Terapi Stem Cell untuk Tulang, Harapan Baru di Dunia Ortopedi
Kesehatan Tubuh

Terapi Stem Cell untuk Tulang, Harapan Baru di Dunia Ortopedi

19 Juni 2026 6 menit waktu baca
Terapi stem cell

Terapi stem cell telah menjadi salah satu inovasi menjanjikan dalam dunia medis, khususnya dalam pengobatan penyakit muskuloskeletal (sistem yang terdiri dari tulang, sendi, otot, saraf, dan jaringan ikat). Dengan kemampuan unik untuk memperbaiki dan menggantikan jaringan yang rusak, terapi ini menawarkan solusi regeneratif yang sebelumnya sulit dicapai dengan metode konvensional. Simak informasi terapi stem cell untuk tulang berikut ini.

 

Apa Itu Stem Cell?

 

Stem cell adalah sel yang mampu memperbarui, memperbanyak dirinya sendiri, sehingga berpotensi digunakan untuk menggantikan jaringan tubuh yang rusak. Cara kerja stem cell adalah beradaptasi dengan sel pada lokasi yang dituju untuk melengkapi kekurangan, memperbaiki kerusakan yang diperlukan, hingga menjadi sel apa pun sesuai dengan letaknya.

 

Dalam terapi ortopedi, stem cell digunakan untuk memperbaiki atau menggantikan jaringan tulang, tulang rawan, atau ligamen yang rusak. Secara umum, stem cell dapat berasal dari tubuh pasien sendiri (autologous stem cell) seperti dari sumsum tulang atau jaringan lemak/adiposa, maupun dari donor (allogenenic stem cell), seperti umbilical cord mesenchymal stem cells (UC-MSC) yang berasal dari tali pusat.

 

Artikel ini membahas terapi stem cell ortopedi yang menggunakan UC-MSC. Jenis stem cell ini banyak digunakan karena memiliki kemampuan regeneratif dan antiinflamasi yang baik, serta tidak memerlukan prosedur pengambilan sel dari tubuh pasien sehingga tindakan menjadi lebih minimal invasif.

 

“Studi klinis menunjukkan bahwa injeksi intra‑artikular UC‑MSC menghasilkan perbaikan nyeri dan fungsi yang bermakna (WOMAC, IKDC, VAS skor) hingga 6–12 bulan, dengan profil efek samping yang ringan dan sementara.”

Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT (K)

 

Perbedaan Stem Cell Autologous dan Umbilical Cord MSC

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, stem cell autologous berasal dari tubuh pasien sendiri, umumnya dari sumsum tulang atau jaringan adiposa. Keunggulan pendekatan ini adalah risiko penolakan imun yang sangat rendah karena sel berasal dari tubuh pasien sendiri. Namun, prosedur pengambilan sel memerlukan tindakan tambahan dan kualitas sel dapat dipengaruhi oleh usia maupun kondisi kesehatan pasien.

 

Sementara itu, UC-MSC berasal dari jaringan tali pusat donor yang telah melalui proses skrining dan pengolahan sesuai standar medis. UC-MSC dinilai memiliki kemampuan proliferasi yang baik, sifat anti inflamasi, serta tidak memerlukan prosedur pengambilan jaringan dari pasien sehingga lebih nyaman bagi sebagian pasien.

 

Pemilihan jenis stem cell akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi klinis pasien, indikasi medis, serta pertimbangan keamanan dan efektivitas terapi.

 

Kriteria Stem Cell untuk Ortopedi

 

Saat ini, terapi stem cell telah memiliki pedoman penyelenggaraan untuk berbagai kondisi ortopedi dan traumatologi di Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/1359/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi mengatur penggunaan terapi ini pada indikasi medis tertentu. 

 

Berikut beberapa kondisi ortopedi yang tercantum dalam pedoman tersebut:

 

  1. Terapi lesi osteokondral.

  2. Terapi osteoarthritis.

  3. Terapi defek tulang kritis.

  4. Terapi reparasi fraktur non-union.

  5. Terapi cedera medulla spinalis.

  6. Terapi degenerasi diskus intervertebralis.

  7. Terapi defek tulang belakang.

  8. Terapi osteoporosis.

  9. Terapi spondyloarthrosis.

  10. Terapi skoliosis kongenital (hemivertebra).

  11. Terapi lesi pleksus brakhialis.

  12. Terapi reparasi dan rekonstruksi tendon/ligamen.

  13. Terapi cedera ligamen krusiatum anterior (LKA).

  14. Terapi cedera otot.

  15. Terapi cedera meniskus lutut.
     

Terapi stem cell ini sering direkomendasikan sebagai solusi untuk banyak kondisi ortopedi yang sebelumnya sulit diatasi dengan pengobatan konvensional yang tidak dapat memberikan hasil efektif. Penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi terlebih dahulu guna memastikan kelayakan kondisi kesehatan untuk menerima terapi ini.

 

Tujuan dan Manfaat Terapi Stem Cell

 

Tujuan utama terapi stem cell adalah membantu memulihkan atau menggantikan jaringan yang rusak, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kualitas fungsi tulang serta sendi. Dengan pendekatan regeneratif, terapi ini dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan yang meliputi:

 

  • Membantu mengurangi nyeri. Stem cell secara aktif membantu proses regenerasi jaringan yang rusak, mengurangi inflamasi atau peradangan, dan meredakan nyeri kronis yang sering kali sulit diatasi dengan metode pengobatan konvensional.

  • Membantu meningkatkan mobilitas. Dengan memulihkan atau mengganti jaringan sendi dan tulang yang mengalami kerusakan, terapi ini memungkinkan pasien untuk kembali bergerak dengan lebih leluasa sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

  • Menjadi alternatif non-operatif pada kondisi tertentu. Terapi stem cell dapat menjadi solusi yang efektif dan jangka panjang bagi pasien yang mungkin memiliki risiko tinggi untuk menjalani operasi besar atau prosedur invasif lainnya. Hal ini menjadikannya sebagai solusi alternatif pengobatan yang aman dengan waktu pemulihan yang lebih cepat.

  • Mendukung proses penyembuhan berkelanjutan. Selain memperbaiki kerusakan yang ada, terapi ini juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jaringan secara keseluruhan dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada area tubuh yang rentan.

 

Dalam sejumlah studi, pasien mengalami penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan bergerak dalam 6–12 bulan setelah terapi. Bahkan, beberapa penelitian melaporkan perbaikan fungsi sendi hingga sekitar 28–55% berdasarkan hasil evaluasi klinis pasien.

 

Prosedur Terapi Stem Cell

 

Prosedur terapi stem cell dirancang untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan bagi kondisi pasien. Berikut adalah tahapan secara umum dari prosedur terapi stem cell:

 

  1. Konsultasi awal: Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang keluhan pasien serta mengevaluasi kondisi medis pasien secara keseluruhan. Selain itu, dokter juga akan memberikan pemahaman tentang terapi stem cells kepada pasien serta menentukan apakah terapi ini dapat dilakukan pada pasien. 

  2. Pemeriksaan menyeluruh: Proses evaluasi kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh perlu dilakukan sebelum terapi dilakukan, seperti melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium jika diperlukan untuk memastikan kelayakan kondisi pasien untuk menerima pengobatan.

  3. Pengambilan stem cell: Stem cell diperoleh dari umbilical cord mesenchymal stem cells (sel punca mesenkim dari tali pusat).

  4. Proses injeksi: Stem cell disuntikkan ke area tubuh yang membutuhkan perbaikan. Pemberian injeksi dilakukan atas instruksi dan rekomendasi dari dokter sesuai dengan kondisi medis pasien.

  5. Pemantauan berkala: Pasien perlu menjalani kontrol rutin dengan dokter untuk memantau efektivitas terapi dan menangani komplikasi atau efek samping jika ada.

Risiko Komplikasi Terapi Stem Cell

 

Meskipun terapi stem cell merupakan terapi yang relatif aman, ada risiko komplikasi yang perlu diperhatikan:

 

  • Infeksi: Risiko ini dapat diminimalkan dengan melakukan prosedur secara steril, termasuk penggunaan peralatan medis yang steril dan lingkungan operasi yang terkontrol. Pemantauan pascaprosedur juga penting untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi lebih awal.

  • Efek samping sementara: Pasien mungkin dapat mengalami nyeri, bengkak, atau kemerahan di area injeksi. Gejala ini umumnya bersifat ringan dan dapat hilang dalam waktu beberapa hari dengan penanganan seperti kompres hangat atau dingin pada area yang terdampak dan mengonsumsi obat antiinflamasi atau pereda nyeri sesuai instruksi dokter.

  • Variasi respons terapi: Tidak semua pasien memberikan respons terapi yang sama. Tingkat perbaikan nyeri maupun fungsi sendi dapat berbeda tergantung kondisi medis, tingkat kerusakan jaringan, usia, dan faktor kesehatan lainnya.

  • Reaksi imun atau inflamasi ringan: Meskipun UC-MSC umumnya memiliki risiko reaksi imun yang rendah, sebagian pasien tetap dapat mengalami respons inflamasi ringan setelah tindakan.

Sampai saat ini, penelitian terus dikembangkan untuk memaksimalkan manfaat terapi stem cell. Dengan dukungan dari regulasi kesehatan, terapi stem cell menjadi lebih terjangkau dan aman bagi pasien di berbagai fasilitas medis.

 

Terapi stem cell untuk tulang adalah harapan baru dalam dunia ortopedi. Dengan kemampuan unik untuk mengganti jaringan yang rusak, terapi ini menawarkan solusi alternatif yang efektif bagi pasien dengan kondisi medis yang sulit ditangani.

 

Akan tetapi, penting untuk diketahui bahwa prosedur terapi stem cell umumnya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosisnya dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan kelayakan kondisi pasien dalam menjalani terapi ini.

 

Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan masalah tulang dan sendi, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Untuk mendapatkan layanan kesehatan berstandar internasional dengan lebih mudah dan nyaman, gunakan layanan Siloam Medical Concierge yang siap membantu Anda memperoleh informasi mengenai jadwal dokter, pemeriksaan medis, dan fasilitas rumah sakit yang dibutuhkan. Dengan pendampingan yang responsif dan terintegrasi, Anda dapat menjalani proses perawatan dengan lebih tenang tanpa harus pergi ke luar negeri. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

Tim Sel Punca FKKMK UGM. Mengenal Berbagai Jenis Sel Punca. Diakses pada 2025 | Pubmed Central. The Current Role of Stem Cells in Orthopaedic Surgery. Diakses pada 2025 | Orthoinfo. Use of Stem Cells in Orthopaedics. Diakses pada 2025 | Journal of Orthopaedic Reports. Stem cells in orthopaedics and sports injuries: A comprehensive review and future research directions. Diakses pada 2025 | Kemkes. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terapi Sel Punca di Bidang Orthopaedi dan Traumatologi. Diakses pada 2025 | Journal of Experimental and Basic Mediacl Science. Stem Cell Applications in Orthopedics. Diakses pada 2025 | Orthopaedics and Trauma. Stem cells: the evidence for their application in trauma and orthopaedics. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
prof-dr-dr-ismail-spot-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Prof. Dr. dr. Ismail Hadi Soebroto Dilogo, Sp.OT. Subsp.P.L (K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Mampang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail