Kesehatan Tubuh
Apa itu Keloid? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Keloid adalah pertumbuhan bekas luka yang tidak normal karena cenderung menutupi bekas luka, melebar, dan menonjol pada kulit. Padahal, biasanya bekas luka akan memudar dan menghilang seiring waktu. Keloid dapat muncul tanpa gejala lain, namun terkadang juga disertai dengan rasa gatal atau nyeri.
Tak jarang kehadiran keloid dianggap mengganggu penampilan sehingga mengurangi rasa percaya diri. Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan apakah keloid bisa disembuhkan? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Keloid?
Keloid adalah bekas luka yang menonjol dan mengeras serta bisa berkembang lebih besar daripada ukuran luka aslinya. Perlu diketahui, tidak semua luka menimbulkan keloid. Namun, beberapa orang dengan kondisi kulit sensitif akan lebih mudah terkena keloid.
Selain luka akibat cedera, munculnya keloid juga dapat dipicu oleh jerawat yang parah, pembuatan tato, tindik, cacar air hingga luka bekas operasi. Dalam kasus langka, keloid bisa muncul tanpa didahului luka (keloid spontan).
Apakah Keloid Berbahaya?
Keloid umumnya muncul di area kulit tipis atau sensitif, seperti bahu, pipi, dada, dan telinga. Namun, tak menutup kemungkinan juga tumbuh di bagian tubuh lainnya. Keloid bukanlah kondisi yang membahayakan, hanya saja bekas luka ini dapat membesar secara perlahan dalam beberapa bulan atau tahun dan kerap mengganggu penampilan.
Penyebab Keloid
Belum diketahui secara pasti apa penyebab keloid. Namun, ada dugaan bahwa tumbuhnya keloid merupakan bagian dari proses penyembuhan sel kulit setelah cedera dengan membentuk jaringan parut. Pada kasus terjadinya keloid, jaringan parut tersebut terus tumbuh bahkan setelah luka sembuh.
Beberapa cedera atau luka yang sering menimbulkan keloid adalah sebagai berikut:
-
Luka bakar.
-
Luka gores.
-
Luka bekas jerawat.
-
Luka cacar air.
-
Luka piercing (tindik telinga).
-
Luka sayatan operasi.
-
Lokasi suntikan vaksinasi.
Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami keloid adalah sebagai berikut:
-
Riwayat keluarga.
-
Berusia 10–30 tahun.
Gejala Keloid
Munculnya keloid biasanya langsung terlihat di lokasi kulit yang cedera. Meski bisa berbeda pada masing-masing orang, beberapa gejala umum keloid adalah sebagai berikut:
-
Dimulai dengan luka. Bekas luka yang sebelumnya berwarna merah muda, merah, atau ungu akan menggelap seiring berjalannya waktu.
-
Muncul dan tumbuh secara perlahan. Keloid tumbuh dengan lambat, dimulai dari ukuran kecil dan membesar seiring berjalannya waktu.
-
Memiliki tekstur berbeda dari kulit di sekitarnya. Beberapa keloid terasa lebih lembut saat disentuh namun bisa juga terasa lebih keras dan kenyal.
-
Muncul keluhan gatal dan nyeri. Terkadang pertumbuhan keloid menimbulkan rasa gatal atau nyeri, namun gejala ini akan menghilang ketika pertumbuhan keloid berhenti.
Cara Mengobati Keloid
Pada dasarnya, keloid adalah kondisi yang tidak membahayakan. Akan tetapi, tak jarang kemunculannya dianggap mengganggu penampilan bagi sebagian orang. Itulah mengapa banyak yang ingin tahu bagaimana cara menghilangkan keloid yang sudah lama dan membesar.
Beberapa prosedur medis yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengatasi keloid adalah sebagai berikut:
-
Suntikan kortikosteroid: Suntikan ini diberikan setiap 3–4 minggu sekali untuk mengecilkan bekas luka. Meski keloid dapat menyusut setelah beberapa kali suntikan, kondisi ini berpotensi kambuh kembali dalam waktu lima tahun.
-
Operasi keloid: Apabila ukuran luka cukup besar, biasanya dokter akan menyarankan operasi pengangkatan. Perawatan ini dilakukan dengan memotong bekas jaringan parut. Meski begitu, keloid tetap bisa kambuh sehingga dokter juga akan merekomendasikan suntikan kortikosteroid atau krioterapi untuk mengurangi risiko keloid tumbuh kembali.
-
Pressure treatment: Perawatan ini dilakukan dengan menekan area keloid menggunakan alat khusus untuk mengurangi aliran darah dan menghentikan jaringan parut tumbuh kembali. Prosedur ini efektif untuk mencegah kembalinya keloid di kemudian hari. Namun, selama prosesnya, pasien merasakan nyeri dan tidak nyaman.
-
Perawatan laser: Perawatan ini berguna untuk mengurangi tonjolan dan memudarkan bekas keloid dan biasanya disarankan bersamaan dengan suntikan dan pressure treatment. Namun, perawatan laser berisiko menyebabkan efek samping, iritasi, atau kemerahan.
-
Lembaran silikon dan gel: Perawatan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan pressure treatment untuk mengecilkan ukuran keloid.
-
Cryotherapy: Jenis pengobatan ini dinilai sebagai cara menghilangkan keloid yang paling efektif. Perawatan ini dilakukan dengan membekukan bekas jaringan parut dari dalam ke luar menggunakan nitrogen cair. Tingkat keberhasilan cryotherapy lebih tinggi pada ukuran keloid yang kecil.
-
Ligature: Perawatan ini biasanya direkomendasikan dokter bila ukuran keloid cukup tebal. Ligature dilakukan dengan cara mengikat keloid menggunakan benang bedah. Benang tersebut akan memotong keloid secara bertahap dan menyebabkan kerontokan. Benang bedah akan diperbarui setiap 2–3 minggu sekali hingga keloid memudar.
Itulah informasi seputar penyebab dan cara mengatasi keloid. Perlu diketahui bahwa informasi pada artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami keluhan terkait kondisi kulit, seperti keloid, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi (Kulit) di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh saran perawatan medis yang tepat.
Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini pun mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Arie Wibisono, SpBP-RE, AIFO-K
Bedah Plastik
Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Agus Roy R.H. Hamid, SpBP-RE (K)
Bedah Plastik
Subspesialis Bedah Tangan
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Mendy Hatibie Oley, SpBP-RE (K)
Bedah Plastik
Subspesialis Kraniomaksilofasial
Siloam Hospitals Manado
Tersedia :
Tersedia hari ini
Dermatologue - Aquapure Facial (3x treatment)
Lainnya
Rp2.050.000
TERPOPULER
Dermatologue - Aquapure Serum
Lainnya
Rp150.000
Laser Biaxis Brightening Laser for Face
Lainnya
1 Service/Item
Rp2.380.000
Laser Fotona Active Acne Treatment
Lainnya
1 Service/Item
Rp1.660.000
Laser Biaxis Photorejuvenation Laser Face
Lainnya
1 Service/Item
Rp2.200.000







