December 22, 2020

Mengenal Delirium, Gejala Baru COVID-19 yang Perlu Diwaspadai

Baru-baru ini, masyarakat dikejutkan dengan hadirnya gejala baru COVID-19 yang menyerang sistem saraf manusia. Penemuan tersebut bersumber dari hasil riset tim peneliti UniversitasOberta de Catalunya (UOC), Spanyol yang diterbitkan melalui Journal of Clinical Immunology and Immunotherapy pada September 2020 yang mengungkapkan adanya gejala baru COVID-19 yakni delirium.

Delirium adalah gangguan mental yang disebabkan oleh perubahan cepat dalam fungsi otak, sehingga penderitanya mengalami penurunan kemampuan berpikir dan berkonsentrasi, termasuk dalam mengingat maupun melakukan fokus. Dampaknya, penderita akan sulit tidur dan seringkali kebingungan.

Melalui penemuan ini, dapat diketahui bahwa dampak COVID-19 tidak hanya menganggu organ tubuh seperti paru-paru dan jantung, tapi juga memengaruhi sistem saraf pusat. Kondisi tersebut tentunya perlu diwaspadai terutama bagi pasien COVID-19 berusia lanjut atau di atas usia 65 tahun karena termasuk kelompok usia rentan terserang gejala baru ini.

Gejala Delirium
Delirium memiliki indikasi kuat memengaruhi kinerja sistem saraf pusat, sehingga pasien akan mengalami perubahan neurokognitif yang diikuti dengan tanda-tanda sebagai berikut:
- Sulit fokus dan mudah teralihkan.
- Suka melamun dan lamban bereaksi.
- Daya ingat menurun.
- Kesulitan berbicara.
- Berhalusinasi.
- Mudah tersinggung dan mood berubah mendadak.
- Sering gelisah.
- Kebiasaan tidur berubah.

Faktor Risiko Delirium
Selain faktor usia, terdapat beragam faktor risiko lainnya yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami gejala ini, antara lain:
- Memiliki kelainan otak.
- Memiliki riwayat penyakit delirium.
- Mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran.
- Mengidap kombinasi beberapa penyakit.

Jenis-jenis Delirium
Delirium dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan gejala-gejala yang timbul, antara lain:
- Delirium hiperaktif: Penderita terlihat gelisah, sering mengalami perubahan mood, atau berhalusinasi.
- Delirium hipoaktif: Penderita terlihat tidak aktif, lesu, mengantuk, atau tampak linglung.
- Delirium campuran: Penderita sering menunjukkan perubahan gejala dari delirium hiperaktif ke delirium hipoaktif atau sebaliknya.

Pastikan Anda segera mencari pertolongan medis begitu merasakan salah satu gejala maupun kombinasi gejala delirium agar mendapatkan penanganan cepat dan tepat. Terlebih ketika kasus COVID-19 masih terus melonjak di Indonesia, masyarakat tentunya perlu lebih peduli untuk mengenali gejala-gejala COVID-19.


Sebagai langkah pencegahan dini, jangan lupa untuk terus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya adalah rutin medical check up. Pilih paket pemeriksaan kesehatan yang mencakup skrining beragam organ tubuh vital untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. Siloam Hospitals menyediakan paket Vital Organ Check Up yang memberikan skrining lengkap dan komprehensif terhadap organ tubuh penting seperti jantung, otak, liver, ginjal, hingga skrining kanker. Paket ini juga termasuk gratis satu kali pemeriksaan tes swab antigen.

Jadwalkan pemeriksaan Anda secara online melalui https://mcu.siloamhospitals.com/ atau hubungi call center 1-500-181 sekarang juga!

Artikel ini telah ditinjau oleh Ancillary and Medical Affairs Siloam Hospitals Group

Related News