Kesehatan Tubuh
Mengenal Metode SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Table of Contents
SADARI adalah metode pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. SADARI adalah metode pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan mudah karena hanya perlu memperhatikan dan meraba payudara sendiri menggunakan tangan.
Namun, bagaimana cara melakukan teknik SADARI yang benar dan tepat? Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan mengenai SADARI selengkapnya melalui artikel di bawah ini.
Pentingnya Teknik SADARI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara
Kanker payudara adalah kondisi medis yang terjadi karena terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal pada jaringan payudara. Kanker payudara yang ditangani sejak dini diketahui dapat meningkatkan potensi harapan hidup serta kemungkinan sembuh dari penyakit tersebut.
Oleh karena itu, sebagai upaya deteksi dini kanker payudara, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Metode SADARI adalah prosedur pemeriksaan mandiri dengan melihat dan meraba payudara sendiri untuk mendeteksi jika terdapat perubahan pada payudara.
Setiap wanita, terutama yang memiliki faktor risiko kanker payudara seperti di bawah ini disarankan untuk melakukan SADARI secara rutin:
- Wanita yang mengalami menstruasi pertama kalinya di bawah usia 12 tahun.
- Wanita yang mengalami menopause terlambat di atas usia 55 tahun.
- Wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan.
- Wanita yang tidak menyusui.
- Terdapat keluarga yang memiliki riwayat kanker payudara.
- Hamil dan melahirkan saat berusia lebih dari 35 tahun.
- Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal atau menjalani terapi hormonal dalam jangka waktu yang lama.
- Memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
- Mengonsumi makanan tinggi lemak berlebihan.
- Wanita yang mengalami stres berat.
- Pernah menjalani operasi tumor jinak pada payudara.
Cara Melakukan Teknik SADARI
Pada dasarnya, waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI adalah 7–10 hari setelah periode menstruasi berakhir. Perlu diketahui bahwa SADARI tidak dianjurkan selama periode menstruasi berlangsung karena adanya perubahan kadar hormon yang signifikan selama periode tersebut sehingga membuat payudara terasa lebih kencang daripada biasanya.
Adapun sejumlah metode yang dapat dilakukan untuk menerapkan SADARI adalah sebagai berikut:
1. Saat Mandi
Saat sedang mandi, SADARI dapat dilakukan dengan mengangkat salah satu tangan dari sisi payudara yang hendak diperiksa ke belakang kepala. Lalu, dengan menggunakan tangan yang satunya lagi, rabalah seluruh area payudara menggunakan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis yang telah dilumuri sabun. Cobalah untuk meraba payudara sendiri dengan gerakan melingkar mulai dari bagian payudara yang dekat dengan ketiak hingga ke puting.
SADARI yang dilakukan saat mandi ini dinilai cukup efektif karena busa sabun dapat memudahkan pergerakan jari-jari tangan untuk mendeteksi keberadaan benjolan atau perubahan fisik pada payudara hingga area ketiak.
2. Saat Bercermin
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode SADARI saat bercermin.
- Berdirilah di depan cermin dan buka pakaian dari pinggang ke atas.
- Letakkan lengan dengan posisi lurus ke bawah. Perhatikan bentuk, ukuran, warna kulit, dan permukaan payudara sendiri. Tak perlu khawatir apabila menemukan bentuk kedua payudara yang tidak sama besar karena hal tersebut wajar.
- Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Lalu, perhatikan kedua payudara seraya berkaca.
- Membungkuklah di depan kaca dan biarkan payudara terjulur ke bawah. Raba dan perhatikan payudara untuk mendeteksi jika terdapat perubahan fisik pada payudara.
- Letakkan kedua tangan di belakang kepala dan tautkan kedua tangan tersebut. Lalu, perhatikan perubahan pada payudara.
- Tekanlah puting secara perlahan menggunakan jempol dan jari telunjuk untuk memperhatikan apakah terdapat cairan yang keluar dari puting payudara.
- Rabalah payudara, tulang selangka, dan ketiak menggunakan tangan secara perlahan untuk mendeteksi jika terdapat benjolan abnormal atau rasa nyeri saat perabaan.
3. Saat Berbaring
Pemeriksaan payudara sendiri juga dapat dilakukan saat sedang berbaring karena posisi tersebut dapat membuat jaringan payudara menyebar rata di bagian dada sehingga memudahkan seseorang untuk mendeteksi benjolan abnormal. Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memeriksa payudara sendiri saat berbaring adalah sebagai berikut:
- Baringkan tubuh pada permukaan yang datar dengan posisi senyaman mungkin.
- Letakkan bantal kecil atau gulungan handuk di bawah pundak.
- Posisikan tangan kiri di bawah kepala. Lalu, gunakan jari-jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan gerakan melingkar mengikuti arah jarum jam. Lakukan teknik yang sama untuk memeriksa payudara kanan.
Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai
Adapun sejumlah gejala awal kanker payudara yang perlu diwaspadai saat sedang melakukan teknik SADARI adalah sebagai berikut:
- Benjolan pada payudara yang terasa semakin membesar sejak terakhir kali melakukan SADARI tanpa disertai nyeri.
- Perubahan pada bentuk, ukuran, dan penampilan payudara.
- Terdapat cekungan atau tarikan pada kulit payudara.
- Perubahan tekstur kulit payudara yang menyerupai tekstur kulit jeruk.
- Pembengkakan pada area di sekitar ketiak karena adanya pembesaran kelenjar getah bening.
- Keluarnya cairan dari puting payudara.
SADARI adalah metode pemeriksaan mandiri yang penting dilakukan untuk deteksi dini tumor ataupun kanker payudara. Selain itu, untuk diagnosis lanjutan, Anda juga dapat melakukan SADANIS atau periksa payudara secara klinis di fasilitas kesehatan terdekat.
Untuk itu, Anda dapat memesan paket Skrining Kanker Payudara di Siloam Hospitals terdekat. Paket ini telah mencakup tes darah, pemeriksaan penanda kanker Ca153, mammografi, USG payudara, serta satu kali sesi konsultasi dengan dokter umum.
Pemesanan paket tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi MySiloam yang bisa diunduh dari Appstore atau Playstore. Selain memesan paket medical check up, aplikasi MySiloam juga menyediakan fitur Patient Portal yang memungkinkan Anda untuk memantau hasil skrining kesehatan.
Untuk penanganan lebih lanjut terkait dengan hasil skrining kanker payudara, Anda dapat mengunjungi klinik khusus kanker payudara di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang menjadi pusat unggulan dalam menangani kanker di Indonesia. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menyediakan tim dokter yang berpengalaman serta fasilitas medis berteknologi canggih sehingga mampu memberikan diagnosis serta penanganan medis yang tepat dan sesuai.
Praktis, Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan informasi jadwal, booking, serta buat janji temu dengan dokter terkait. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!





