Elektrofisiologi Jantung: Fungsi, Prosedur, dan Efek Samping
Kesehatan Tubuh

Elektrofisiologi Jantung: Fungsi, Prosedur, dan Efek Samping

22 Januari 2026 4 menit waktu baca
(Rework) mengenal pemeriksaan Elektrofisiologi jantung

Elektrofisiologi jantung atau electrophysiology study (EP Study) adalah pemeriksaan khusus yang digunakan untuk mendeteksi gangguan sistem listrik pada jantung. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan ketika pasien mengalami keluhan irama jantung yang abnormal.

 

Melalui pemeriksaan elektrofisiologi jantung, dokter dapat mengetahui faktor penyebab irama jantung tidak normal. Dengan begitu, dokter bisa menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien. Mari ketahui lebih lanjut mengenai elektrofisiologi jantung di bawah ini.

 

Apa itu Elektrofisiologi Jantung?

 

Elektrofisiologi jantung adalah prosedur pemeriksaan yang digunakan untuk mengecek dan mengevaluasi sistem kelistrikan jantung. Biasanya, dokter melakukan pemeriksaan ini pada pasien dengan gangguan pada irama jantung.

 

Gangguan irama jantung atau aritmia adalah kondisi yang ditandai dengan detak jantung tidak teratur, bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan. Kondisi ini berkaitan dengan beberapa kondisi kardiovaskular, seperti gagal jantung, penyakit arteri koroner, dan penyakit katup jantung.

 

Elektrofisiologi atau electrophysiology study (EP Study) tidak dilakukan oleh semua dokter jantung.  Prosedur ini biasanya hanya jalankan oleh dokter spesialis jantung yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam menangani gangguan irama jantung atau aritmia (elektrofisiolog).

 

Fungsi Elektrofisiologi Jantung

 

EP study memiliki beragam fungsi, salah satunya dapat membantu dokter menegakkan diagnosis berbagai gejala yang berkaitan dengan penyakit jantung. Berikut sejumlah fungsi elektrofisiologi jantung selengkapnya:

  • Mencari tahu penyebab irama jantung tidak normal untuk menentukan pengobatannya.

  • Menilai risiko kematian jantung mendadak (sudden cardiac death) pada penderita penyakit jantung.

  • Melakukan evaluasi terhadap kinerja obat yang diberikan untuk menangani aritmia.

  • Menentukan area jantung yang bertanggung jawab terhadap irama tidak teratur sebelum melakukan ablasi jantung untuk mengatasi aritmia.

 

Persiapan sebelum Prosedur Elektrofisiologi

 

Sebelum menjalani pemeriksaan ini, biasanya dokter akan meminta pasien untuk berpuasa selama satu malam. Ketika hendak memulai prosedur elektrofisiologi, pasien akan diberi obat penenang agar lebih rileks. Bila perlu, dokter akan melakukan anestesi untuk mencegah rasa nyeri selama pemeriksaan.

 

Jika terdapat riwayat konsumsi rutin obat-obatan tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum dilakukan pemeriksaan. Pasalnya terdapat  obat-obatan yang dapat memengaruhi hasil tes.

 

Prosedur Elektrofisiologi Jantung

 

Ketika pemeriksaan dimulai, pertama-tama dokter akan menempatkan kateter di tiga atau lebih area jantung. Kateter tersebut dimasukkan melalui pembuluh darah, lalu didorong hingga sampai ke jantung. Saat sudah berada di jantung, sensor di ujung kateter akan mengirim sinyal listrik. Dari sini, rekaman aktivitas listrik jantung dimulai.

 

Pemeriksaan ini bisa berlangsung 1–4 jam, tergantung kondisi pasien. Selama prosedur elektrofisiologi jantung berlangsung, dokter bisa melakukan serangkaian tes tambahan sesuai dengan kondisi pasien. Adapun beberapa tes yang biasa dilakukan pada prosedur ini adalah:

 

  • Ablasi jantung: Penggunaan energi panas atau dingin untuk menghambat sinyal listrik penyebab aritmia.

  • Intracardiac electrogram: Memantau pergerakan sinyal listrik saat melalui jantung.

  • Pemberian obat-obatan: Melihat respons jantung saat menerima obat-obatan, serta untuk menentukan dosis obat yang tepat sesuai kondisi pasien.

  • Cardiac mapping: Menentukan area untuk melakukan ablasi jantung.

  • Pengiriman sinyal listrik untuk mempercepat atau melambatkan detak jantung, sehingga bisa diketahui penyebab aritmia dan lokasinya.

 

Risiko Elektrofisiologi Jantung

 

Di samping manfaatnya dalam mendeteksi aritmia, elektrofisiologi jantung juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Infeksi.

  • Kerusakan pembuluh darah dan katup jantung.

  • Perdarahan di sekitar jantung.

  • Kerusakan sistem kelistrikan jantung.

  • Serangan jantung.

  • Stroke.

  • Kematian.

 

Perawatan setelah Elektrofisiologi Jantung

 

Setelah menjalani pemeriksaan, pasien akan diminta untuk beristirahat di ruangan khusus selama 4–6 jam guna memantau detak jantung. Dokter juga akan memantau tekanan darah untuk melihat apakah terjadi komplikasi setelah prosedur dilakukan.

 

Umumnya, pasien akan diperbolehkan pulang di hari yang sama. Namun, dokter juga akan mempertimbangkan kondisi masing-masing pasien dalam hal ini. Jika diizinkan pulang, pasien dianjurkan untuk beristirahat dengan cukup di rumah. Pasien juga mungkin akan merasakan nyeri pada tempat di mana kateter dimasukkan.

 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa elektrofisiologi adalah teknologi yang hadir untuk membantu dokter dalam memeriksa kondisi kesehatan jantung pasien, khususnya pasien dengan keluhan irama jantung yang tidak normal.

 

Perlu diingat bahwa kesehatan jantung adalah hal yang penting untuk diperhatikan, mengingat bahwa organ ini merupakan salah satu organ vital dalam tubuh. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin.

 

Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin di Siloam Hospitals terdekat dengan menggunakan paket Medical Check Up Skrining Jantung yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

 

Apabila Anda mengalami keluhan lain mengenai kondisi kesehatan jantung, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Cinere yang menyediakan berbagai layanan dan fasilitas berkualitas untuk menangani penyakit kardiovaskular.

 

Buat janji temu terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter, atau gunakan juga aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah dan cepat. Mari unduh aplikasinya dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail