuh terserang penyakit radang panggul? Sebenarnya, organ reproduksi yang terjangkit infeksi radang panggul tidak selalu menimbulkan gejala. Hal inilah menjadikan penyakit radang panggul sulit untuk dideteksi. 

Namun, ada beberapa gejala umum yang bisa dirasakan seperti nyeri pada perut bagian bawah, nyeri ketika buang air kecil, nyeri pada daerah panggul hingga nyeri saat berhubungan seksual. Selain itu, keputihan yang berwarna kuning atau hijau juga patut Anda waspadai karena bisa jadi pertanda bila organ reproduksi Anda terinfeksi. 

Untuk mencegah penyakit ini menyerang Anda, sebaiknya Anda melakukan pap smear untuk mengetahui gejala awal terjadinya infeksi di leher rahim. Anda juga disarankan untuk membatasi penggunaan sabun kewanitaan agar pertumbuhan bakteri di area kewanitaan tidak terganggu. Namun, bila Anda sudah merasakan gejala-gejala yang timbul, segera periksa dan konsultasikan dengan dokter atau kunjungi Siloam Hospitals terdekat.


Related News