Kesehatan Tubuh
Kanker Nasofaring: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Kanker nasofaring adalah penyakit yang menyerang jaringan nasofaring. Apa itu jaringan nasofaring? Perlu diketahui, nasofaring merupakan bagian dari tenggorokan yang terletak di belakang rongga hidung dan di balik langit-langit rongga mulut.
Kanker nasofaring termasuk ke dalam salah satu jenis kanker ganas yang cukup umum terjadi di Indonesia. Sayangnya, gejala awal kanker nasofaring sulit terdeteksi, sehingga sering kali penderita menyadari penyakit ini ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Oleh karenanya, mengenal informasi seputar kanker nasofaring menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mewaspadai penyakit berbahaya ini. Mari simak penyebab, gejala, hingga penanganan kanker nasofaring melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Kanker Nasofaring?
Karsinoma atau kanker nasofaring adalah kondisi medis berupa munculnya pertumbuhan sel secara tidak normal, cepat, dan ganas di area sekitar belakang hidung dan bagian atas tenggorokan.
Penyakit kanker nasofaring dapat dialami oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, kondisi ini jarang menimbulkan tanda-tanda yang signifikan di tahap awal.
Gejala kanker nasofaring umumnya muncul ketika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya atau telah memasuki tahap lanjut. Menurut data dari Globocan, di Indonesia, kanker nasofaring menempati urutan ke-5 untuk kategori kasus baru terbanyak pada tahun 2020.
Penyebab Kanker Nasofaring
Masih belum diketahui secara pasti apa penyebab kanker nasofaring. Namun, sering kali penyebab kanker nasofaring dikaitkan dengan virus DNA yang mengakibatkan infeksi kronis, yaitu Epstein-barr atau EBV. Virus tersebut diduga dapat menginfeksi sel nasofaring sehingga mengakibatkan munculnya pertumbuhan sel abnormal.
Di samping itu, ada beberapa faktor risiko yang diketahui dapat memicu seseorang terkena kanker nasofaring, seperti:
- Berusia 30 sampai dengan 55 tahun.
- Umumnya ditemukan pada pria daripada wanita.
- Mengonsumsi makanan tinggi garam.
- Memiliki keluarga kandung dengan riwayat kanker nasofaring.
- Memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebih.
- Sering terpapar bahan kimia yang bersifat karsinogenik.
Gejala Kanker Nasofaring
Gejala kanker nasofaring biasanya akan dirasakan penderita ketika kanker telah memasuki stadium lanjut. Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut.
- Munculnya benjolan di tenggorokan.
- Mimisan.
- Pilek atau hidung tersumbat secara terus-menerus dan tidak kunjung hilang.
- Terdapat darah pada air liur.
- Sakit kepala yang tidak kunjung hilang.
- Mengalami infeksi telinga berulang kali.
- Telinga terasa tidak nyaman atau berdenging.
- Sakit tenggorokan.
- Kesulitan untuk membuka mulut, berbicara, dan bernapas.
- Kebas pada wajah.
Pengobatan Kanker Nasofaring
Beberapa tindakan medis yang akan dilakukan oleh dokter untuk menangani pasien kanker nasofaring adalah sebagai berikut:
1. Radioterapi
Radioterapi merupakan tindakan medis menggunakan sinar X untuk membunuh serta menghentikan pertumbuhan sel kanker. Radioterapi umumnya dikombinasikan dengan perawatan kemoterapi.
2. Kemoterapi
Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk menghentikan serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Kemoterapi dilakukan melalui infus atau dengan menyuntikkan obat-obatan tersebut ke tubuh pasien.
3. Operasi
Operasi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat tumor atau sel kanker. Pembedahan ini jarang dipilih sebagai pilihan utama prosedur pengobatan kanker nasofaring karena organ tubuh tersebut berdekatan dengan banyak saraf dan pembuluh darah yang cukup berisiko.
4. Imunoterapi
Imunoterapi adalah tindakan medis berupa pemberian obat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, tubuh dapat melawan sel kanker dengan sendirinya. Contoh obat imunoterapi yang biasa dokter resepkan adalah cetuximab dan pembrolizumab.
Selain itu, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjaga pola hidup sehatnya dan menjauhi pantangan-pantangan selama pengobatan kanker nasofaring berlangsung.
Salah satu pantangan kanker nasofaring adalah menghindari konsumsi daging olahan, seperti kornet atau ikan asin, secara berlebihan. Hal tersebut bermaksud agar tidak memperburuk kondisi kanker nasofaring. Sebab, daging olahan diketahui mengandung nitrosamin yang dapat memicu keganasan sel kanker.
Pencegahan Kanker Nasofaring
Untuk mencegah terjadinya kanker nasofaring, Anda bisa menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan memperbanyak konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
Hentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Batasi pula konsumsi makanan tinggi garam, makanan olahan, dan makanan yang dibakar karena dapat meningkatkan kadar karsinogen pemicu kanker.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi kanker nasofaring. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi kanker nasofaring dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.




