Kesehatan Tubuh
Hepatitis B - Proses Penularan, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Hepatitis B adalah penyakit pada organ hati yang bisa menular melalui kontak dengan cairan tubuh penderitanya. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang tepat untuk mencegah kemungkinan terjadi komplikasi yang lebih serius. Lantas, bagaimana pengobatan hepatitis B? Mari simak ulasan lengkap mengenai hepatitis B lewat artikel di bawah ini.
Apa itu Hepatitis B?
Hepatitis B adalah penyakit yang menimbulkan peradangan pada organ hati dan biasanya disebabkan oleh virus hepatitis B. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat lebih dari 2 miliar orang di dunia yang telah terinfeksi hepatitis B.
Dalam banyak kasus, infeksi hepatitis B juga dapat menetap dalam tubuh hingga menjadi kronis dan menjadi penyebab utama kanker hati. Maka itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada akan bahaya hepatitis B.
Cara Penularan Hepatitis B
Seperti yang telah disebutkan di atas, hepatitis B menular melalui kontak dengan cairan tubuh pasien hepatitis B. Cairan tubuh itu seperti darah, air liur, cairan serebrospinal, cairan peritoneum, cairan pleura, cairan amnion, semen, cairan vagina, dan cairan tubuh lainnya.
Adapun cara lain penularan hepatitis B adalah:
- Dari ibu ke janin melalui kehamilan.
- Hubungan seksual tanpa pengaman (kondom) dengan orang yang terinfeksi hepatitis B.
- Melalui jarum suntik, alat cukur, gunting kuku, alat tattoo, alat tindik, dan alat pribadi lainnya yang terinfeksi darah penderita hepatitis B.
Hepatitis B tidak akan menular melalui sejumlah aktivitas seperti berjabat tangan, berpelukan atau berciuman, batuk dan bersin, serta makanan atau minuman.
Gejala Hepatitis B
Jika seseorang tertular dan terinfeksi hepatitis B, biasanya gejala awalnya tidak akan terlihat. Dalam sebagian kasus, bahkan gejala hepatitis B sama sekali tidak terlihat walaupun telah terinfeksi selama 30 tahun. Berikut ini adalah gejala hepatitis B yang terlihat apabila infeksi sudah kronis, antara lain:
- Lemas.
- Mual, muntah, dan tidak nafsu makan.
- Nyeri otot dan persendian.
- Demam yang tidak terlalu tinggi.
- Rasa tidak nyaman di area sekitar hati.
- Penyakit kuning pada mata atau jaundice yang hilang timbul secara bergantian.
- Perut membuncit berisi cairan dan bengkak di kaki.
- Jika kondisi memburuk, kadang disertai sesak dan penurunan kesadaran.
Komplikasi Hepatitis B
Hepatitis B dapat berkembang menjadi kronis dan membahayakan nyawa saat terjadi komplikasi serius, seperti sirosis atau gagal hati dan kanker hati. Sirosis merupakan kondisi ketika sebagian besar hati telah rusak dan tidak dapat berfungsi seperti normal. Kondisi tersebut perlu cepat ditangani secara tepat dan benar. Jika tidak, komplikasi akan semakin parah yang berujung pada kanker atau gagal hati.
Untuk mendeteksi hepatitis B agar tidak berujung komplikasi yang semakin parah, penting untuk melakukan skrining hati sejak dini dengan melakukan tes HBsAg atau Hepatitis B surface Antigen. Biasanya yang membutuhkan pengobatan cepat adalah penderita hepatitis B kronis yang memiliki HbsAg menetap dalam tubuh atau darah lebih dari enam bulan lamanya.
Pengobatan Hepatitis B
Bagi penderita hepatitis B yang sudah kronis, pilihan pengobatan yang biasa dilakukan adalah mengonsumsi obat antivirus seperti lamivudin, telbivudin, tenofovir, dan entecavir, serta suntikan interferon.
Pengobatan hepatitis B tersebut juga membutuhkan kepatuhan dan disiplin dari pasien untuk kontrol secara rutin ke dokter untuk memantau perkembangan penyakit dan mengevaluasi pengobatan yang diberikan. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan kerusakan hati cukup parah, dokter mungkin akan menganjurkan transplantasi hati.
Pencegahan Hepatitis B
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Langkah utama dalam pencegahan hepatitis B adalah melakukan vaksinasi. Maka itu, vaksin hepatitis B menjadi vaksin wajib yang diberikan kepada anak-anak dan diulang secara rutin saat dewasa.
Selain itu, pencegahan hepatitis B dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, melakukan hubungan seks secara aman, tidak menggunakan sikat gigi bersama, dan memastikan pisau cukur baru diganti bila mencukur rambut di tempat umum.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada penyakit hepatitis B, lakukan konsultasi segera dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lidya Juniarti Silalahi, SpPD
Penyakit Dalam
Spesialis Penyakit Dalam
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Sabtu, 30 Mei 2026
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






