January 18, 2021

Ragam Masalah Kesehatan Anak Akibat Gizi Buruk

Tubuh membutuhkan beragam nutrisi, mulai dari karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan lainnya agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Jika setiap nutrisi tidak dipenuhi dengan cukup, kemungkinan gizi buruk yang menyebabkan gangguan kesehatan dapat terjadi. Tidak hanya gangguan fisik, tapi juga mental. Anak dengan gizi buruk biasanya mengalami perkembangan mental yang buruk hingga berujung prestasi tidak optimal.

Maka itu, kondisi gizi buruk tidak dapat dianggap remeh. Terlebih lagi, masalah tersebut masih menjadi salah satu persoalan kesehatan utama di dunia, khususnya anak-anak di negara berkembang. Penting bagi Anda sebagai orang tua untuk lebih mengenali ragam masalah kesehatan akibat gizi buruk beserta gejala-gejalanya agar segera mendapat penanganan optimal. Berikut beberapa jenis masalah kesehatan yang dapat timbul karena gizi buruk:
- Marasmus
Kondisi kekurangan asupan enersi (kalori) seperti karbohidrat dan protein. Sering dialami balita usia 0-2 tahun yang tidak mendapatkan cukup ASI dan makanan lainnya. Gejalanya antara lain tubuh kurus hanya tinggal kulit, tulang yang menonjol, dan wajah tampak menua.

- Kwashiorkor
Kondisi kekurangan protein dan sering menimpa anak usia 1-3 tahun. Gejala antara lain penumpukkan cairan (bengkak/edema) sehingga perut buncit, wajah membulat dan sembab, dan otot mengecil.

- Marasmus-Kwashiorkor
Sesuai dengan namanya, marasmus-kwasiorkor adalah masalah kesehatan akibat gizi buruk pada anak yang menggabungkan kondisi dan gejala marasmus dan kwashiorkor. Anak yang mengalami kedua kondisi ini biasanya memiliki beberapa gejala utama antara lain bertubuh sangat kurus, tulang hanya berbungkus kulit tanpa daging, adanya penumpukan cairan di beberapa bagian tubuh, dan memiliki berat badan usia (BB/U) kurang dari 60% dari berat normal usia tersebut.

- Skorbut
Merupakan kondisi kekurangan vitamin C. Gejalanya antara lain sariawan, lemah, nyeri otot dan sendi, pendarahan/pembengkakan gusi, ruam merah di kulit, diare, mual, hingga demam. Biasanya penderitanya akan disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin C atau rutin memakan buah-buahan kayak vitamin C seperti jeruk dan stroberi sebagai salah satu langkah pengobatan.

- Anemia
Kondisi kekurangan sel darah merah. Terdapat beragam jenis anemia, tapi paling umum adalah anemia kekurangan zat besi. Gejalanya antara lain tubuh lemah dan lesu, kesemutan di kaki, detak jantung cepat, nyeri dan radang lidah, kulit pucat, sesak napas, dan sakit dada.

Pastikan anak tidak mengalami salah satu maupun kombinasi masalah kesehatan di atas dengan senantiasa memantau kebutuhan gizinya secara seimbang. Mulai dari memaksimalkan ASI eksklusif, terampil dalam menyajikan menu MPASI bernutrisi, hingga memastikan menu makan anak mencukupi nutrisi hariannya. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter dalam mengatur pola dan asupan makan yang tepat bagi anak untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat ketidakseimbangan gizi. Mari sadar gizi untuk anak sehat berprestasi!

DR. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp.GK (K)
Dokter Spesialis Gizi Klinis
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
https://appointment.siloamhospitals.com/?md=sch

Related News