January 15, 2021

Sebelum Vaksinasi COVID-19, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Progam vaksinasi COVID-19 resmi dimulai Rabu, 13 Januari 2021 lalu yang ditandai dengan pemberian vaksin pertama kali kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Selanjutnya, masyarakat akan menerima vaksinasi COVID-19 secara bertahap sebagai upaya perlindungan.

Vaksinasi COVID-19 gelombang pertama akan dimulai Januari-April 2021. Anda dapat mengecek status sebagai penerima vaksin atau tidak saat ini dengan mengakses situs https://pedulilindungi.id/Anda hanya perlu memasukkan nama lengkap dan NIK Anda untuk melakukan pengecekan status tersebut.

Sembari menunggu, Anda dapat mengedukasi diri seputar vaksinasi COVID-19 melalui lembar informasi pra-vaksinasi COVID-19 berikut ini.

Mengenal Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 adalah jenis vaksin yang dikembangkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19. Di Indonesia, vaksin COVID-19 yang beredar telah mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Izin Darurat (EUA) untuk Vaksin COVID-19
EUA (Emergency Use Authorization) merupakan persetujuan penggunaan obat atau vaksin yang dikeluarkan oleh BPOM saat kondisi darurat kesehatan masyarakat, dalam hal ini pandemi COVID-19. EUA diberikan karena semua obat dan vaksin yang akan digunakan dalam penanganan COVID-19 masih dalam tahap pengembangan.
Proses penerbitan EUA didukung bukti keamanan, khasiat, dan mutu yang memadai sehingga sudah dapat digunakan meskipun harus tetap dalam pemantauan yang ketat. BPOM sangat berhati-hati dalam memastikan aspek keamanan, khasiat, dan mutu vaksin, di tengah percepatan ketersediaan obat dan kepastian dalam mendapatkan akses terhadap vaksin.


Ragam Jenis 
Vaksin COVID-19
Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 menetapkan jenis vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd sebagai jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia.

Karena ketersediaan yang sangat terbatas, proses pengadaan, dan penentuan jenis vaksin COVID-19 yang dapat diperoleh dilakukan oleh pemerintah.

Aturan Dosis Vaksin COVID-19
Vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini membutuhkan dua dosis vaksinasi. Dosis pertama ditujukan agar sistem kekebalan tubuh dapat mengenali virus dan dosis kedua bertujuan untuk meningkatkan respons kekebalan tubuh. Anda membutuhkan 2 dosis vaksinasi ini untuk mendapatkan perlindungan optimal dan perlu menerima jenis vaksin yang sama pada dosis pertama dan dosis kedua.


Alur Vaksinasi COVID-19
Jika Anda sudah memastikan diri terdaftar sebagai penerima vaksin COVID-19 di pedulilindungi.id, Anda akan menerima SMS dan barcode tiket vaksinasi COVID-19. Setelahnya, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat sesuai hari, tanggal, dan jam yang tertera.

Anda akan mengikuti proses pelayanan vaksinasi COVID-19 dalam sejumlah tahapan, meliputi:
- Pendaftaran dan verifikasi
Anda diminta untuk menunjukkan barcode tiket vaksinasi dan kartu identitas.
- Skrining
Petugas kesehatan akan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik untuk mengecek kondisi kesehatan dan mengindetifikasi penyakit penyerta (komorbid). Jika dalam pemeriksaan tersebut calon penerima vaksin sehat, maka vaksinasi dapat diberikan.
- Vaksinasi
Pemberian vaksin COVID-19 kepada penerima vaksin secara aman sesuai protokol kesehatan.
- Pencatatan dan observasi.

Petugas akan mencatat hasil vaksinasi dan penerima vaksin diobservasi selama 30 menit untuk memantau kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Setelahnya, penerima vaksin akan memperoleh kartu vaksinasi serta diproses untuk pendaftaran vaksin kedua.

Jika empat alur tahapan tersebut telah dilalui, Anda dapat segera pulang ke rumah seusai vaksinasi.

Lebih Terlindungi Setelah Vaksinasi

Vaksin COVID-19 terbukti dapat meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19. Hal ini berarti pemberian vaksin COVID-19 menurunkan risiko terinfeksi COVID-19. Seseorang yang telah menerima vaksin tetap dapat terinfeksi COVID-19, namun uji klinis menunjukkan bahwa pemberian vaksin melindungi dari derajat penyakit yang berat.

Untuk perlindungan optimal, pemberian vaksin COVID-19 harus diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan 3M (Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta Mencuci tangan menggunakan sabun) sebelum dan setelah vaksinasi.

Artikel ini telah ditinjau oleh Ancillary and Medical Affairs Siloam Hospitals Group

Related News