Hubungan Investor

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Bagi Siloam Hospitals, pelaksanaan praktik Tanggung Jawab Sosial (CSR) lebih dari sekedar pemenuhan kewajiban terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai penyedia pelayanan kesehatan, kami memiliki komitmen moral untuk menyingsingkan lengan dan membantu sesama, di mana hal ini tidak selalu dilakukan melalui pelayanan medis, akan tetapi juga melalui berbagai program CSR yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk karyawan, masyarakat, pasien beserta keluarga dan penjenguk, pemasok serta lingkungan sekitar. Setiap rumah sakit Siloam memiliki skema CSR masing-masing, namun tetap berpedomankan pada skema yang telah ditentukan oleh grup, dengan satu tujuan utama yaitu menyelaraskan kesejahteraan masyarakat dengan lingkungan bisnis.

 

MANAJEMEN LINGKUNGAN

Siloam Hospitals berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan berpedoman pada dokumen lingkungan (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). Pengelolaan dan kualitas lingkungan dilakukan pada setiap area yang berpotensi terkena dampak untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pada tahun 2017, tidak terdapat pengaduan lingkungan.
Pengawasan dan evaluasi pengelolaan limbah padat, cair dan efluen dilakukan melalui pemantauan berkala dengan melibatkan Konsultan dan laboratorium lingkungan independen terakreditasi KAN yang hasilnya dilaporkan secara rutin kepada manajemen dan instansi terkait.
Pemantauan kualitas limbah cair atau air limbah di fasilitas pengolahan limbah cair maupun badan air penerima memenuhi Baku Mutu sehingga tidak ada laporan maupun pengaduan dari masyarakat terkait pencemaran kualitas air lingkungan sekitar.
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) telah bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai pengangkut ( transporter ) dan pengolah yang memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Siloam Hospitals melakukan upaya pemakaian, pengendalian dan pengawasan air secara periodik dengan pendekatan konservasi dan efisiensi. Hal ini dilakukan untuk mengatasi dampak negative akibat penggunaan air.
Siloam Hospitals berkomitmen untuk mereduksi emisi zat perusak ozon ( Ozone Depleting Substances /ODS), seperti zat refrigeran yang mengandung CFC dan penggunaan halon untuk alat pemadam api ringan (APAR). Untuk mengurangi emisi CFC tersebut, Siloam Hospitals sebagian besar mengganti penggunaan freon pada fasilitas pendingin udara dengan jenis R32, R410 dan R407 yang lebih ramah lingkungan serta menggunakan APAR dengan media clean agent .

PENGEMBANGAN SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN

Pelayanan perawatan kesehatan terjalin dengan kesejahteraan masyarakat, baik itu dengan pasien, staf rumah sakit, pengunjung atau masyarakat sekitar. Kegiatan CSR yang dilakukan oleh Siloam Hopsitals termasuk penyediaan pelayanan kesehatan gratis bagi  masyarakat sekitar termasuk operasi bibir sumbing, operasi katarak dan khitanan masal. Pada tahun 2017, kami menyelenggarakan kegiatan operasi bibir sumbing sebanyak 3 kali dengan peserta sebanyak 103 orang, operasi katarak 1 kali dengan peserta sebanyak 20 orang, dan khitanan masal dengan peserta sebanyak 25 orang. Selain itu, kami mengadakan 40 kegiatan lain di mana sebanyak lebih dari 3.000 peserta dari masyarakat sekitar diberikan konsultasi dan perawatan kesehatan gratis. Kami juga menyelenggarakan 11 acara donor darah dengan 767 peserta.
Selain itu, Perusahaan bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Harapan Papua untuk pengelolaan 2 buah klinik yang terletak di daerah terpencil di provinsi tersebut. Klinik pertama terletak di Mamit (Kabupaten Kembu, Kabupaten Tolikara) dan telah beroperasi sejak 2014, sedangkan klinik kedua terletak di Daboto (Kabupaten Intan Jaya) dan telah beroperasi sejak Agustus 2016. Sekitar 1,5 juta orang tinggal di wilayah pengunungan Papua yang sebagian besarnya belum tersentuh pembangunan nasional sehingga tidak memiliki akses ke pendidikan atau perawatan kesehatan yang layak. Dengan dibukanya 2 klinik tersebut, maka kini telah terdapat akses bagi mereka ke perawatan kesehatan yang layak dan berkualitas dari sebelumnya tidak ada sama sekali. Sebanyak 11 perawat dan 1 dokter, masing-masing klinik tersebut memberikan pelayanan kesehatan kepada 10 hingga 40 orang pasien setiap harinya, termasuk pasien rujukan yang rata-rata mencapai 1 hingga 10 orang. Kondisi yang sering kali ditangani adalah infeksi kulit, influenza, diare, malaria, malnutrisi, pneumonia dan tuberkulosis, masalah otot dan trauma. Mengingat masih banyak area di Papua yang belum tersentuh seperti ini, kami akan membuka lebih banyak klinik di berbagai kabupaten. Adapun 3 klinik baru yang telah dijadwalkan buka pada 2018 masing-masing terletak di Nalca, Korupun (Kabupaten Yahukimo) dan Danowage (Kabupaten Boven Digoel).
Sebagai penyedia pelayanan kesehatan, kami juga memiliki kewajiban moral untuk mendidik masyarakat dan para dokter mengenai masalah-masalah kesehatan. Di sepanjang tahun 2017, kami menyelenggarakan 333 seminar umum, dimana para pesertanya dapat mempelajari cara-cara hidup sehat dan mendapatkan pengetahuan tentang berbagai penyakit yang mesti diwaspadai. Selain itu, kami menyelenggarakan 92 seminar bagi para dokter sebagai forum diskusi untuk perkembangan pelayanan kesehatan terbaru.