Bikin Salah Paham, Ini 9 Mitos Diabetes yang Perlu Diluruskan
Kesehatan Tubuh

Bikin Salah Paham, Ini 9 Mitos Diabetes yang Perlu Diluruskan

27 Mei 2025 5 menit waktu baca
(rework) mitos dan fakta diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis yang tidak dapat disepelekan. Sayangnya, banyak orang yang belum memiliki pemahaman yang tepat terkait penyakit diabetes, sehingga mudah terjebak dalam mitos-mitos diabetes yang keliru. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui seputar mitos dan fakta tentang penyakit diabetes agar kesadaran masyarakat akan penyakit ini lebih meningkat.

 

Apa saja mitos diabetes yang perlu diluruskan? Mari cari tahu lebih lanjut tentang mitos dan fakta diabetes dalam artikel di bawah ini.

 

Mengenal Mitos-Mitos Diabetes

 

Diabetes adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah di dalam tubuh. Diabetes tergolong penyakit berbahaya, di mana jika penyakit ini tidak dikontrol dan ditangani dengan tepat dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi diabetes yang berakibat fatal, salah satunya adalah kerusakan saraf.

 

Agar kesadaran akan pentingnya pengobatan diabetes sejak dini meningkat, ketahui beberapa mitos yang perlu diluruskan tentang diabetes berikut ini.

 

1. Mitos Diabetes: Tidak Boleh Mengonsumsi Gula Sama Sekali

 

Meski penyebab diabetes disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi, bukan berarti penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali. Penderita diabetes tetap bisa mengonsumsi gula, namun sebaiknya dalam jumlah kecil, tidak terlalu sering, dan disesuaikan dengan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. 

 

Adapun asupan gula yang diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah kurang dari 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per hari.

 

2. Mitos Diabetes: Produk Bebas Gula Sama dengan Tanpa Kalori

 

Banyak orang beranggapan bahwa asupan “bebas gula” berarti tidak memiliki kandungan kalori sama sekali di dalamnya. Faktanya, hal tersebut tidak berlaku pada semua jenis makanan. Sejumlah produk “bebas gula” seperti biskuit ternyata mengandung karbohidrat dan dapat membuat kadar gula darah meningkat.

 

3. Mitos Diabetes: Terbagi Menjadi Diabetes Kering dan Basah

 

Diabetes sering kali dibagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes basah dan kering. Padahal, jenis diabetes yang tepat secara medis adalah diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes pada kehamilan (diabetes gestasional) dan diabetes tipe lain atau diabetes sekunder (diabetes yang muncul karena adanya penyakit atau obat-obatan yang memengaruhi kerja insulin).

 

4. Mitos Diabetes: Bukan Masalah Besar

 

Masyarakat yang menganggap bahwa penyakit diabetes bukanlah masalah besar adalah suatu paham yang keliru. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, diabetes merupakan penyakit berbahaya dan jika tidak segera ditangani dengan tepat dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi serius dan fatal.

 

Pasalnya, diabetes merupakan salah satu dari delapan penyakit utama yang menyebabkan kematian pada orang dewasa. Selain itu, penderita diabetes juga memiliki risiko dua kali lebih besar terkena serangan jantung.

 

Diabetes juga diketahui menjadi salah satu penyebab utama gagal ginjal, kebutaan, dan amputasi kaki. Dalam jangka panjang, diabetes juga dapat memengaruhi dan menyebabkan kualitas hidup penderitanya menurun.

 

5. Mitos Diabetes: Pasti Muncul Gejala

 

Banyak masyarakat yang percaya bahwa penyakit diabetes pasti memunculkan gejala. Faktanya, tidak semua penderita diabetes mengeluhkan gejala yang berat. Justru, gejala awal penyakit diabetes sering kali cukup samar atau mirip seperti gejala penyakit lainnya sehingga jarang disadari oleh penderitanya.

 

Meski begitu, beberapa gejala yang secara umum dialami oleh penderita diabetes antara lain cepat lapar, mudah haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan secara drastis tanpa penyebab yang jelas.

 

6. Mitos Diabetes: Selalu Diturunkan dari Orang Tua

 

Anggapan bahwa penyakit diabetes sudah pasti menurun kepada anak adalah hal yang keliru. Meski orang tua menderita penyakit diabetes, bukan berarti semua anak pasti akan mengalami penyakit diabetes.

 

Anak bisa saja tidak mengalami penyakit yang sama apabila dilakukan pencegahan penyakit diabetes sejak dini seperti menerapkan pola hidup sehat, rutin melakukan olahraga, dan menjaga berat badan ideal. Upaya tersebut diyakini efektif dalam mencegah penyakit diabetes.

 

7. Mitos Diabetes: Obat Diabetes Sebabkan Sakit Ginjal

 

Mitos tentang diabetes yang satu ini kerap kali menyebabkan penderita diabetes enggan menjalani pengobatan secara maksimal. Padahal, anggapan mengenai konsumsi obat diabetes menyebabkan sakit ginjal tidaklah benar.

 

Faktanya, tidak rutin mengonsumsi obat diabetes justru dapat membuat kadar gula darah menjadi tidak terkontrol. Kondisi inilah yang lambat laun dapat menyebabkan gangguan pada ginjal. Jadi, penderita tetap perlu menjalani pengobatan diabetes dan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

 

8. Mitos Diabetes: Penderita Diabetes Tidak Boleh Berolahraga

 

Terdapat mitos yang menyebutkan bahwa penderita diabetes tidak boleh berolahraga karena dapat menyebabkan kadar gula darah terlalu rendah. Faktanya, penderita diabetes yang menjalani terapi insulin justru disarankan untuk tetap mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

 

Selain itu, penderita diabetes tipe 2 yang tidak bergantung pada terapi insulin juga tidak akan mengalami penurunan kadar gula darah dengan berolahraga. Aktivitas fisik seperti olahraga sangat penting untuk mengontrol penyakit diabetes dan menjaga berat badan ideal.

 

9. Mitos Diabetes: Tidak Dapat Dicegah

 

Banyak orang masih kebingungan apakah penyakit diabetes bisa dicegah. Faktanya, kadar gula darah prediabetes dapat diturunkan dan dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengelola stres, memperbanyak asupan air putih, mengonsumsi vitamin D, rutin berolahraga, menghindari rokok serta menghindari konsumsi alkohol.

 

Selain itu, apabila Anda telah mengalami peningkatan kadar gula darah walaupun belum terdiagnosis pasti menderita penyakit diabetes, maka sebaiknya mulai lakukan pemeriksaan atau cek kadar gula darah secara berkala dan menjaga gaya hidup sehat.

 

Kini, Anda pun dapat lebih mudah melakukan pemeriksaan gula darah seperti Cek Gula Darah Sewaktu dan Cek Gula Darah Puasa dengan fitur Siloam Digital Lab & Radiologi. Praktis, dengan fitur ini, Anda dapat menemukan berbagai paket Cek Laboratorium sesuai dengan anjuran dokter hanya dalam aplikasi MySiloam. Dengan jadwal yang pasti, Anda pun tidak perlu lagi lama mengantre di rumah sakit.

 

Jangan ragu mengunjungi Siloam Hospitals terdekat secara langsung apabila Anda merasakan keluhan kesehatan tertentu agar bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter. Anda dapat membuat janji temu melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail