Kesehatan Tubuh
Pemeriksaan EEG (Elektroensefalografi): Ini Tujuan dan Prosedurnya

Table of Contents
Elektroensefalografi yang dikenal juga sebagai pemeriksaan EEG adalah alat yang dapat mengukur aktivitas listrik pada otak secara non-invasif. EEG biasanya digunakan untuk memeriksa beberapa jenis gangguan otak. Mari simak artikel di bawah ini untuk mengetahui apa itu, tujuan, dan prosedur pemeriksaan EEG.
Apa Itu Pemeriksaan EEG (Elektroensefalografi)?
Pada dasarnya, elektroensefalografi adalah tes untuk mengukur aktivitas listrik pada otak guna mendeteksi adanya gangguan otak. Pemeriksaan EEG menggunakan elektroda atau alat cakram logam kecil yang dipasangkan pada kulit kepala pasien.
Elektroda pada EEG bekerja dengan cara menangkap arus listrik dari otak berbentuk gelombang. Walaupun CT scan dan elektroensefalografi sama-sama merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi gangguan otak, terdapat perbedaan pada keduanya. Jika CT scan biasanya menampilkan struktur anatomis tulang kepala hingga otak secara detail, EEG menunjukkan fungsional otak yang disajikan dalam bentuk gelombang.
“Pemeriksaan EEG memberikan gambaran aktivitas listrik otak yang bermanfaat dalam evaluasi fungsi neurologis pasien. Hasil EEG perlu diinterpretasikan bersama dengan kondisi klinis dan pemeriksaan penunjang lainnya.”
dr. Retno Jayantri Ketaren, Sp.N
Tipe Pemeriksaan Elektroensefalografi
Terdapat beberapa jenis pemeriksaan EEG yang dapat dilakukan berdasarkan masalah kesehatan yang terjadi. Berikut penjelasannya.
-
Routine EEG. Pada pemeriksaan ini, EEG berlangsung sekitar 30 menit. Pasien diminta ada fase bangun, fase hiperventilasi, fase stimulasi cahaya, dan fase tidur.
-
Prolonged EEG. Pemeriksaan EEG ini berlangsung beberapa jam tergantung kebutuhan diagnostik, berfungsi untuk mendapatkan hasil lebih detail. Dapat digunakan untuk pasien yang memiliki banyak bentuk kejang.
-
Long Monitoring EEG. Pemeriksaan EEG yang bisa berlangsung 24 jam atau lebih. EEG jenis ini biasanya digunakan untuk persiapan operasi otak.
-
PSG (Polisomnografi atau Sleep Test) merupakan suatu alat yang menggabungkan EEG dengan alat lain yang berfungsi untuk mendiagnosis berbagai gangguan tidur dan kejang yang terutama terjadi saat tidur.
Tujuan Elektroensefalografi
Elektroensefalografi sering kali digunakan untuk menunjang diagnosis epilepsi. Dengan ini, dokter dapat menentukan jenis epilepsi yang dialami oleh pasien serta penyebab dan penanganan yang tepat. Selain epilepsi, EEG juga digunakan sebagai pendukung diagnostik beberapa gangguan otak, di antaranya:
-
Gangguan tidur.
-
Penyakit Creutzfeldt-Jakob.
-
Kematian otak.
Prosedur Elektroensefalografi
Sebelum menjalani pemeriksaan, rambut pasien harus dalam keadaan bersih dan kering tanpa penggunaan kondisioner, gel, atau spray agar elektroda dapat terpasang dengan baik pada kulit kepala. Lebih disarankan untuk mengurangi waktu tidur sebelum pemeriksaan, sehingga pasien dapat tidur saat pemeriksaan EEG.
Di awal prosedur EEG, pasien akan diminta untuk berbaring. Kemudian, teknisi akan memasang sekitar 20–25 elektroda yang sudah terhubung dengan mesin pada kulit kepala pasien.
Prosedur ini umumnya berlangsung selama 30 menit. Namun, pada jenis EEG tertentu, pasien akan menjalani pemeriksaan ini saat tertidur atau saat beraktivitas selama sehari atau lebih. Setelah selesai, elektroda akan dilepaskan dan hasil pemeriksaan EEG akan dinilai oleh dokter.
Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia.
Oleh karena itu, apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai EEG, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai untuk kondisi Anda.
Berkat dukungan teknologi medis terkini dan tim dokter berpengalaman di Siloam International Hospitals, Anda dapat memperoleh layanan kesehatan berstandar internasional tanpa perlu jauh ke luar negeri. Siloam Medical Concierge siap membantu Anda mendapatkan informasi terkait jadwal dokter, layanan pemeriksaan, hingga fasilitas medis yang tersedia. Mari mulai langkah perjalanan kesehatan Anda bersama kami di Indonesia.
Sumber
Cleveland Clinic. Electroencephalogram (EEG). Diakses pada 2025 | Epilepsy.com. Ambulatory EEG. Diakses pada 2025 | Epilepsy.com. Video EEG. Diakses pada 2025 | Hopkins Medicine. Electroencephalogram (EEG). Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. EEG (Electroencephalogram). Diakses pada 2025 | NCBI Bookshelf. Electroencephalogram. Diakses pada 2025 | NCBI Bookshelf. Neuroimaging and Electroencephalogram. Diakses pada 2025 | Neurotech EEG. EEGs, CT Scans, and MRIs: Navigating Neurological Imaging Options. Diakses pada 2025 | ScienceDirect. Neural Mechanisms Underlying Conscious Perception. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Retno Jayantri Ketaren, Sp.N, F.Neurorestorasi
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






