Kesehatan Tubuh
Hepatektomi untuk Kanker Hati: Jenis, Prosedur, dan Risikonya

Table of Contents
Salah satu metode untuk menangani kanker hati adalah hepatektomi. Prosedur ini merupakan tindakan operasi untuk mengangkat sebagian (parsial) maupun seluruh organ hati yang mengalami gangguan, terutama akibat tumor atau kanker. Lantas, bagaimana prosedur hepatektomi dilakukan? Mari simak artikel berikut untuk informasi selengkapnya.
Apa Itu Hepatektomi?
Hepatektomi adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh organ hati. Tindakan ini umumnya dilakukan untuk mengatasi tumor hati, kanker hati, cedera berat pada hati, atau penyakit hati tertentu, seperti kista atau abses pada hati.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, kanker hati termasuk kanker dengan angka kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Karena itu, diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan terapi.
Secara umum, hepatektomi terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Hepatektomi Parsial
Hepatektomi parsial adalah operasi pengangkatan sebagian jaringan dari organ hati. Luas organ yang akan diangkat akan ditentukan sesuai dengan lokasi dan ukuran tumor di hati. Setelah tumor diangkat, diharapkan jaringan hati yang sehat akan mengambil alih fungsi dari bagian hati yang diangkat. Selain itu, hati juga memiliki kemampuan regenerasi, sehingga pada banyak kasus ukuran organ hati diharapkan dapat bertambah kembali secara bertahap.
Hepatektomi parsial umumnya dilakukan pada kondisi seperti:
-
Karsinoma hepatoseluler (HCC).
-
Intrahepatic cholangiocarcinoma.
-
Metastasis kanker kolorektal ke hati.
-
Adenoma hati.
-
Kista hati tertentu.
2. Hepatektomi Total
Hepatektomi total adalah pengangkatan seluruh organ hati. Tindakan ini biasanya dilakukan sebagai bagian dari transplantasi hati. Hepatektomi total dengan transplantasi hati biasanya dilakukan pada penyakit hati stadium lanjut atau ketika sel kanker sudah menyebar, di mana seluruh organ hati perlu diangkat dan ditransplantasikan.
Siapa yang Bisa Menjalani Hepatektomi?
Tidak semua pasien kanker hati dapat menjalani operasi ini. Dokter akan menilai beberapa faktor, seperti:
-
Fungsi hati yang masih memadai.
-
Kondisi fisik cukup sehat untuk bisa menjalani operasi.
-
Lokasi dan luas tumor terlokalisasi dengan baik.
-
Tidak ada penyebaran kanker yang meluas.
-
Tidak memiliki penyakit jantung, paru-paru, dan penyakit sistemik lainnya yang dapat memengaruhi pemulihan pascaoperasi.
Sebelum hepatektomi parsial, dokter akan memastikan kondisi volume hati yang aman untuk regenerasi dan mempertahankan fungsi hati setelah operasi.
Prosedur Operasi Hepatektomi
Prosedur operasi hepatektomi dapat dibagi ke dalam persiapan, operasi, dan pascaoperasi. Berikut penjelasannya:
1. Persiapan Hepatektomi
Pasien biasanya akan menjalani:
-
Pemeriksaan darah lengkap.
-
Tes fungsi hati (SGOT, SGPT, bilirubin, albumin).
-
Pemeriksaan pembekuan darah (PT, APTT, INR).
-
CT scan atau MRI hati.
-
Evaluasi kondisi umum.
-
Puasa sebelum operasi.
-
Penyesuaian obat tertentu sesuai arahan dokter.
2. Saat Operasi
Secara umum prosedur dilakukan dengan langkah berikut:
-
Pasien diberikan anestesi umum.
-
Dokter membuat sayatan di perut atau menggunakan teknik minimal invasif pada kasus tertentu.
-
Bagian hati yang sakit diangkat.
-
Bila transplantasi, hati donor akan dipasang.
-
Perdarahan dikendalikan.
-
Luka operasi ditutup dan pasien dipindahkan ke ruang pemulihan atau ICU.
Lama operasi dapat berbeda tergantung kompleksitas kasus.
3. Pascaoperasi Hepatektomi
Pemulihan pascahepatotektomi atau reseksi hati biasanya membutuhkan beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung jenis operasi dan kondisi pasien. Pasien tidak disarankan untuk mengangkat sesuatu yang berat atau melakukan olahraga berat selama 12 minggu pascaoperasi.
Mengonsumsi makanan untuk menjaga kesehatan hati dan menjalani pola hidup sehat setiap hari dapat membantu mempercepat pemulihan pascaoperasi. Pasien juga diharuskan untuk melakukan kontrol rutin dan tes diagnostik untuk memantau perkembangan penyakit dan pemulihan.
Risiko dan Komplikasi Hepatektomi
Hepatektomi adalah salah satu cara mengobati kanker hati yang dilakukan dengan prosedur kompleks dan memiliki sejumlah risiko komplikasi. Adapun risiko komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya:
-
Perdarahan.
-
Infeksi.
-
Gangguan fungsi hati.
-
Kegagalan fungsi hati.
-
Komplikasi dari anestesi.
-
Komplikasi paru-paru.
-
Kerusakan organ sekitar.
Kapan Harus ke Dokter?
Gangguan fungsi hati, termasuk kanker hati, bisa menimbulkan sejumlah keluhan dan gejala. Oleh karenanya, segera konsultasikan ke dokter bila mengalami gejala gangguan hati seperti:
-
Nyeri perut kanan atas.
-
Kulit atau mata kuning.
-
Berat badan turun tanpa sebab jelas.
-
Perut membesar.
-
Mudah lelah.
-
Nafsu makan menurun.
Hepatektomi hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.
Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait hepatektomi dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tidak semua rumah sakit mungkin menyediakan layanan tersebut. Sehingga, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Tidak perlu jauh ke luar negeri, untuk memudahkan Anda memperoleh pendapat medis yang lengkap, Anda dapat menghubungi Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis serta akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini dengan standar pelayanan yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.
Sumber
Journal of Hepatology. EASL Clinical Practice Guidelines on the management of hepatocellular carcinoma. Diakses pada 2026 | American Cancer Society. Surgery for Liver Cancer. Diakses pada 2026 | National Cancer Institute. Liver Cancer Treatment. Diakses pada 2026 | WHO. Global Cancer Observatory Indonesia. Diakses pada 2026 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Andry Irawan, M.Si, Med, SpB-KBD
Bedah Digestif
Spesialis Bedah Subspesialis Digestive
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Hati Lengkap
Skrining Lite
10 Service/Item
Rp3.000.000
Kanker Hati Komprehensif
Skrining Kanker
7 Service/Item
Rp3.300.000
TERPOPULER
Kanker Hati Tingkat Lanjut
Skrining Kanker
8 Service/Item
Rp4.800.000
TERPOPULER
SGPT (Fungsi Hati SGPT / ALT)
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp62.100
TERPOPULER
SGOT / AST (Fungsi Hati SGPT)
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
1 Service/Item
Rp62.100
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Hati
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
4 Service/Item
Rp261.000




