Apa Itu Kanker Otak? Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Kanker Otak? Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

14 Agustus 2026 5 menit waktu baca
kanker otak adalah

Kanker otak adalah kondisi ketika sel abnormal yang bersifat ganas tumbuh secara tidak terkendali di otak. Karena belum ada skrining rutin yang direkomendasikan untuk tumor otak, deteksi dini umumnya bergantung pada pengenalan gejala dan keluhan yang tidak biasa sejak dini yang selanjutnya akan dikonfirmasi melalui pemeriksaan fisik menyeluruh dan penunjang. Adapun keluhan dan gejala kanker otak dapat berupa sakit kepala terus-menerus yang bisa disertai mual dan muntah.

 

Karena jenis kanker ini melibatkan organ vital, yaitu otak, tidak sedikit yang bertanya: Apakah kanker otak bisa sembuh? Untuk mengetahui penyebab kanker otak, ciri-ciri, dan pengobatannya, simak artikel di bawah ini.

 

Apa Itu Kanker Otak?

 

Kanker otak adalah kondisi ketika sel abnormal yang bersifat ganas tumbuh di dalam otak. Sel-sel ini dapat tumbuh dan menyebar dengan cepat di jaringan otak hingga ke sumsum tulang belakang. Kendati demikian, kanker otak diketahui tidak mudah menyebar ke organ lainnya seperti jenis kanker lainnya.

 

Terdapat dua jenis kanker otak, yaitu primer dan sekunder. Kanker otak primer adalah kanker otak yang berasal dari otak itu sendiri. Sementara itu, kanker otak sekunder merupakan penyebaran sel kanker dari bagian tubuh lain. Pada kondisi kanker otak, pengobatan yang diberikan dokter umumnya bertujuan untuk meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien.

 

Penyebab Kanker Otak

 

Hingga saat ini, penyebab kanker otak belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kanker otak dikaitkan dengan perubahan materi genetik atau DNA pada sel-sel otak. Hal ini yang kemudian mengubah sifat sel yang sebelumnya tumbuh normal menjadi tumbuh cepat dan merusak jaringan sekitarnya.

 

Pada tipe kanker otak primer, perubahan tersebut dapat terjadi pada sel otak mana pun, seperti sel glial dan lainnya. Sementara itu, pada tipe sekunder, perubahan itu umumnya terjadi pada sel di organ tubuh lain yang kemudian menyebar ke otak.

 

Meski masih belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab kanker otak, beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker otak adalah sebagai berikut:

 

  • Riwayat paparan radiasi tinggi dan berulang.

  • Riwayat paparan bahan kimia yang bersifat karsinogenik.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Riwayat keluarga dengan kanker otak sebelumnya dan genetik.

 

Gejala Kanker Otak

 

Gejala kanker otak umumnya bisa berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahan serta lokasi tumor. Namun, beberapa gejala umum yang dirasakan oleh penderita kanker otak adalah sebagai berikut:

 

  • Sakit kepala yang menetap atau progresif.

  • Pusing yang terjadi terus-menerus.

  • Gangguan bicara.

  • Mual dan muntah.

  • Mudah lupa.

  • Gangguan berpikir dan kesulitan untuk mengikuti perintah sederhana.

  • Gangguan perilaku.

  • Mati rasa atau kesemutan yang menetap.

  • Kejang.

  • Gangguan penglihatan, seperti mata kabur atau penglihatan ganda.

  • Gangguan pendengaran, termasuk tuli mendadak.

  • Gangguan keseimbangan.

  • Kelemahan tungkai dan lengan.

  • Sering merasa lelah tanpa alasan yang jelas.

 

Diagnosis Kanker Otak

 

Untuk menegakkan diagnosis kanker otak, dokter akan memulai dengan melakukan tanya jawab (anamnesis) mengenai keluhan dan gejala serta riwayat kesehatan sebelumnya. Kemudian, guna menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan penunjang.

 

Adapun jenis-jenis pemeriksaan yang digunakan untuk menunjang diagnosis kanker otak adalah sebagai berikut:

 

  • CT scan, yaitu jenis pencitraan menggunakan sinar X untuk menilai ada tidaknya pertumbuhan jaringan yang tidak normal di dalam otak, hasilnya akan diolah melalui  teknologi komputer sehingga menggambarkan detail dari otak pasien.

  • MRI, yaitu jenis pencitraan yang menggunakan gelombang elektromagnetik dan pengolahan gambar dengan komputer untuk memperoleh gambaran jaringan otak secara detail.

