Biduran - Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Pencegahannya
Kesehatan Tubuh

Biduran - Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Pencegahannya

08 Mei 2025 4 menit waktu baca
biduran adalah

Table of Contents

Biduran adalah reaksi pada kulit yang ditandai dengan bentol-bentol, ruam merah dan terasa gatal seperti gigitan nyamuk namun dalam jumlah banyak. Gejala biduran ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, termasuk wajah, telinga, leher, punggung dan lainnya.

 

Cara mengatasi biduran biasanya dilakukan tanpa pengobatan khusus. Namun, penanganan oleh dokter akan dibutuhkan apabila biduran tak kunjung membaik selama beberapa hari. 

 

Anda mungkin sudah pernah mengalami gangguan kulit berikut, tapi tahukah Anda apa penyebab biduran sebenarnya? Apakah karena alergi? Mari temukan jawabannya di sini.

 

Apa itu Biduran?

 

Urtikaria atau biasa dikenal sebagai biduran adalah reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan munculnya bentol-bentol berwarna merah. Penderita biduran akan merasa gatal pada area yang muncul bentol-bentol tersebut. Biduran ini berawal dari munculnya bentol pada satu bagian tubuh, kemudian dapat menyebar dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi.

 

Berdasarkan lamanya kondisi tersebut berlangsung, biduran dibedakan menjadi dua jenis yaitu biduran akut dan biduran kronis. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Biduran Akut

 

Biduran akut biasanya berlangsung selama kurang dari 6 minggu. Jenis biduran ini merupakan yang paling umum terjadi. Biasanya, biduran akut dialami oleh anak-anak dan wanita pada rentang usia 30-60 tahun serta pasien yang memiliki alergi tertentu.

 

2. Biduran Kronis

 

Biduran kronis merupakan jenis biduran yang dapat berlangsung selama lebih dari 6 minggu dan bersifat kambuhan. Biduran kronis biasanya menjadi tanda atau gejala dari kondisi medis lain, seperti penyakit lupus.

 

Penyebab Biduran

 

Secara umum, penyebab biduran adalah tingginya histamin yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh. Histamin tersebut dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh dan membuat pembuluh darah melebar. 

 

Ada beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya biduran pada seseorang, yaitu:

 

  • Mengonsumsi makanan pemicu alergi. Beberapa makanan yang umum menyebabkan alergi di antaranya yaitu hidangan laut, telur, kacang, dan lain-lain.
  • Kontak langsung dengan pemicu alergi, seperti bulu binatang, bahan berbahan lateks, dan lain sebagainya.
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu.
  • Terkena gigitan serangga.
  • Menderita lupus atau penyakit autoimun.
  • Stres.
  • Terkena paparan bahan kimia.

 

Gejala Biduran

 

Kondisi biduran biasanya ditandai dengan munculnya gejala-gejala tertentu. Beberapa tanda yang menjadi gejala biduran adalah sebagai berikut:

 

  • Muncul bercak, ruam, serta bentol di permukaan kulit. 
  • Kulit terasa gatal.

 

Jika kondisi awal ini tidak ditangani dengan baik, maka kondisi alergi ini akan disertai dengan gejala-gejala berikut:

 

  • Sesak napas.
  • Tangan, kaki, atau tenggorokan membengkak.

 

Diagnosis Biduran

 

Dokter akan mendiagnosis pasien yang diduga mengidap biduran melalui beberapa tahap. Tahapan dari diagnosis biduran adalah sebagai berikut:

 

  • Wawancara medis. Dokter akan menanyakan keluhan serta riwayat penyakit pasien.
  • Pemeriksaan fisik. Dokter memeriksa fisik pasien, terutama bagian kulit yang muncul gejala biduran tersebut.
  • Pemeriksaan penunjang. Tahapan ini dilakukan dokter untuk memastikan penyebab biduran. Beberapa pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan dalam mendiagnosis biduran yaitu skin prick test atau patch test, tes alergi, tes darah, hingga biopsi kulit.

 

Cara Mengobati Biduran

 

Umumnya, biduran adalah kondisi yang dapat hilang dengan sendirinya selama beberapa hari. Namun, Anda bisa menerapkan cara mengatasi biduran di bawah ini untuk meredakan gejalanya:

 

  • Mengonsumsi obat antihistamin, seperti certirizine dan loratadine, untuk meringankan bengkak dan rasa gatal pada kulit. Antihistamin ini bekerja dengan menghambat histamin yang dilepaskan oleh tubuh ketika alergi terjadi.
  • Menggunakan lotion kalamin atau bedak salicyl untuk meringankan rasa gatal sementara.
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid sesuai anjuran dokter.
  • Kompres dingin area kulit yang muncul biduran untuk mengurangi rasa gatalnya.
  • Menangani kondisi medis yang menjadi pemicu biduran sesuai anjuran dokter.

 

Perlu diingat, konsumsi obat-obatan untuk menangani biduran yang disebutkan di atas harus sesuai dengan anjuran dokter.

 

Cara Mencegah Biduran

 

Karena sebagian besar kasus biduran disebabkan oleh alergi, maka cara mencegahnya bisa dilakukan dengan menghindari hal-hal yang memicu kondisi tersebut. Misalnya, Anda yang alergi dingin bisa menggunakan syal atau pakaian hangat agar mengurangi risiko terjadinya biduran.

 

Anda juga sebaiknya menggunakan tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari terjadinya biduran karena paparan cahaya matahari.

 

Sekian informasi seputar apa itu biduran yang perlu Anda pahami. Biduran memang bukan penyakit berat, namun kondisi ini dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman karena rasa gatalnya. 

 

Oleh karena itu, coba beberapa cara mengobati biduran seperti yang telah disampaikan di atas agar kondisi kulit Anda segera membaik. 

 

Anda juga bisa memastikan gejala biduran yang Anda alami melalui layanan Telekonsultasi oleh Siloam Hospitals. Tetapi perlu diingat bahwa fitur berikut bukanlah pengganti diagnosis medis dokter. 


Jadi, Anda tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara langsung ke Siloam Hospitals setelah berkonsultasi online guna mendapat penanganan yang tepat. Anda dapat membuat janji temu terlebih dahulu menggunakan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam atau dengan menghubungi call center kami di 1-500-181. Mari percayakan layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail