June 21, 2019

Waspada! Ini yang Dapat Terjadi Bila Batuk Berkepanjangan



Batuk merupakan suatu gejala umum yang terjadi karena adanya respon alami tubuh sebagai sistem pertahanan untuk mengeluarkan zat dan partikel dari saluran pernafasan, seperti cairan, lendir, debu serta mencegah benda asing masuk ke saluran pernafasan. 

Biasanya, batuk terjadi antara 5 hingga 7 hari. Namun, Anda patut waspada jika mengalami batuk berkepanjangan, yakni lebih dari 2-3 minggu yang disertai dengan demam, sesak, bahkan turunnya berat badan. Biasanya, kondisi tersebut disebabkan oleh infeksi kuman bakteri, virus, maupun jamur atau disebut dengan batuk infeksi.

Lalu, siapa saja yang rentan terserang batuk infeksi? Secara umum, batuk infeksi rentan menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Alasannya, anak di usia tersebut sedang berada masa perkembangan, baik dalam perkembangan fisik maupun kondisi sistem imun sehingga daya tahan tubuhnya belum kuat layaknya orang dewasa. 

Umumnya, sebagian besar batuk pada anak disebabkan oleh virus (hampir 90%), dimana penyebabnya ialah virus yang bersifat self limiting disease. Maksudnya, virus tersebut akan hilang dari tubuh dengan sendirinya dan penyakit pun akan sembuh dengan sendirinya. 

Sebagai orang tua, Anda tidak perlu panik saat anak terserang batuk, apalagi langsung memberikan antibiotik sesegera mungkin agar virus cepat mereda. Anda dapat meringankan gejalanya dengan cara memberi minum air putih sesering mungkin dan bila diperlukan dapat memberikan orang-obatan untuk mengencerkan dahak ataupun obat pelega nafas (obat simptomatik). 

Menurut dr. Henie Widowati, Sp.P dari Siloam Hospitals TB Simatupang, karena pemicu batuk infeksi adalah bakteri, virus, dan jamur, maka sebaiknya kita selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Sangat disarankan untuk tidak berdekatan langsung dengan orang-orang yang sedang batuk karena sulit membedakan antara batuk infeksi dan non-infeksi. Namun, jika terpaksa berdekatan dengan penderita batuk, gunakan masker agar tidak tertular ataupun menyarankan penderita batuk untuk menggunakan masker. Jangan lupa juga untuk selalu makan teratur disertai dengan cukup gizi, cukup istirahat, dan juga konsumsi suplemen vitamin supaya sistem imun tubuh meningkat. 

Bagaimana dengan pengobatannya? Untuk mengobatinya, Anda tidak bisa sembarangan menggunakan obat batuk, karena batuk infeksi diobati berdasarkan penyebabnya. Misalnya, batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri memerlukan antibiotik untuk eradikasi kuman selain obat simptomatik seperti obat pengencer dahak dan penurun panas, sedangkan batuk yang disebabkan oleh jamur maka akan diberikan obat anti jamur. Obat-obatan tersebut tentunya harus diberikan di bawah pengawasan dokter. 

Jangan anggap sepele batuk yang terjadi terus-menerus. Jika mengalami tanda dan gejala seperti yang dijelaskan di atas, segera periksakan diri #KeSiloamAja untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.


Related News