  • PET scan, yaitu pemeriksaan dengan memanfaatkan zat radioaktif untuk menilai pertumbuhan sel abnormal di otak dan organ tubuh lainnya.

  • Biopsi, yaitu prosedur yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tumor di otak untuk diperiksa di laboratorium untuk menilai jenis sel yang berkembang.

 

Apakah Kanker Otak Bisa Sembuh?

 

Pemulihan dari kanker otak umumnya bergantung pada jenis sel kanker, lokasi, ukuran, stadium, dan grade. Semakin awal kanker terdeteksi, semakin tinggi pula peluang remisi (kondisi ketika sel kanker dinyatakan hilang) pada pasien. Hal ini dikarenakan deteksi dini memungkinkan penderita kanker mendapatkan penanganan yang tepat lebih awal.

 

Pada dasarnya, pengobatan kanker otak dilakukan untuk mengelola gejala, menghancurkan sel kanker, dan menjaga kualitas hidup pasien. Dokter akan merencanakan pengobatan sesuai dengan lokasi, ukuran, dan jenis tumor, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

 

Pengobatan Kanker Otak

 

Beberapa jenis pengobatan yang sering kali digunakan oleh dokter untuk menangani kanker otak adalah sebagai berikut:

 

  • Operasi. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat tumor ganas yang terdapat dalam otak, baik itu seluruhnya maupun sebagian besar tanpa memengaruhi fungsi otak.

  • Radioterapi. Pengobatan ini menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sisa sel kanker setelah operasi. Salah satu jenis radioterapi untuk kanker otak adalah Gamma Knife, yaitu terapi radiasi dengan presisi tinggi yang dapat dilakukan tanpa operasi terbuka. 

  • Kemoterapi. Pengobatan ini dilakukan dengan memberikan obat khusus kepada pasien kanker untuk membunuh sel kanker setelah operasi atau untuk meredakan gejala.

  • Perawatan paliatif. Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, baik dengan mengurangi gejala dan rasa nyeri maupun dengan memperhatikan aspek psikologis pasien dan keluarga. Umumnya, perawatan ini akan dilakukan bila pasien tidak memenuhi kriteria atau tidak dapat menjalani pilihan pengobatan lainnya.

 

Cara Mencegah Kanker Otak

 

Beberapa tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker otak. Cara yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:

 

  • Sebisa mungkin menghindari paparan sinar radiasi dosis tinggi yang tidak diperlukan dan paparan bahan kimia yang bersifat karsinogen, termasuk bahan metal.

  • Menghentikan kebiasaan merokok serta menghindari asap rokok.

  • Menjaga kesehatan tubuh, termasuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, rutin olahraga, istirahat yang cukup, dan mengelola stres, untuk menghindari kemungkinan terserang penyakit.

 

Memilih Rumah Sakit Kanker yang Tepat untuk Pengobatan

 

Mengingat setiap pasien kanker memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda, pemilihan rumah sakit perlu mempertimbangkan kelengkapan layanan. Hal ini mencakup kompetensi dan pengalaman tim dokter, kolaborasi tim multidisiplin, ketersediaan teknologi dan fasilitas medis, serta pilihan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.

 

Di sisi lain, akreditasi maupun pengakuan standar internasional dari lembaga tepercaya juga dapat menjadi acuan dalam mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit dan standar keselamatan pasien. Menurut American Cancer Society, salah satu badan akreditasi yang menilai hal tersebut adalah Joint Commission International (JCI).

 

Sebagai rumah sakit yang terakreditasi oleh JCI, Siloam International Hospitals menyediakan layanan onkologi (kanker) yang didukung oleh dokter spesialis dan tim multidisiplin yang berpengalaman, serta teknologi dan fasilitas medis terkini. Karena itu, jika mengalami gejala yang mengarah pada kanker otak, seperti sakit kepala yang menetap, mual, dan muntah, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan rencana penanganan yang sesuai. Pada kondisi tertentu, salah satu pilihan penanganan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter adalah Gamma Knife, radioterapi noninvasif presisi tinggi yang juga tersedia di Siloam Hospitals Lippo Village.

 

Untuk mengakses layanan kesehatan dengan mudah, gunakan aplikasi MySiloam. Dengan MySiloam, Anda juga dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

American Cancer Society. Adult Brain Tumor Early Detection, Diagnosis, and Testing. Diakses pada 2026 | Cancer Research UK. If Your Brain Tumour Can’t Be Cured. Diakses pada 2026 | Exploration. Advancements and Challenges in Brain Cancer Therapeutics. Diakses pada 2026 | IU Health. How Do You Know If You Have Brain Cancer? Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Brain Tumor: Diagnosis and Treatment. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail