July 16, 2019

Punya Hipertensi? Waspada Serangan Jantung!



hipertensi dan jantungHipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi klinis dimana tekanan darah sistolik mencapai ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg yang diukur pada saat istirahat. Hipertensi disebut juga sebagai "silent killer" karena penyakit ini tidak menimbulkan keluhan ataupun gejala yang nyata pada penderitanya, umumnya terdiagnosa melalui skrining atau saat memeriksakan diri terkait penyakit lain. Namun, pada sebagian orang keluhan-keluhan seperti sakit kepala, pusing, telinga berdenging, gangguan penglihatan, nyeri di daerah dada, serta sulit bernapas bahkan seperti ingin pingsan, bisa jadi merupakan tanda-tanda dari hipertensi.

Mungkin Anda selama ini hanya mengenal hipertensi secara umum saja, namun nyatanya terdapat beberapa tingkat dari kondisi ini atau biasa disebut sebagai kategori hipertensi. Oleh karena itu, pengukuran tekanan darah penting dilakukan untuk menentukan sudah sampai tahap mana hipertensi yang dialami. Pemeriksaan darah sendiri yang diukur adalah tekanan sistolik dan diastolik, dimana tekanan darah Anda dikatakan normal jika sistoliknya kurang ≤ 120 mmHg dan diastoliknya ≤ 80 mmHg atau biasa ditulis dengan 120/80 mmHg. 

Kategori Hipertensi 
Secara umum, hipertensi dapat dikategorikan menjadi 4 bagian, yakni: 
Hipertensi stage 3: ≥ 180/110 mmHg
Hipertensi stage 2: 160 - 179/100 - 109 mmHg
Hipertensi stage 1: 140 - 159/90 - 99 mmHg
Hipertensi sistolik: ≥ 140/< 90 mmHg

Faktor Risiko Hipertensi 
Risiko terkena hipertensi bisa dialami oleh seseorang yang memiliki kolesterol tinggi, penyakit ginjal, obesitas, asam urat tinggi, dan diabetes melitus. Namun ada juga faktor risiko lain yang dipengaruhi oleh gaya hidup, antara lain seperti: 

• Stres
Kondisi ini tentunya membuat Anda tertekan sehingga menyebabkan tekanan darah ikut meningkat. 
• Terlalu banyak konsumsi garam 
Garam memiliki sifat menahan cairan di dalam tubuh. Jadi, bila terlalu banyak cairan yang tertahan bisa menambah beban kinerja jantung dan pembuluh darah sehingga tekanan darah pun meningkat.
• Kekurangan vitamin D
Ginjal memproduksi enzim yang sangat berpengaruh pada tekanan darah. Kekurangan vitamin D bisa mempengaruhi kerja dari enzim tersebut sehingga membuat tekanan darah meningkat. 
• Tidak aktif secara fisik 
Seseorang yang rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga memiliki detak jantung yang lebih rendah atau lebih tenang daripada yang tidak aktif secara fisik. Semakin tinggi detak jantung, maka semakin berat kerja jantung dan semakin kuat pula tekanan pada dinding arteri. 

Benarkah Hipertesi Menyebabkan Masalah Jantung? 
Hipertensi memang dinyatakan sebagai salah satu faktor penyebab dari penyakit jantung koroner. Hal ini dikarenakan tekanan darah tinggi bisa membuat otot-otot jantung mengalami penebalan dan kekakuan sehingga membuat jantung kesulitan untuk memompa darah, yang pada akhirnya bisa mengalami kegagalan fungsi karena menopang beban yang terlalu berat untuk memompa darah. Hipertensi juga bisa menyebabkan arteri yang mengelilingi jantung mengeras, yang pada akhirnya dapat memicu timbulnya serangan jantung. 

Apa Saja Tanda Serangan Jantung?
Serangan jantung merupakan kondisi serius yang tidak bisa Anda sepelekan karena bisa mengancam nyawa, sehingga sangat penting untuk mengetahui tanda apa saja yang mengindikasikan kondisi tersebut. Beberapa diantaranya adalah:

• Sesak napas. 
• Rasa mual. 
• Nyeri atau seperti ada tekanan pada dada atau lengan atas. 
• Berkeringat meskipun tidak melakukan banyak kegiatan. 

Ada beberapa cara pencegahan hipertensi yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari serangan jantung, seperti diet seimbang dan rendah garam, berolahraga secara teratur, tidak merokok dan konsumsi alkohol, serta menurunkan berat badan jika obesitas. Jika dibutuhkan, dapat pula menggunakan obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah dengan anjuran dokter. 

Mari kontrol tekanan darah sejak dini dengan gaya hidup sehat dan cek tekanan darah secara berkala untuk menghindari komplikasi hipertensi terhadap penyakit jantung. Jika curiga Anda atau orang terdekat mengalami hipertensi, segera temui dan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan bantuan medis yang tepat. Untuk melakukan perjanjian dengan dokter di Siloam Hospitals, Anda bisa menghubungi Call Center Siloam Hospitals 1-500-181.

dr. Jeffrey Wirianta, Sp.JP
Dokter spesialis jantung & pembuluh darah
RS Jantung Diagram


Related News