6 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma untuk Kesuburan Pria
Pola Hidup Sehat

6 Cara Meningkatkan Kualitas Sperma untuk Kesuburan Pria

21 Januari 2026 6 menit waktu baca
cara meningkatkan kualitas sperma

Jumlah sperma yang normal belum tentu menunjukkan bahwa kualitasnya sudah baik dan menjamin peluang kehamilan lebih besar. Faktor kualitas sperma, seperti bentuk, kekuatan gerak, dan kesehatannya, juga sangat menentukan keberhasilan proses pembuahan.

 

Sperma yang baik harus mampu bergerak dari vagina, melewati serviks dan rahim, hingga mencapai tuba falopi untuk membuahi sel telur. Karena itu, pemahaman seputar bagaimana cara meningkatkan kualitas sperma menjadi hal penting bagi setiap orang, terutama pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Mari simak artikel ini untuk mengetahui lebih jelas indikator kesehatan sperma dan cara meningkatkan kualitasnya.

 

Penyebab Kualitas Sperma Rendah

 

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kualitas sperma rendah, termasuk usia, masalah medis tertentu, atau faktor lingkungan. Selain itu, gaya hidup yang buruk juga bisa memengaruhi kualitas sperma, misalnya merokok dan menggunakan narkoba. Adapun beberapa masalah medis yang bisa memengaruhi kesuburan pria antara lain:

 

  • Gangguan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari (bagian otak yang memberi sinyal pada testis untuk memproduksi testosteron dan sperma).

  • Masalah pada testis.

  • Gangguan transportasi sperma.

 

Sebagai informasi, kemampuan sperma untuk bergerak (motilitas sperma) dan jumlah sperma cenderung menurun seiring bertambahnya usia, utamanya setelah seseorang berusia 50 tahun. Selain itu, kemoterapi dan terapi radiasi untuk kanker juga dapat mengganggu produksi sperma dan dapat menyebabkan infertilitas.

 

Indikator Kesehatan Sperma

 

Terdapat tiga indikator yang dinilai dokter dalam menentukan kualitas sperma yang sehat, yaitu kuantitas, pergerakan, dan struktur. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Kuantitas: Seberapa banyak sperma yang terkandung dalam air mani (semen) yang keluar saat ejakulasi. Pria memerlukan setidaknya 15 juta sperma per mililiter air mani untuk memiliki jumlah sperma yang normal.

  • Pergerakan (motilitas): Seberapa cepat atau baik arah pergerakan sperma saat menuju sel telur.

  • Struktur: Sperma yang normal memiliki kepala berbentuk seperti telur dan ekor panjang. Ekor tersebut digunakan untuk berenang ke sel telur.

 

Cara Meningkatkan Kualitas Sperma

 

Kualitas sperma yang rendah dapat diperbaiki melalui beberapa cara mandiri yang sederhana, mulai dari berolahraga secara rutin, menerapkan pola makan sehat, hingga mengelola stres dan mengonsumsi suplemen. Berikut uraian selengkapnya tentang cara meningkatkan kualitas sperma. 

 

1. Olahraga secara Rutin

 

Cara meningkatkan kualitas sperma yang pertama adalah tetap aktif dengan berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan kadar testosteron, yaitu hormon yang berperan penting dalam produksi dan kualitas sperma.

 

Meski demikian, tingkat intensitas olahraga yang paling efektif untuk mendukung kesuburan pria masih menjadi perdebatan. Studi pada American Journal of Men’s Health (2017)  menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi berpotensi memberikan manfaat yang lebih besar terhadap kualitas sperma.

 

Namun, temuan berbeda dilaporkan dalam The World Journal of Men’s Health yang menemukan bahwa intensitas olahraga yang terlalu tinggi justru dapat berdampak negatif pada kesuburan pria. Untuk itu, disarankan memilih intensitas latihan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing dan berkonsultasi dengan dokter bila diperlukan.

 

2. Mengonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi

 

Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kesehatan reproduksi. Pria yang lebih banyak mengonsumsi makanan olahan dan makanan cepat saji berisiko memiliki kualitas sperma yang lebih rendah. Adapun beberapa jenis makanan untuk meningkatkan kualitas sperma yang bisa dikonsumsi secara rutin meliputi:

 

  • Makanan yang mengandung vitamin B12: Vitamin ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi daging, ikan, dan susu. Menurut studi dalam jurnal Biomolecules, vitamin B12 bermanfaat untuk membantu melindungi sperma dari peradangan dan stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.

  • Makanan yang mengandung vitamin C: Dapatkan asupan vitamin C dengan mengonsumsi jeruk, kentang, tomat, dan bayam. Makanan tersebut dapat membantu meningkatkan jumlah sperma.

  • Kacang-kacangan: Makanan ini telah lama dipercaya dapat memberikan efek positif pada kesehatan seksual. Penelitian pada The American Journal of Clinical Nutrition (2018) menemukan bahwa diet tinggi almond, kenari, dan hazelnut selama 14 minggu dapat meningkatkan jumlah sperma hingga 16%.

  • Likopen: Likopen adalah senyawa yang memberikan warna merah, seperti pada tomat dan semangka. Namun, likopen juga dapat mengurangi reactive oxygen species (ROS) di dalam tubuh. Pasalnya, ROS dapat merusak asam deoksiribonukleat (DNA) dan merusak sperma. Studi dalam Asian Journal of Andrology menyebutkan bahwa mengonsumsi 4–8 mg likopen sehari dapat meningkatkan motilitas dan jumlah sperma.

 

3. Menghindari Produk dan Senyawa Tertentu

 

Beberapa senyawa atau bahan kimia tertentu dapat mengganggu hormon reproduksi yang dapat membawa dampak negatif bagi kualitas sperma. Menurut The Centers for Disease Control, beberapa bahan kimia di tempat kerja yang bisa memengaruhi kualitas sperma, di antaranya:

 

  • Timbal, biasanya ditemukan dalam pipa, cat, tanah, dan debu.

  • Stirena dan aseton, biasanya ditemukan dalam wadah plastik, kemasan, insulasi, atau bahan kontraksi umum.

  • Uap merkuri, biasanya ditemukan dalam aerosol industri dan debu logam.

  • Dibromochloropropane, biasanya ditemukan dalam pestisida.

 

4. Membatasi Kafein dan Alkohol

 

Gaya hidup sehat sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma. Dua hal yang sering terlewatkan namun berdampak besar adalah konsumsi kafein dan alkohol.

 

Mengonsumsi kafein (seperti pada kopi, soda, atau minuman berenergi) secara berlebihan diketahui dapat memengaruhi kesehatan DNA sperma. Jika DNA sperma terganggu, peluang keberhasilan pembuahan pun dapat menurun. Sebaiknya, batasi konsumsi kafein agar tidak lebih dari 2 cangkir sehari.

 

Alkohol juga dapat mengganggu keseimbangan hormon pria. Pria yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah tinggi diketahui sering kali memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dan gerakan (motilitas) sperma yang lebih lambat. Hal ini tentu menyulitkan sperma untuk mencapai sel telur.

 

5. Mengelola Stres

 

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa tingkat stres juga bisa memengaruhi kualitas sperma. Sebuah studi berjudul Impact of Psychological Stress Measured in Three Different Scales on Testis Function menunjukkan bahwa stres berkaitan dengan penurunan kualitas sperma. Hal ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya kortisol (hormon stres) yang bisa berdampak negatif pada kadar testosteron. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola stres antara lain:

 

  • Olahraga.

  • Meditasi.

  • Menulis jurnal.

  • Tidur yang cukup.

  • Bercerita dengan teman atau profesional.

 

6. Mengonsumsi Suplemen

 

Cara meningkatkan kualitas sperma juga dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi vitamin dan mineral yang didapatkan dari makanan atau suplemen. Namun, untuk mengonsumsi suplemen, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa suplemen yang biasanya direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas sperma adalah:

 

  • Suplemen vitamin C untuk membantu meningkatkan jumlah dan motilitas sperma.

  • Vitamin D untuk membantu meningkatkan testosteron (bila mengalami defisiensi vitamin D).

  • Zinc untuk membantu mengatasi jumlah sperma yang rendah.

  • Ekstrak akar ashwagandha untuk membantu meningkatkan jumlah dan motilitas sperma.

 

Itulah penjelasan mengenai beberapa cara meningkatkan kualitas sperma. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif. Untuk itu, bila mengalami keluhan terkait dengan masalah reproduksi seperti gangguan ereksi atau kualitas sperma buruk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

 

Dalam hal ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan diagnosis dan saran kesehatan yang tepat guna meningkatkan kesehatan sistem reproduksi secara menyeluruh, termasuk kualitas sperma.

 

Anda dan pasangan yang sedang merencanakan program kehamilan juga bisa mengunjungi Siloam Fertility and Minimal Invasive Center. Layanan ini dibangun dengan konsep one-stop services untuk memberikan layanan komprehensif terkait dengan perencanaan program kehamilan yang dilakukan oleh tim dokter multidisiplin dan berpengalaman di bidangnya dalam satu lokasi.

 

Selain itu, Anda dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk kemudahan dalam memperoleh informasi lengkap mengenai jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Segera unduh aplikasi MySiloam dan dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis.

Sumber

Webmd. Sperm Count. Diakses pada 2024 | Healthline. Boost Male Fertility Sperm Count . Diakses pada 2024 | Healthline. The 7-Step Checklist to Healthy, Fertile Sperm. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail