Mengenal Macam-Macam Bentuk Sediaan Obat dalam Dunia Medis
Kesehatan Tubuh

Mengenal Macam-Macam Bentuk Sediaan Obat dalam Dunia Medis

22 Agustus 2024 8 menit waktu baca
bentuk sediaan obat

Obat adalah suatu bahan atau zat aktif yang dapat diresepkan oleh dokter kepada pasien untuk meredakan, mengobati, menyembuhkan, hingga mencegah berbagai macam masalah kesehatan. Dalam penggunaannya, dokter dapat memberikan bentuk sediaan obat yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan dan kondisi kesehatan pasien.

 

Untuk mengetahui macam-macam bentuk sediaan obat selengkapnya, Anda dapat menyimak ulasan berikut ini.

 

Mengenal Macam-Macam Bentuk Sediaan Obat

 

Formulasi obat dalam bentuk sediaan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi dan kerja dari zat aktif yang terkandung di dalamnya. Selain itu, bentuk sediaan obat juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Misalnya, jika pasien kesulitan untuk menelan obat berbentuk padat, maka bisa diberikan obat cair.

 

Terdapat beberapa jenis bentuk sediaan yang umum digunakan dalam dunia medis, di antaranya sebagai berikut:

 

1. Sirup

 

Bentuk sediaan obat yang pertama adalah sirup. Obat ini mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis, maupun pewarna yang larut dalam cairan, sehingga lebih mudah untuk diminum dan diserap oleh tubuh.

 

Selain itu, terdapat pula jenis sediaan dry syrup atau sirup kering yang perlu dilarutkan dengan sedikit air terlebih dahulu. Jika sudah dilarutkan, dry syrup hanya boleh disimpan selama 7–14 hari atau tergantung rekomendasi pabrik pembuat obat.

 

2. Suspensi

 

Suspensi merupakan sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut dan terdispersi dalam fase cair. Beberapa jenis obat berbentuk suspensi bisa langsung digunakan, namun sebagian lainnya berupa campuran padat yang perlu dilarutkan terlebih dahulu.

 

Sebelum diminum, obat suspensi perlu dikocok terlebih dahulu agar obat tercampur secara merata. 

 

3. Obat Tetes

 

Obat tetes adalah sediaan obat berupa larutan atau suspensi steril yang digunakan dengan cara diteteskan pada bagian tubuh tertentu. Pada dasarnya, terdapat beberapa jenis obat tetes yang umum digunakan dalam dunia medis, di antaranya adalah obat tetes mata, obat tetes oral, dan obat tetes telinga.

 

4. Emulsi

 

Emulsi adalah sediaan obat yang terbentuk dari dua fase, di mana salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain dan berbentuk tetesan kecil. Misalnya, jika minyak yang merupakan fase terdispersi serta larutan air merupakan fase pembawa, hal ini disebut sebagai emulsi minyak dalam air dan sebaliknya.

 

5. Larutan

 

Larutan merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Obat yang berbentuk larutan biasanya memiliki dosis bahan aktif yang lebih seragam serta memiliki ketelitian yang baik apabila diencerkan atau dicampur dengan bahan lain.

 

Berdasarkan cara pemberiannya, sediaan larutan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu larutan oral dan larutan topikal. Sementara itu, jika dilihat dari sistem pelarut dan zat terlarutnya, sediaan ini bisa dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu spirit, tingtur, dan larutan air. 

 

6. Eliksir

 

Bentuk sediaan obat yang umum digunakan berikutnya adalah eliksir. Eliksir merupakan larutan oral yang mengandung etanol sebagai kosolven, yaitu zat pelarut yang ditambahkan dalam suatu sistem untuk membantu meningkatkan stabilitas atau melarutkan suatu zat.

 

7. Kapsul

 

Kapsul adalah bentuk sediaan obat yang terbungkus di dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang kapsul biasanya terbuat dari gelatin, namun bisa juga dibuat dari pati atau bahan lain yang sesuai.

 

Terdapat beberapa jenis obat kapsul yang perlu dikonsumsi secara langsung dengan cangkangnya. Namun, sebagian jenis obat kapsul lainnya mengharuskan pasien untuk membuka cangkang agar obat tersebut bisa bekerja secara maksimal. Selain adanya jenis kapsul cangkang keras dan lunak, ada pula jenis tablet berbentuk kapsul yang disebut kapsitab atau kaplet.

 

8. Tablet

 

Contoh bentuk sediaan obat selanjutnya adalah tablet. Sediaan obat ini terdiri dari zat aktif yang dikombinasikan dengan beberapa bahan tertentu, lalu dipadatkan. Obat tablet umumnya tersedia dalam bentuk oval atau bulat.

 

Sediaan obat tablet memiliki berbagai macam jenis berdasarkan bahan penyalut, metode pembuatan, serta distribusinya di dalam tubuh. Adapun beberapa contoh tablet yang umum digunakan dalam dunia medis adalah:

 

  • Tablet bukal: Tablet yang diletakkan pada bagian dalam pipi.

  • Tablet effervescent: Tablet yang dapat menghasilkan gas (CO2) saat dimasukkan ke dalam air.

  • Tablet kunyah: Tablet yang dikonsumsi dengan cara dikunyah. Tablet ini biasanya diformulasikan agar tidak meninggalkan rasa pahit di mulut.

  • Tablet ODT (orally disintegrating tablet): Tablet yang diformulasikan agar cepat hancur saat kontak dengan air liur.

  • Tablet sublingual: Tablet ini diletakkan di bawah lidah.

  • Tablet hisap: Digunakan dengan cara dihisap di dalam mulut.

  • Tablet vaginal (ovula): Tablet yang dimasukkan ke dalam vagina. 

  • Tablet lepas-lambat: Tablet yang diformulasikan agar zat aktif tersedia selama jangka waktu tertentu setelah obat diberikan. 

  • Tablet salut gula/film: Tablet yang dibuat dengan penyalutan menggunakan gula atau film yang bertujuan untuk melindungi obat dari udara, kelembapan, atau cahaya, untuk menutupi bau dan rasa obat yang tidak enak, serta meningkatkan penampilan tablet. 

  • Tablet salut enterik: Tablet yang diformulasikan dengan bahan penyalut enterik untuk menunda pelepasan obat sampai tablet sudah melewati lambung. 

 

9. Injeksi atau Sediaan Parenteral

 

Sediaan parenteral merupakan jenis sediaan yang digunakan dengan cara disuntikkan pada kulit atau batas jaringan eksternal lain. Nantinya, zat aktif yang telah disuntikkan tersebut akan mengalir langsung ke pembuluh darah, organ, atau jaringan di dalam tubuh lainnya.

 

Sediaan injeksi dapat berupa larutan yang siap diinjeksikan atau sediaan padat kering (serbuk) yang harus dilarutkan dahulu dengan pelarut yang sesuai sebelum diberikan kepada pasien. Pemberian obat injeksi hanya bisa dilakukan oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter.

 

10. Serbuk

 

Serbuk adalah sediaan obat berbentuk padat yang dihaluskan berupa butiran-butiran homogen dengan derajat halus yang sesuai. Bentuk sediaan obat ini terbuat dari campuran kering bahan obat atau zat kimia tertentu yang ditujukan untuk pemakaian oral atau pemakaian luar. Sediaan serbuk biasanya ditujukan untuk pasien anak-anak atau orang dewasa yang sukar menelan kapsul atau tablet. 

 

Jenis sediaan serbuk yang umum diresepkan, antara lain:

 

  • Serbuk oral: Jenis bentuk sediaan serbuk yang ditujukan untuk pemakaian dalam. Serbuk oral dapat diserahkan dalam bentuk pulveres (terbagi) atau pulvis (tidak terbagi). Serbuk terbagi umumnya dibungkus dengan kertas perkamen. Serbuk gigi dan serbuk tabur adalah contoh serbuk tidak terbagi. 

  • Serbuk tabur: Jenis serbuk ringan yang ditujukan untuk penggunaan topikal.

 

11. Obat Oles

 

Obat topikal atau dikenal dengan obat oles adalah jenis obat yang digunakan dengan cara dioleskan secara langsung pada permukaan kulit, lapisan mukosa, atau mata. Secara umum, bentuk sediaan obat oles dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

  • Salep: Bentuk obat topikal semi padat yang terbuat dari zat aktif terlarut atau terdispersi secara homogen dalam bahan dasarnya. Bentuk obat ini memiliki konsistensi yang seperti mentega, tidak mencair pada suhu biasa, namun mudah diaplikasikan tanpa menggunakan tenaga.

  • Krim: Bentuk sediaan obat semipadat yang mengandung satu atau lebih zat aktif terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar krim. Jenis obat oles ini banyak mengandung air, mudah diserap kulit, dan dapat dicuci dengan air.

  • Gel: Bentuk sediaan obat semi padat yang mengandung satu atau lebih zat aktif dan/atau minyak yang terlarut dalam bahan dasar gel. Sediaan ini memiliki tekstur halus dan licin.

  • Losion: Obat oles berbentuk cair yang terdiri dari zat aktif dan/atau minyak terdispersi berupa suspensi atau emulsi dalam bahan dasar losion.

  • Pasta: Sediaan obat berbentuk semipadat yang mengandung padatan terdispersi berkonsentrasi tinggi. Sediaan obat ini biasanya digunakan di kulit, membran mukosa, rongga mulut, dan lain-lain.

 

12. Supositoria

 

Supositoria adalah bentuk sediaan obat yang menyerupai peluru dan digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam anus, vagina, maupun saluran kencing. Obat ini terdiri dari zat aktif berupa losion, krim, atau minyak pelembap yang dibungkus di dalam tabung pipih dan bisa meleleh ketika dimasukkan ke dalam dubur, vagina, maupun saluran kencing. Jenis sediaan obat supositoria yang dimasukkan ke vagina juga dikenal sebagai ovula.

 

Sediaan obat ini umumnya perlu disimpan di dalam lemari es karena bisa mencair pada suhu ruang. Supositoria biasanya digunakan untuk menangani sembelit atau wasir.

 

13. Aerosol

 

Aerosol merupakan sediaan obat dalam bentuk partikel cair atau padat yang terdispersi di dalam gas. Biasanya digunakan melalui saluran pernapasan dengan alat penyemprot khusus yang menyemprotkan obat dalam bentuk partikel halus atau droplet.

 

Ada beberapa macam bentuk sediaan aerosol, antara lain:

 

  • Aerosol inhalasi: Terdiri dari sediaan cairan yang bisa terdispersi atau tersuspensi di dalam propelan, yaitu gas yang menghasilkan tekanan di dalam suatu wadah. Fungsinya adalah untuk mendorong konsentrat keluar dari wadah melalui katup. Salah satu contoh obat dalam bentuk sediaan ini adalah obat yang digunakan untuk meredakan serangan asma.

  • Aerosol nasal: Jenis sediaan aerosol yang menghasilkan partikel halus atau droplet dan digunakan melalui rongga hidung.

  • Aerosol lingual: Bentuk sediaan obat yang menghasilkan partikel halus atau droplet dan dapat mengendap di permukaan lidah. 

  • Aerosol topikal: Sediaan aerosol yang menghasilkan partikel halus atau droplet untuk diaplikasikan pada permukaan kulit.

 

14. Serbuk Inhalasi

 

Serbuk inhalasi atau dry powder inhalers (DPIs) merupakan bentuk sediaan obat yang mengandung campuran bahan aktif obat (API) dan bahan pembawa (carrier). Bentuk sediaan obat ini berupa serbuk padatan yang dikemas menggunakan wadah tertutup. Cara penggunaannya adalah dengan dihirup secara oral.

 

15. Obat Tempel atau Implan

 

Contoh bentuk sediaan obat berikutnya adalah implan atau obat tempel. Pada dasarnya, obat ini akan bekerja ketika ditempelkan pada kulit atau ditanamkan ke dalam tubuh. Adapun salah satu contoh obat tempel yang sering digunakan adalah koyo dan plester nikotin.

 

Di sisi lain, contoh obat yang berbentuk implan adalah alat kontrasepsi implan (KB implan), yaitu alat kontrasepsi hormonal yang digunakan dengan cara memasukkan batang plastik seukuran batang korek api ke bawah kulit lengan atas.

 

16. Ekstrak

 

Ekstrak adalah sediaan pekat yang didapat dengan cara mengekstraksi zat aktif dari simplisia (bahan-bahan alami yang belum diolah) menggunakan pelarut yang sesuai. Lalu, seluruh atau hampir seluruh pelarut tersebut diuapkan, sehingga menyisakan serbuk yang dapat digunakan sebagai bahan baku obat.

 

Itulah ulasan mengenai macam-macam bentuk sediaan obat yang umum digunakan. Pada dasarnya, penggunaan obat-obatan di atas perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

 

Jika Anda ingin menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengatasi gangguan kesehatan, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mendapatkan dosis dan takaran obat yang tepat. Anda juga dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh penanganan medis yang sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Apabila membutuhkan perawatan berkelanjutan di rumah, Anda bisa memesan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dari Siloam at Home. Layanan ini sudah mencakup 1x kunjungan dokter dan perawat, pemeriksaan tanda-tanda vital, peralatan medis yang diperlukan untuk pemeriksaan tanda-tanda vital, serta biaya transportasi ke rumah dengan jarak hingga 10 km.

 

Atau, Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses layanan kesehatan hingga berkonsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail