Rumah Sakit

Waspadai Gejala Awal Kanker Paru

jantung

Waspadai Gejala Awal Kanker Paru

Waspadai Gejala Awal Kanker Paru - Rumah Sakit Siloam Hospitals

Waspadai Gejala Awal Kanker Paru

Rumah Sakit

Wed, 25 Apr 2018

Kanker paru merupakan salah satu stadium lanjut jenis kanker dengan insiden tertinggi. Berdasarkan data WHO tahun 2014, insiden kanker paru pada laki-laki Indonesia mencapai 25.322 orang. Dari 103.100 orang penderita kanker, profil mortalitas kanker paru sebesar 21,8 persen. Sementara pada wanita insiden paru tiga kali lebih sedikit, yaitu sebesar 9.374 orang dengan profil mortalitas mencapai 9,1 persen dari 92.200 orang.

Kanker paru terjadi ketika terdapat pertumbuhan sel tak terkontrol dalam jaringan paru. dr. Achmad Mulawarman Jayusman, SpP (K), Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta mengatakan bahwa rokok merupakan faktor risiko paling umum dari kanker paru. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa sekitar 70 persen penyebab kanker paru berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Gejala Awal Kanker Paru

Biasanya, kanker paru tak akan menampakkan gejala yang serius hingga tahap menengah. Terkadang, gejala telah terlihat pada masa-masa awal. Namun, seringkali diabaikan dan dianggap sebagai keluhan biasa. Gejala awal dari kanker paru, yaitu :

  1. Batuk terus menerus dan tak kunjung sembuh
  2. Sesak napas
  3. Batuk darah
  4. Nyeri pada bagian dada
  5. Sering terkena infeksi paru
  6. Sering merasa letih
  7. Kehilangan berat badan secara signifikan

Tipe utama kanker paru

Kanker paru sendiri memiliki 2 tipe yang sering di temui, yaitu Kanker Paru Sel Kecil, dan Kanker Paru Non-Sel Kecil.

Small Cell Lung Cancer (SCLC) atau Kanker Paru Sel Kecil

Merupakan kanker yang memiliki tingkat pertumbuhan pesat dan menyebar cepat melalui pembuluh darah menuju anggota tubuh lainnya. Seringkali, kanker ini dikategorikan sebagai penyakit kompleks saat terdiagnosa. Kanker ini biasanya diobati melalui kemoterapi dan bukan melalui prosedur pembedahan. Sekitar 10% sampai 15% dari semua kanker paru adalah kanker paru sel kecil. Kanker paru jenis ini memiliki hubungan yang kuat dengan kebiasaan merokok.

Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) atau Kanker Paru Non-Sel Kecil

NSCLC merupakan tipe paling umum dari kanker paru. Sekitar 80-85 persen dari kanker paru adalah kanker paru non sel kecil (NSCLC). NSCLC cenderung tumbuh dan menyebar lebih lambat. Bila didiagnosis secara dini, pembedahan atau radioterapi atau kemoterapi dan terapi target yang dapat memberikan harapan perpanjangan hidup. Saat ini mulai ada imuno terapi seabagai terapi kanker paru.

Cara diagnosis Kanker Paru

Seringkali kanker paru terlambat didiagnosis, sehingga penyakit ini semakin sulit ditangani. Oleh sebab itu, jangan abaikan gejalanya untuk segera diperiksakan ke rumah sakit.

Menurut dr. Achmad Mulawarman Jayusman, SpP (K), Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta, deteksi dini terhadap kanker paru dapat meningkatkan keberhasilan proses pengobatannya. Berikut ini adalah beberapa tes yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis kanker paru.

X-Ray

Diagnosis pertama untuk kanker paru biasanya menggunakan X-ray. Pemeriksaan X-ray pada kanker paru bisa memperlihatkan tumor yang ada. Jika dari X-ray dicurigai terdapat kanker paru, tes lanjutan perlu dilakukan untuk memastikannya.

CT Scan Thorax

CT Scan Thorax dapat memperlihatkan hal yang abnormal kecil yang tidak bisa tampak oleh X-ray. Dengan memanfaatkan CT scan, akan diperoleh gambaran yang lebih jelas dan detil.

PET-CT Scan

PET-CT Scan dapat memperlihatkan lokasi sel kanker yang aktif. Pemeriksaan ini bisa dilakukan bila hasil pemeriksaan dengan CT Scan menunjukkan adanya kanker paru dan ingin mengetahui ke mana penyebarannya.

Pemeriksaan dahak

Dahak yang kita keluarkan saat batuk dapat diperiksa di laboratorium dengan mikroskop. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk melihat apakah terdapat sel-sel kanker di dalam parunya.

Biopsi

Dalam beberapa kasus di mana jaringan tumor sulit untuk diperoleh, biopsi langsung terhadap tumor paru dapat dilakukan, di mana dokter akan mengambil sampel sel jaringan dari dalam paru.

Thoracentesis

Kanker paru dapat melibatkan jaringan selaput paru dan mengakibatkan akumulasi cairan dalam rongga antara paru dan dinding dada. Sampel cairan tersebut dapat mengungkapkan sel-sel kanker yang ada. Dokter akan menggunakan trokar untuk mengambil cairan dari dada, yang kemudian akan dilakukan tes terhadap cairan tersebut untuk mencari jenis sel kanker.

Kanker paru memang merupakan salah satu kanker dengan stadium tinggi dan sangat berbahaya. Untuk mencegah kanker paru, sebaiknya Anda waspadai gejala awal kanker paru dengan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi di rumah sakit.

Cari tahu juga informasi dan tips kesehatan lainnya di media sosial kami.

Instagram: @siloamhospitals

Facebook Page: Siloam Hospitals

rumah sakit

unit gawat darurat

rumah sakit indonesia

rumah sakit terbesar

rumah sakit terbaik

rumah sakit kanker

rumah sakit jakarta

rumah sakit bagus

rumah sakit otak

rumah sakit jantung

jantung

penyakit jantung

perwatan jantung

gejala jantung

dokter jantung

tips sehat