Kesehatan Tubuh
Jenis Pengobatan Parkinson yang Sesuai dengan Kondisi Pasien

Table of Contents
Penyakit Parkinson adalah gangguan sistem saraf pusat tepatnya pada otak yang sering terjadi pada lansia. Penyakit ini menyebabkan penderita sulit untuk mengontrol gerak dan keseimbangan tubuh seperti berjalan, berbicara, dan gerakan makan atau menulis. Pengobatan Parkinson sendiri bervariasi, mulai dari penggunaan obat-obatan, terapi, hingga operasi.
Setiap pengobatan tersebut diberikan berdasarkan analisis dokter terhadap kondisi pasien. Oleh sebab itu, setiap penderita mungkin akan mendapatkan pengobatan Parkinson yang berbeda. Untuk mengenali semua jenis pengobatan Parkinson, mari simak pembahasan di bawah ini.
Pengobatan Parkinson
Penyakit Parkinson pada lansia dapat diobati dengan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kondisi pasien. Sebelum menentukan pengobatan Parkinson yang tepat, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai gejala, komorbid, dan risiko dari polifarmasi (penggunaan banyak obat pada waktu bersamaan).
Selanjutnya, dokter akan memutuskan tindakan pengobatan yang tepat sesuai kondisi pasien. Namun, perlu dicatat bahwa pengobatan Parkinson tidak bertujuan untuk menyembuhkan Parkinson secara total. Tujuan pengobatan penyakit ini adalah untuk mengurangi dan meringankan gejala, serta memperbaiki kualitas hidup pasien.
Berikut adalah cara mengatasi Parkinson yang dapat dilakukan oleh dokter:
1. Pemberian Obat-obatan
Untuk meringankan gejala Parkinson, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk dikonsumsi oleh pasien. Berikut adalah obat-obatan yang umum diresepkan untuk mengatasi Parkinson:
a. Levodopa
Levodopa adalah obat yang paling umum digunakan untuk mengurangi gejala Parkinson. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kadar dopamine di dalam otak. Biasanya, levodopa dikombinasikan dengan karbidopa untuk mengurangi gangguan gerak tubuh.
b. Agonis Dopaminergik
Agonis dopaminergik dapat merangsang reseptor dopamine di otak untuk membantu mengendalikan gejala motorik seperti tremor dan kekakuan otot. Agonis dopaminergik memungkinkan penundaan penggunaan levodopa sehingga dapat menunda komplikasi terkait penggunaan levodopa, khususnya pada pasien yang masih muda. Obat agonis dopaminergik termasuk pramipexole, ropinirole, dan rotigotine.
c. Inhibitor Enzim Monoamine Oxidase B (MAO-B)
Inhibitor Enzim Monoamine Oxidase B (MAO-B) bekerja dengan cara menghambat kerja enzim MAO-B yang bertanggung jawab dalam pemecahan dopamine di otak. Dengan menghambat kerja enzim ini, maka kadar dopamine akan meningkat dan membantu mengendalikan gejala Parkinson.
d. Antikolinergik
Obat antikolinergik diberikan untuk mengendalikan gejala Parkinson seperti tremor. Namun, penggunaan obat ini perlu dibatasi karena efek samping yang dapat memengaruhi fungsi kognitif, khususnya Parkinson pada lansia. Contoh obat antikolinergik termasuk trihexyphenidyl dan benztropine.
e. Amantadine
Amantadine dapat membantu pasien Parkinson dengan gejala ringan dengan meningkatkan produksi dopamine.
f. Catechol O-methyltransferase (COMT) Inhibitors
Catechol O-methyltransferase (COMT) inhibitors bekerja dengan menghambat COMT sehingga levodopa dapat bekerja secara lebih efektif.
2. Terapi
Cara mengobati penyakit Parkinson selanjutnya adalah melalui terapi. Berikut adalah beberapa jenis terapi yang dapat dilakukan:
a. Fisioterapi
Fisioterapi dilakukan oleh seorang fisioterapis yang berfokus pada pemulihan dan perawatan gejala motorik Parkinson. Latihan fisik yang terarah dan terstruktur dapat membantu meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Fisioterapi juga dapat membantu mengurangi kekakuan otot dan meningkatkan kemampuan berjalan.
b. Terapi Wicara
Terapi wicara dilakukan untuk mengatasi masalah bicara dan menelan yang sering dialami penderita Parkinson. Terapi ini melibatkan latihan vokal, pernapasan, dan latihan menelan untuk memperbaiki kemampuan bicara dan mengurangi kesulitan menelan.
c. Psikoterapi
Psikoterapi atau konseling dapat membantu penderita Parkinson dalam mengatasi stres, depresi, dan perubahan emosional yang sering dialami. Terapi ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mental dan membantu pasien menghadapi perubahan yang dirasakan sejak menderita Parkinson.
d. Terapi Okupasi
Terapi okupasi dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien Parkinson dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri dan lebih efisien. Terapi okupasi membantu penderita dalam melakukan aktivitas rutin seperti mandi, berpakaian, dan memasak. Tujuan terapi ini adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan kemandirian hidup pasien.
3. Operasi
Biasanya, pengobatan Parkinson cukup dilakukan dengan pemberian obat-obatan dan terapi. Namun, untuk penyakit Parkinson yang sudah parah dan berlangsung lama, dokter juga dapat mengambil tindakan operasi untuk menangani penyakit ini. Berikut adalah beberapa jenis operasi yang digunakan dalam pengobatan Parkinson:
a. Deep Brain Stimulation (DBS)
Deep Brain Stimulation (DBS) melibatkan operasi pemasangan elektroda kecil di dalam otak yang terhubung dengan stimulator yang ditempatkan di dada atau perut. Stimulator akan mengirimkan arus listrik ke otak untuk mengatur aktivitas saraf dan mengurangi gejala Parkinson seperti tremor, kekakuan, instabilitas postural, dan bradikinesia.
Selain itu, tindakan ini bermanfaat dalam mengurangi penggunaan obat-obatan Parkinson sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat.
b. Gamma Knife Surgery
Gamma knife adalah teknik bedah non-invasif yang menggunakan sinar gamma dengan radiasi tinggi untuk mendegradasi atau menonaktifkan area otak tertentu yang berperan dalam munculnya Parkinson sehingga gejala dapat berkurang.
Itulah pembahasan mengenai pengobatan Parkinson yang dapat dilakukan oleh dokter. Perlu diingat kembali bahwa pengobatan di atas bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah perburukan kondisi pasien. Hal ini dikarenakan Parkinson tidak dapat diobati hingga sembuh total.
Jika terdapat anggota keluarga yang memiliki keluhan yang merujuk pada kondisi Parkinson, jangan ragu untuk segera datang ke Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Frandy Susatia, Sp.N, RVT, RPNI, FNIS, FMD, CIPS, COMSK, DABRM
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Brain Check Up Plus+ Package
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
34 Service/Item
Rp12.500.000
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
Fisioterapi Silver ASRI - Homecare
Rp1.200.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000






