Hubungan Investor

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

 

Tanggung Jawab Sosial Kami

Sebagai pemimpin layanan kesehatan, Siloam Hospitals berkomitmen untuk menawarkan dukungan dan bantuan kepada orang lain melalui fasilitas medis kami serta program CSR kami yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan kami, termasuk di dalamnya adalah karyawan, komunitas lokal, pasien dan keluarga mereka tamu, serta pemasok, untuk menjaga lingkungan. Setiap rumah sakit Siloam menjalankan program CSR-nya sendiri yang didasarkan pada visi dan misi Siloam, yang semuanya dirancang untuk memastikan lingkungan bisnis kami berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

 

Kami menganggap serius tanggung jawab CSR kami, dan memandangnya lebih dari sekadar kewajiban untuk mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.

 

  1. Manajemen Lingkungan

    Siloam Hospitals menyadari akan meningkatnya tanggung jawab konservasi lingkungan dan terus menerus menekankan persyaratan penting dari lingkungan “hijau”, aksesibilitas air bersih, dan pengurangan debu dan kebisingan, baik di dalam maupun di sekitar gedung rumah sakit kami. Kami bekerja sama dengan organisasi yang bertanggung jawab untuk memastikan semua persyaratan Pemerintah internasional dan Indonesia dipenuhi.

    Kami mendasarkan skema perlindungan lingkungan kami pada AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan UKL-IPL (Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan). Kami menerapkan standar ini untuk semua area yang rentan untuk meminimalkan dampak negatif yang nyata.

     

    Pengelolaan Limbah

    Limbah padat yang dihasilkan perusahaan terdiri dari limbah rumah tangga dan limbah infeksius

    (jarum suntik, sisa-sisa medis, obat-obatan). Untuk pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3), perusahaan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, dimulai dari pengangkutan limbah sampai ke penghancuran. Selama ini vendor menggunakan incinerator untuk menghancurkan limbah B3. Namun, Perseroan mulai mengganti sistem pembakaran dengan sistem yang lebih ramah lingkungan, yakni autoclave. Autoclave merupakan alat penghancur limbah B3 yang lebih ramah lingkungan. Adapun cara kerja mesin tersebut adalah mensterilkan limbah B3 yang akan dicacah menjadi limbah padat steril berpotongan kecil yang

    bisa dibuang sebagai limbah rumah tangga yang tidak berbahaya. Hal ini tentu dapat mengurangi risiko kontaminasi dari limbah B3 yang dihasilkan perusahaan. Saat ini, penggunaan autoclave sudah melewati tahap uji coba dan masih menunggu lisensi dari pemerintah untuk penggunaan operasionalnya. Hingga saat ini, sudah ada 4 rumah sakit yang sedang dalam waiting list.

    Untuk limbah cair, perusahaan sudah menggunakan sistem daur ulang, yakni penggunaan ulang air untuk menyiram tanaman. Perusahaan juga melakukan sosialisasi kepada divisi pengolahan limbah tentang pengolahan limbah cair. Pada tahun 2018, perusahaan bersama dengan Menteri

    Kesehatan dan Lingkungan Hidup mengadakan penyuluhan mengenai pembuangan limbah B3 yang bersifat elektronik. Dalam sosialisasi tersebut, pemerintah menyarankan perusahaan untuk

    membuat suatu website tentang pengolahan limbah yang bertujuan untuk mengawasi jalannya proses pembuangan limbah yang dimulai dari limbah yang dihasilkan, pengangkutan limbah, pengolahan limbah, hingga ke bukti pembayaran dari pihak ketiga.

    Perusahaan telah beralih ke APAR yang lebih ramah lingkungan untuk mereduksi emisi zat perusak ozon (Ozone Depleting Substances/ODS). Terlebih lagi, perusahaan memulai pergantian freon R22 ke freon produksi lokal yang lebih ramah lingkungan. Hasil pergantian freon ini diperkirakan akan menghemat penggunaan listrik sebesar 25% dan juga mengurangi dampak CO2 dalam hal ini. Perusahaan juga mulai beralih menggunakan tenaga panas matahari dan gas alam untuk sistem pemanasan air. Perusahaan Bersama dengan Turnkey Group juga melakukan proyek untuk mengurangi emisi CO2, terutama yang diperoleh dari penghematan energi di sistem pendinginan gedung.

