January 31, 2020

Menguak Mitos Seputar Asupan Makan Penderita Diabetes

Diabetes merupakan penyakit kronis yang menyebabkan gangguan metabolisme tubuh sehingga terjadi peningkatan kadar gula di dalam darah. Meskipun diabetes merupakan penyakit tidak menular, bukan berarti bisa diabaikan. Hal ini dikarenakan penyakit diabetes termasuk ke dalam lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia. 

Tak hanya itu, Indonesia juga menempati urutan ke-6 dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi di dunia, yakni 10,3 juta pasien pada tahun 2017 dan diperkirakan akan meningkat hingga 16,7 juta pasien pada tahun 2045. Tingginya angka penderita diabetes ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari genetik, pola makan, dan gaya hidup yang kurang baik. Penderita diabetes tentunya memiliki banyak sekali anjuran kesehatan, baik mengenai gaya hidup dan terutama dalam hal asupan makanan. Kondisi tersebut membuat banyak sekali informasi mengenai makanan bagi penderita diabetes. Namun, beberapa di antaranya masih perlu diperiksa kembali kebenarannya secara medis. Berikut fakta dibalik mitos-mitos yang beredar:

Mitos: Tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali.
Fakta: Penderita diabetes masih diperbolehkan untuk mengonsumsi gula, tapi gula yang dikonsumsi harus dalam jumlah kecil, frekuensinya tidak terlalu sering, dan sesuai dengan asupan kalori yang dibutuhkan. 

Mitos: Semua produk "bebas gula" adalah makanan tanpa kalori.
Fakta: Banyak sekali yang beranggapan bahwa semua makanan "bebas gula" berarti tidak mengandung kalori. Padahal, tidak semua makanan seperti itu. Beberapa produk "bebas gula" seperti biskuit juga mengandung karbohidrat dan bisa meningkatkan glukosa darah. 

Mitos: Diabetes terbagi menjadi diabetes basah dan kering.
Fakta: Masyarakat sering kali membagi penyakit diabetes ke dalam dua jenis, yakni diabetes basah dan diabetes kering. Nyatanya, dalam dunia medis tidak ada istilah-istilah tersebut. Jenis diabetes yang benar secara medis dan umum, yakni diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes pada kehamilan dan diabetes tipe lain (karena penyakit dan obat-obatan). 

Selain mitos yang disebutkan diatas, tentu masih banyak mitos lainnya yang beredar di masyarakat. Maka itu, masyarakat disarankan agar tidak mudah percaya jika kebenarannya belum diverifikasi secara medis. Selalu konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam mengenai asupan makan yang baik bagi penderita diabetes. Informasi yang benar akan membantu Anda mengontrol kadar gula darah dan terhindar dari komplikasi.
 
dr. Leny Puspitasari, Sp.PD - KEMD
Dokter spesialis penyakit dalam
Siloam Hospitals Lippo Village

Related News