Kesehatan Tubuh
Mengenal Penyakit Konjungtivitis Berdasarkan Penyebab

Table of Contents
Konjungtivitis dikenal juga dengan sebutan mata merah. Kondisi ini hampir pasti pernah dialami seseorang, setidaknya sekali seumur hidupnya. Sayangnya, sebagian besar orang tidak menganggap penyakit ini sebagai masalah serius dan hanya menganggap gatal pada mata disebabkan oleh debu atau sekedar mata kering. Simak penjelasan lebih lanjut dari artikel di bawah ini untuk mengenal penyakit konjungtivitis.
Pengertian Konjungtivitis
Konjungtivitis merupakan penyakit pada mata yang mengakibatkan mata merah akibat peradangan disertai rasa gatal yang tidak tertahankan. Peradangan ini terjadi pada selaput yang melapisi bagian permukaan bola mata serta kelopak mata di bagian konjungtiva. Rasa gatal yang tidak tertahankan kerap memaksa orang yang mengalaminya untuk mengucek mata. Hal inilah yang dapat mengakibatkan peradangan pada mata menjadi lebih parah.
Konjungtiva mengandung pembuluh darah yang akan melebar saat terjadi konjungtivitis. Pelebaran pembuluh darah tersebut kemudian menyebabkan mata menjadi merah. Siapa pun dapat menderita konjungtivitis mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa.
Penyebab Konjungtivitis
Meskipun secara umum disebabkan oleh infeksi virus, terdapat beberapa penyebab terjadinya konjungtivitis yaitu:
- Konjungtivitis virus disebabkan karena infeksi virus. Umumnya dapat menular dan bisa terjadi melalui kontak langsung ataupun tidak langsung.
- Konjungtivitis bakteri disebabkan karena Umumnya disertai dengan keluhan mata merah, adanya sekret atau belek pada mata, serta terjadi iritasi mata. Konjungtivitis bakteri dapat menular melalui kontak langsung dengan penderitanya.
- Konjungtivitis alergi disebabkan oleh reaksi alergi. Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi seperti debu, tungau, atau gigitan serangga.
Gejala dan Diagnosis Konjungtivitis
Keluhan mata merah, berair, dan belekan dapat terjadi karena konjungtivitis. Meski demikian, penderitanya tidak akan mengalami gangguan penglihatan. Konjungtivitis yang disebabkan oleh reaksi alergi terkadang juga bisa menyebabkan kulit di sekitar mata tampak kering, bengkak, bentol, dan kusam.
Melalui pemeriksaan mata, dokter dapat langsung mendeteksi konjungtivitis. Jika diperlukan, dokter akan mengambil sampel cairan di mata untuk melakukan analisis di laboratorium agar penyebab konjungtivitis dapat diketahui dengan tepat.
Pengobatan Konjungtivitis
Dengan mengenal penyakit konjungtivitis, maka Anda juga akan mengerti bagaimana cara pengobatannya. Perlu dipahami bahwa cara pengobatan ini dapat berbeda tergantung dari penyebab penyakit tersebut.
Untuk gejala yang diakibatkan oleh bakteri, maka cara pengobatan konjungtivitis bisa dilakukan dengan menggunakan obat tetes mata antibiotik.
Konjungtivitis akibat virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Dokter juga dapat memberikan obat tetes mata untuk meredakan gejala yang dialami penderita konjungtivitis virus. Konjungtivitis yang diakibatkan oleh infeksi, terutama virus, sangat mudah menular baik melalui kontak langsung maupun kontak dengan barang yang terkontaminasi. Rajin mencuci tangan adalah salah satu langkah untuk mencegah penularan konjungtivitis akibat virus.
Lain halnya dengan konjungtivitis alergi. Jika konjungtivitis bersumber dari alergi, maka penanganan utama akan dilakukan dengan anti alergi. Untuk meredakan gejala konjungtivitis akibat alergi, penderita juga dapat menggunakan cara alami untuk mengobati sakit mata, seperti mengompres mata dengan air dingin.
Komplikasi Konjungtivitis
Walaupun jarang menyebabkan masalah serius, bukan berarti Anda bisa mengabaikannya jika terkena konjungtivitis. Faktanya, konjungtivitis bisa menyebabkan komplikasi parah dalam beberapa kasus.
Konjungtivitis yang diakibatkan oleh infeksi dapat menyebar ke area mata lainnya dengan cepat. Dalam beberapa hari, infeksi tersebut bahkan bisa mencapai lapisan bening pada mata yang mengakibatkan keratitis atau peradangan pada kornea mata.
Jika Anda merasakan gejala gatal dan mata mulai memerah, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya sehingga dapat segera dilakukan pengobatan.
Perbedaan dengan Penderita COVID-19
Dalam beberapa penelitian terbaru, mata merah atau konjungtivitis dinyatakan menjadi salah satu gejala COVID-19. Namun, apakah semua penderita mata merah bisa dikategorikan terpapar oleh COVID-19?
WHO telah mengategorikan mata merah sebagai salah satu gejala COVID-19 yang tidak umum karena hanya segelintir pasien saja yang mengalami gejala tersebut. Meski demikian, hal ini patut dijadikan sebuah peringatan bahwa gejala apa pun tidak boleh dianggap sepele. Oleh sebab itu, Anda dianjurkan untuk segera datang ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter spesialis mata jika merasakan gejala tersebut.
Untuk berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






