January 04, 2021

Cegah Risiko Berbahaya Luka Diabetes dengan 5 Tips Berikut

Luka diabetes memiliki masa penyembuhan lebih lama dibanding luka orang sehat pada umumnya. Hal ini dikarenakan kadar gula darah dalam tubuh yang terlalu tinggi, sehingga dapat merusak saraf, menurunkan kekebalan tubuh, dan menyebabkan sirkulasi darah memburuk. Kondisi tersebut menghambat proses perbaikan jaringan tubuh yang mengalami kerusakan, seperti luka.

Jika terus dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik, luka diabetes akan terus terbuka, basah, dan tak kunjung sembuh. Akibatnya, penderita diabetes lebih rentan terserang infeksi jamur dan bakteri melalui luka tersebut. Dalam banyak kasus, akibat serius dari luka yang tak kunjung sembuh adalah amputasi. Maka itu, luka diabetes tidak bisa dipandang sepele.

Untuk mencegah risiko luka yang semakin parah, lakukan beberapa langkah merawat luka diabetes seperti berikut ini:
1. Segera bersihkan luka
Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk merawat luka diabetes adalah segera membersihkan luka menggunakan air mengalir dan sabun. Setelah itu, keringkan dan tutup dengan kasa atau penutup luka modern sesuai rekomendasi dokter agar luka terbebas dari kuman dan bakteri. Pantau terus pembalut luka dan ganti jika perlu agar kondisi luka terus terjaga kebersihannya.
2. Kurangi tekanan pada luka
Kurangi tekanan pada daerah luka, salah satu caranya adalah tidak memakai pakaian ketat. Jika luka terjadi pada kaki, terutama telapak kaki, disarankan untuk memakai bantalan alas kaki yang empuk, lembut, dan nyaman agar tidak memperberat tekanan dan kerusakan pada luka diabetes.
3. Perhatikan nutrisi harian
Untuk mempercepat proses penyembuhan luka, penderita diabetes disarankan untuk memperhatikan asupan nutrisi harian. Nutrisi terpenting yang perlu diperhatikan adalah protein, karena dapat membantu memperbaiki jaringan kulit dan jaringan tubuh lain yang mengalami kerusakan. Selain protein, cukupi juga nutrisi penting lain seperti serat, vitamin, mineral, dan lemak secara seimbang.
4. Jaga kadar gula darah
Kadar gula darah tidak terkendali akan mempersulit proses penyembuhan luka, maka itu menjaga kadar gula darah tetap normal adalah salah satu cara penting menangani luka diabetes. Jaga kadar gula darah dengan rutin berolahraga, atur asupan makan, serta disiplin mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter.
5. Pantau tanda-tanda infeksi
Perhatikan jika muncul tanda-tanda terjadinya infeksi pada luka. Biasanya tanda infeksi yang paling umum adalah timbul rasa sakit, rasa hangat di sekitar luka, kemerahan, pembengkakan, demam, dan seringkali diikuti kondisi luka yang berair, bernanah, dan muncul bau tidak sedap. Jika demikian, segera cek ke dokter untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.

Lima tips di atas bisa diikuti untuk merawat luka diabetes dengan baik dan tepat. Namun, jika luka diabetes tidak kunjung membaik dalam waktu 48 jam atau bahkan muncul borok yang disertai tanda-tanda infeksi, segera kunjungi dokter untuk diperiksa agar tidak bertambah parah dan berujung komplikasi berbahaya.

dr. I Made Arya Winatha, Sp.B(K)V
Dokter Spesialis Bedah Konsultan Vaskular dan Endovaskular
Siloam Hospitals Mataram
https://appointment.siloamhospitals.com/?md=sch

Related News