     

  2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

     

    Komitmen terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam implementasinya mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Peraturan Menteri Kesehatan No. 66 Tahun 2016 Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit. Telah dibentuk Komite K3 disetiap rumah sakit, yang menjabat sebagai Ketua K3 sudah memiliki kompetensi di bidang K3 (tersertifikasi Ahli K3RS dan/atau AK3U) yang diresmikan oleh Direktur Rumah Sakit. Pada tahun 2018, Siloam Hospitals Lippo Village mendapatkan penghargaan perusahaan dengan zero accident serta Siloam Hospitals Makassar mendapatkan penghargaan perusahaan dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

    Siloam Hospitals Kebun Jeruk, Siloam Hospitals TB dan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi telah menyediakan team dan peralatan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di lingkungan rumah sakit. Menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan media clean agent di area yang dilalui pasien dan karyawan. Selain efektif memadamkan api, hal ini juga mempertimbangan keselamatan dan kesehatan karyawan yang mengunakan APAR, serta ramah lingkungan. Perusahan juga rutin melakukan pelatihan penggunaan APAR pada seluruh karyawan setiap tahun dan mensimulasikan bencana yang mungkin terjadi di rumah sakit.

    Perseroan berkomitmen untuk menurunkan angka kecelakaan kerja terutama yang disebabkan oleh jarum baik pada karyawan rumah sakit dan karyawan outsource yang bekerja sama dengan perusahaan. Pada saat terjadi situasi gawat darurat atau bencana, akan ada instruksi untuk evakuasi, dan disediakan peralatan untuk membantu proses evakuasi pasien yang terdiri dari skisheet dan babevac untuk evakuasi pasien bayi. Untuk mempermudah komunikasi dalam keadaan darurat, diberlakukan 13 emergency code di area rumah sakit yang hanya dipahami oleh karyawan rumah sakit.

    Untuk meningkatkan pemahaman karyawan mengenai implementasi K3 di Perusahaan, setiap karyawan diberikan Program Orientasi Umum (POU) yang rutin dilakukan setiap tahun.

     

  3. Pengembangan Sosial dan Komunitas

    Layanan perawatan kesehatan sangatlah terintegrasi dengan kesejahteraan masyarakat, baik pasien, staf rumah sakit, pengunjung atau masyarakat sekitar. Pada tahun 2018, Siloam melakukan kegiatan CSR untuk masyarakat sekitar termasuk layanan medis gratis, meliputi operasi bibir sumbing, katarak dan sunat (khitan).

    Sebagai program berkelanjutan pada tahun 2018 dalam mendukung kebijakan kesehatan pemerintah, Siloam Hospitals, yang dipimpin oleh Rumah Sakit Siloam Sentani, Siloam Hospitals meneruskan kemitraan di Papua dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Posyandu) di Siloam Daboto dan Siloam Danowage bersama dengan Pusat Kesehatan Mamit dan Yayasan Pendidikan Harapan Papua dalam mengembangkan infrastruktur kesehatan di daerah terpencil di Papua. Hal-hal yang baik dimulai dengan awal yang sederhana dan fokus Perusahaan adalah pada promosi kesehatan, tindakan pencegahan dan pengobatan kuratif akan dilengkapi dengan pendekatan rehabilitasi yang didukung oleh akses ke laboratorium Siloam.

    Bekerja sama dengan Universitas Maranatha Bandung, Klinik Margi Martin dan Klinik Rafael, Siloam Hospitals membantu membawa pengetahuan dan bantuan medis ke berbagai desa. Fokus juga beralih ke diagnosis dan pengobatan penyakit serius seperti malaria dan TBC. Layanan lain yang ditawarkan termasuk perawatan prakelahiran, perawatan dan kesehatan masyarakat seperti mencuci tangan dan informasi, imunisasi, pemberian vitamin A, perawatan parasit dan pemeriksaan kesehatan.

    Sebagai penyedia layanan kesehatan terkemuka, kami juga berkewajiban untuk mendidik masyarakat dan dokter di dalam jaringan rumah sakit. Pada tahun 2018, kami telah mengadakan seminar publik, di mana peserta dapat belajar bagaimana menjalani hidup sehat dan mendapatkan pengetahuan tentang penyakit tertentu. Seminar untuk dokter juga dilakukan, di mana para dokter diberi kesempatan untuk membahas perkembangan perawatan kesehatan terbaru.

    Sayangnya, pada tahun 2018 Indonesia mengalami berbagai bencana alam termasuk gempa bumi dan tsunami. Di tengah-tengah situasi seperti ini, sangatlah penting bagi perusahaan seperti kami untuk dapat turut serta membantu korban-korban dalam kejadian yang sangat tidak diharapkan tersebut. Ketika bencana terjadi di Lombok, Palu dan Banten, kami dengan sigap mengirim obat-obatan, perawat, dokter, dan peralatan medis untuk membantu mereka yang terkena dampak bencana.

4. Tata Kelola Klinis dan Standar Mutu

Dalam rangka menjamin kualitas mutu layanan yang diberikan, Siloam Hospitals menetapkan tata kelola klinis dan standar mutu dalam beberapa aspek.

