December 16, 2020

Perlu Tahu! Mitos vs Fakta Seputar HIVS/AIDS

Sampai saat ini, masih banyak infomasi keliru seputar HIV/AIDS yang beredar di tengah masyarakatyang memunculkan persepsi salah bahwa para pengidapnya perlu dikucilkan dan dihindari. Padahal, HIV/AIDS tidak semudah itu menular. Selain dapatmenyesatkan masyarakat, salah persepsi ini juga menimbulkan stigma negatif yang bisa merugikan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Agar tidak terjebak pada mitos dan kesalahpahaman, penting bagi Anda untuk mengedukasi diri mengenai kebenaran dibalik penyakit HIV/AIDS. Pengetahuan yang benar terhadap fakta seputar HIV/AIDS akan membantu Anda memahami penyakit tersebut secara lebih baik termasuk cara mencegahnya, serta membantu ODHA untuk semangat menjalani pengobatan.

Berikut ini beberapa mitos umum yang perlu diluruskan seputar HIV/AIDS:

Mitos: HIV dan AIDS adalah penyakit yang sama

Fakta: HIV dan AIDS berbeda. HIV adalah jenis virus yang menyerang imunitas tubuh, sementara AIDS adalah komplikasi dari HIV yang tidak ditangani dengan baik.

Secara umum, HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah nama virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan AIDS adalah tahap lanjut dari infeksi HIV jangka panjang. AIDS biasanya memiliki gejala yang berkaitan dengan penurunan daya tubuh dan memicu masalah kesehatan lain lebih serius. Dalam proses perkembangannya, tidak semua orang HIV positif akan terjangkit AIDS. Jika seseorang menjalani pengobatan HIV secara tepat guna, hal tersebut mampu memperlambat atau menghentikan perkembangan virus HIV agar tidak berujung pada AIDS. Oleh karena itu, HIV dan AIDS dapat dikatakan berbeda.

Mitos: Menular melalui kontak fisik sehari-hari seperti jabat tangan, pelukan, bersin, dan sejenisnya.

Fakta: Hanya menular lewat 3 cairan tubuh, yaitu cairan kelamin (cairan sperma dan vagina), darah, dan ASI.

HIV tidak menular hanya dengan sentuhan kulit (bersalaman, berciuman, berpelukan, dan berjabat tangan), berada di satu ruangan dan menghirup udara yang sama, berbagi peralatan gym, peralatan makan, hingga meminum dari gelas yang digunakan oleh ODHA. HIV hanya ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh tertentu seperti darah, sumsum tulang belakang, air mani, cairan vagina dan anus, serta ASI. Biasanya HIV masuk melalui selaput lendir, luka terbuka, atau goresan di kulit orang yang tidak terinfeksi HIV.

Mitos: Nyamuk dapat menularkan HIV.

Fakta: HIV bisa menular lewat darah, tapi tidak termasuk gigitan serangga.

Sampai saat ini tidak ada bukti medis bahwa serangga, khususnya nyamuk, dapat menjadi perantara penyebaran HIV. Saat nyamuk berpindah lokasi gigit, nyamuk tidak mengalirkan darah milik orang sebelumnya kepada orang yang digigit. Selain itu, HIV dalam serangga juga tidak bertahan lama.

Mitos: Mudah mendeteksi HIV positif.

Fakta: Seseorang bisa saja HIV positif dan tidak menunjukkan gejala apapun atau gejala baru muncul setelah 10 tahun. Deteksi HIV secara pasti dilakukan dengan tes darah.

HIV sering kali tidak menunjukkan gejala maupun tanda apapun bagi penderitanya. Biasanya gejala awal seperti flu, justru baru muncul sekitar 10 tahun setelah terjadi infeksi pertama. Maka itu, penting bagi setiap orang untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk tes HIV untuk deteksi dini penyakit.

Mari bersama luruskan pemahaman kita dan lawan stigma terhadap ODHA, karena dukungan dari orang terdekat juga masyarakat sangat dibutuhkan oleh penderita agar bisa menjalani pengobatan dengan penuh semangat dan harapan.


dr. Ida Melani Santoso, Sp.PD, FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
https://appointment.siloamhospitals.com/?md=sch

Related News