December 03, 2019

Hati-hati! Ini Cara Penularan Hepatitis A ke Tubuh Anda


Meskipun termasuk jenis hepatitis yang paling ringan, hepatitis A dapat menular dengan mudah dari satu tubuh ke tubuh lainnya. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) yang ditularkan melalui beragam kondisi. Ketahui cara penularannya agar Anda lebih berhati-hati.

Cara penularan virus HAV
Virus HAV mampu tinggal di udara bebas selama beberapa bulan lamanya, dapat menyebar secara
fekal-oral (fekal: kotoran, oral: mulut) serta melalui beragam cara sebagai berikut:

  • Ketika orangtua atau perawat tidak mencuci tangannya dengan benar setelah mengganti popok atau membersihkan benda milik orang yang sudah terinfeksi hepatitis A.

  • Ketika seseorang yang sudah terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan baik sehabis dari kamar mandi, kemudian menyentuh benda-benda lain, seperti makanan dan minuman.

  • Meminum air yang terkontaminasi virus HAV atau dari sumber yang tidak bersih. Hal ini termasuk saat Anda makan kerang mentah yang berasal dari air terkontaminasi virus HAV.

  • Melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, terutama kontak cairan tubuh, seperti ciuman.

Faktor risiko hepatitis A

Semua orang, termasuk Anda, bisa terkena hepatitis A. Berikut beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko terkena hepatitis A:

  • Daya tahan tubuh rendah, misalnya kelompok penderita HIV.

  • Bepergian ke negara dengan tingkat hepatitis A yang tinggi.

  • Tinggal serumah dengan seseorang yang menderita hepatitis A.

  • Melakukan hubungan seksual dengan penderita hepatitis A, termasuk hubungan seks oral dan anal.

Perlu diketahui, jika Anda sudah pernah terkena hepatitis A, tubuh akan membentuk antibodi yang melindungi Anda sehingga tidak terserang virus hepatitis A lagi kedepannya.

Gejala hepatitis A

  • Lelah

  • Demam

  • Mual dan muntah

  • Kulit dan selaput mata menguning

  • Urin gelap seperti teh

  • Kotoran berwarna pucat

Pengobatan hepatitis A

Bagi Anda yang belum pernah terkena virus HAV dan merasa berpotensi untuk terkena virus tersebut, sangat disarankan untuk segera kunjungi dokter agar mendapat pengarahan lebih lanjut. Namun, jika sudah terlanjut terkena virus ini, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai pengobatan yang harus dijalani, serta mempelajari metode untuk melindungi orang-orang sekitar Anda agar tidak tertular.

 

dr. Chandra Wiguna, Sp.PD
Dokter spesialis penyakit dalam
Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Related News