
Penyakit Jantung Bawaan Bisa Sebabkan Stroke? Ini Kisah Melly!

Cerita Melly Cory Aprinalova
Melly Cory Aprinalova (38) yang bekerja sebagai pegawai swasta tak pernah menyangka bahwa pagi itu akan menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia terbangun dengan rasa pusing hebat yang sangat berbeda daripada biasanya. Kepalanya terasa seperti ditekan kuat dan ruangan di sekitarnya seolah berputar dengan cepat ketika membuka mata.
Tak hanya pusing, Melly juga merasakan mual hebat hingga muntah. Kondisinya semakin memburuk ketika ia kehilangan keseimbangan dan kesulitan untuk berjalan. Karena khawatir, Melly pun meminta suaminya untuk segera dibawa ke IGD Rumah Sakit Siloam Jantung Diagram Cinere, tempat ia mendapatkan penanganan darurat yang menyelamatkan hidupnya.
Pusing Hebat dan Kehilangan Keseimbangan
Melly awalnya merasakan pusing hebat secara tiba-tiba. Berbeda dari pusing dan vertigo biasa, kepalanya terasa seperti ditekan dan pandangannya tampak seperti berputar saat ia membuka mata. Kondisi ini membuatnya kesulitan untuk berdiri, bahkan duduk pun terasa sangat berat.
Tak lama kemudian, mual hebat turut menyusul. Ia berkali-kali muntah dan merasa tubuhnya tidak seimbang. Di titik itu, Melly mulai menyadari bahwa sedang terjadi suatu hal yang serius pada tubuhnya. Namun, ia mencoba tetap tenang dan segera meminta bantuan.
Saat tiba di IGD Rumah Sakit Jantung Diagram, Melly langsung ditangani oleh para tenaga medis profesional. Dokter melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, termasuk tanda vital (tekanan darah) dan pemeriksaan saraf seperti tes kekuatan motorik untuk mendeteksi adanya kemungkinan stroke. Dari hasil pemeriksaan, dokter mencurigai adanya gangguan serius pada otak Melly dan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan secepat mungkin.
Diagnosis Stroke dan Tindakan Cepat
Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan menunjukkan adanya penyempitan pembuluh darah di otak. Hal tersebut menjadi indikasi jelas dari stroke. Maka dari itu, keputusan cepat diambil oleh dokter untuk memberikan obat peluruh sumbatan agar aliran darah ke otak dapat kembali normal. Karena Melly datang dalam waktu golden period (kurang dari 4,5 jam setelah gejala muncul), tindakan tersebut dapat dilakukan tepat waktu.
Golden period sangat menentukan hasil pemulihan pasien stroke. Bila ditangani dalam periode ini, risiko kecacatan akibat stroke dapat ditekan semaksimal mungkin. Untungnya, tim medis Rumah Sakit Jantung Diagram Cinere sigap dan langsung menindaklanjuti kondisi Melly tanpa penundaan. Obat-obatan diberikan secara tepat dan Melly mulai menunjukkan respons positif dalam waktu singkat serta tidak membutuhkan rehabilitasi medik.
Stroke Berulang dan Kelainan Jantung Bawaan
Tenaga medis profesional pun menjelaskan kepada Melly bahwa stroke yang dialaminya juga berkaitan dengan kelainan jantung bawaan. Temuan ini langsung menjadi perhatian sejak awal dan turut menentukan langkah penanganan medis yang diberikan kepada Melly.
Tim dokter dari berbagai bidang di Rumah Sakit Siloam Jantung Diagram yang menangani Melly yaitu dr. Isabella Lalenoh, Sp.JP, dr. Andrea Kartika Suryadharma, Sp.JP, dan Prof. Hamed Oemar, MD., PhD, Sp.JP(K), FIHA, FJCC, berperan penting dalam menjelaskan kondisi yang dialaminya.
Dokter dan tenaga medis yang terlibat membantu Melly dan keluarga memahami penyebab serta langkah-langkah medis yang harus diambil. Semua dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga Melly merasa lebih tenang dan siap menjalani setiap proses pengobatannya.
Selain pengobatan, Melly juga menjalani prosedur digital subtraction angiography (DSA)Digital Subtraction Angiography (DSA) bersama dr. Thomas Tommy, MKed, SpBS untuk melihat kondisi pembuluh darah otaknya secara detail. Meski sempat cemas, ia justru merasa lega karena prosesnya tidak menimbulkan rasa sakit dan memberikan hasil yang akurat bagi penanganan selanjutnya.
Pulih dan Bersyukur
Setelah hampir satu bulan menjalani proses pemulihan, Melly mulai bisa kembali berjalan dan berbicara dengan lancar. Ia juga sudah mampu beraktivitas tanpa bantuan dan merasa tubuhnya jauh lebih stabil. Setiap langkah menuju kesembuhan ia jalani dengan semangat dan rasa syukur yang mendalam.
Peran tim medis sangat besar dalam kesembuhannya. “Para dokter di IGD cepat dan selalu sigap, termasuk yang membantu menginfus saya walaupun sulit dimasukkan. Dokter yang berjaga juga selalu menanggapi keluhan dengan baik. dr. Riezky Valentina Astari, Sp.N juga sangat komunikatif dalam menjelaskan kondisi yang saya alami, mengingat bahwa saya dan keluarga bukan dari bidang medis,” kenang Melly.
Ia merasa bersyukur telah dirawat di fasilitas yang lengkap dan didukung tenaga profesional.“Stroke berulang saya juga merupakan efek dari penyakit jantung bawaan. Saya ditangani oleh dr. Isabella, dr. Andrea, dan Prof. Hamed. Seluruh penjelasannya mudah dimengerti. Saya juga melakukan DSA dengan dr. Tommy dan tidak merasa sakit. Ia juga memberi penjelasan tentang pemberian obat dan efeknya. Susternya juga sabar. Mereka membantu saya dari tidak bisa bergerak hingga bisa duduk dan ke toilet sendiri,” lanjutnya.
Kini, Melly tak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tubuhnya. Ia lebih waspada terhadap gejala dan tak ragu untuk segera memeriksakan diri jika ada yang terasa tidak biasa. Pengalaman pahit itu justru menjadi pelajaran besar dalam hidupnya.
Deteksi Dini Sebagai Kunci Utama
Melalui pengalamannya, Melly ingin mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan gejala stroke.
“Kita tahu tubuh kita dan batasannya. Jika merasa pusing hebat yang berbeda dari biasanya, pusing berputar (vertigo), kehilangan keseimbangan, dan kesulitan berbicara, jangan tunggu lebih lama. Lebih baik langsung ke IGD Rumah Sakit Siloam Jantung Diagram Cinere agar bisa ditangani dalam golden period dan bisa langsung ditangani tenaga medis,” pesannya.
Melly percaya bahwa deteksi dini dan penanganan cepat adalah kunci utama dari pemulihan stroke. Dengan berbagi kisahnya, ia berharap bisa membantu orang lain untuk lebih peka terhadap gejala dan segera mencari bantuan medis ketika gejala stroke muncul.
Beberapa rumah sakit Siloam Hospitals Group menyediakan layanan Stroke Ready Hospitals dengan tim medis profesional yang siap siaga 24 jam sehari untuk menangani stroke. Layanan Stroke Ready Hospitals mencakup penanganan komprehensif mulai dari fase pra-rumah sakit (ambulans) hingga pemulihan pasca-rumah sakit, dengan fasilitas lengkap dan teknologi canggih.
Oleh karena itu, jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala stroke, segera hubungi bantuan medis untuk mendapatkan perawatan terbaik. Segera kontak layanan darurat stroke di 1-500-911 dan kunjungi Siloam Hospitals terdekat dalam waktu 4,5 jam setelah gejala pertama muncul untuk meningkatkan peluang kesembuhan.