Manajemen risiko

Mengurangi risiko pada pasien adalah landasan kami dan merupakan tanggung jawab kami. Kami mencapai ini melalui:

  • Menerapkan dan memantau sistem untuk melaporkan risiko dan insiden;
  • Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian yang tidak diharapkan;
  • Belajar dari pengalaman atas kejadian yang tidak diharapkan (studi kasus);
  • Mengambil langkah-langkah untuk mencegah terulang kembalinya kejadian yang tidak diharapkan;
  • Mengembangkan suatu sistem untuk mengurangi risiko;
  • Mengadakan pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.

 

Indikator Kelompok Luas

Ini adalah serangkaian indikator yang akan dipantau setiap bulan. Indikator-indikator ini menunjukkan akuntabilitas unit setiap rumah sakit untuk keselamatan pasien. Indikator Kelompok Luas kami telah dibandingkan dengan persyaratan nasional dan berstandar internasional.

 

Audit Klinis

Audit Klinis adalah metode para profesional kesehatan menjaga kualitas perawatan yang mereka berikan. Hal ini memungkinkan mereka untuk membandingkan kinerja mereka dengan standar kualitas yang baku untuk menilai kemajuan mereka dan mengidentifikasi hal-hal apa saja yang mungkin perlu ditingkatkan. Perbaikan kemudian dapat dilaksanakan, dilanjuti oleh audit lebih dalam untuk mengevaluasi hasil kinerja. Siloam Hospitals sebagai pemimpin praktik Layanan kesehatan terbaik dan berkualitas telah mematuhi standar internasional dan nasional tersebut.

 

Keunggulan Klinis

Penilaian Eksternal dan Penghargaan

Setiap unit Siloam Hospitals harus memenuhi Persyaratan Akreditasi Rumah Sakit Nasional. Bahkan empat rumah sakit kami telah mendapatkan Akreditasi Internasional. Kami juga mempekerjakan konsultan dari luar untuk melakukan pemantauan yang independent dan melakukan penilaian terhadap praktik klinis, dan menjalankan kolaborasi berkelanjutan yang bermanfaat dengan para konsultan Senior JCI. Konsultan JCI memberikan pelatihan kepada tim manajemen senior, melakukan audit klinis, dan mengadakan diskusi rutin dengan para profesional kesehatan kami.

 

Esensi Staf Profesional Kesehatan

Semua ahli kesehatan pada Siloam Hospitals harus sepenuhnya memenuhi syarat dan mematuhi standar medis tertinggi. Untuk mencapai hal ini, kami berkomitmen untuk menilai dan memverifikasi semua ahli kesehatan yang mempunyai sertifikasi pada saat perekrutan, dan diuji ulang setiap 3 tahun. Verifikasi Sumber Utama dilaksakan untuk memeriksa dokumendokumen kualifikasi tiap individu. Penerimaan pasien tidak dapat dilaksanakan tanpa penegakan proses ini secara menyeluruh.

 

Pendidikan dan Pelatihan Klinis

Pendidikan dan pelatihan klinis dilaksanakan secara berkesinambungan. Staf klinis perlu terus mengasah dan memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka supaya tetap sejalan dengan kemajuan teknologi medis, meningkatkan kesadaran protokol klinis mereka secara menyeluruh, dan dapat memberikan solusi inovatif untuk masalah klinis. Salah satu kebijakan Perseroan adalah kewajiban bagi semua staf medis untuk mengikuti 40 jam pelatihan setiap tahunnya dan 20 jam per tahun bagi staf non-medis. Program pelatihan medis yang harus di ikuti secara rutin adalah sebagai berikut:

  1. Program Pelatihan Perawatan Medis Darurat (EMT) bersertifikat, untuk memperkuat protokol tanggap darurat dan meningkatkan kesadaran, rasa urgensi, dan kepercayaan diri dari paramedis, dokter, dan perawat. Pelatihan ini didasarkan pada model pelatihan paramedis Amerika dan dikembangkan bersama-sama dengan para Spesialis Anestesi dan Trauma dari Rumah Sakit John Hopkins.
  2. Program pelatihan Resident Medical Officer (RMO) yang komprehensif untuk karyawan baru untuk membantu mereka memberikan perawatan medis utama dalam peran mereka di garis depan.
  3. Situs web e-learning Siloam Hospitals yang menyediakan lebih dari 350 modul materi pelatihan.
  4. Akses pada jurnal klinis. Bahan materi pelatihan online ini menyediakan dukungan pelatihan tanpa batas bagi para staf medis agar tetap terinformasi dengan perkembangan terakhir dan untuk memperluas pengetahuan mereka.

Pengkajian harian dan audit terhadap studi kasus yang dilakukan oleh staf klinis dan komite medis merupakan kunci utama dari keunggulan pelayanan. Seluruh prosedur klinis adalah sesuai dengan Panduan Klinis dan Protokol yang diambil dari Panduan Universitas Nasional dan Spesialis. Siloam Hospitals telah melakukan standardisasi terhadap kebijakan dan prosedur pelayanan dengan mengutamakan standar pelayanan pasien taraf internasional dan sesuai dengan standar akreditasi nasional dan JCI.