Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Grup RS Siloam Melanjutkan Dukungannya pada Pemerintah dalam Memajukan Pendidikan Kedokteran Urologi di Indonesia
Ambon, 19 Oktober 2023 – Sebagai bentuk dukungan dalam dalam usaha transformasi kesehatan yang dilakukan pemerintah, hari ini Grup RS Siloam melalui RS Siloam Ambon menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) untuk menjadi RS Pendidikan Satelit dalam program studi Kedokteran Urologi. Hal ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Grup RS Siloam dalam pembangunan sumber daya manusia terutama di Indonesia Timur.
Menurut data dari Konsili Kedokteran Indonesia tahun 2022, jumlah dokter dan dokter spesialis di Indonesia masih sangat kurang. Persebaran dokter spesialis di Indonesia juga masih berpusat di pulau Jawa, dengan total lebih dari 32.000 orang atau sekitar 60% dari total populasi dokter spesialis di Indonesia. Sementara itu, di wilayah Maluku dan Papua hanya terdapat sekitar 2% dari total populasi dokter spesialis. Distribusi tenaga kesehatan yang merata di Indonesia merupakan salah satu agenda pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat, terutama di Indonesia bagian timur.
Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2020, sebanyak 6 dari 1.000 penduduk atau sekitar 1.5 juta penduduk Indonesia menderita penyakit batu ginjal, di mana sekitar 500.000 di antaranya mengalami gagal ginjal akut. Sementara itu, jumlah dokter spesialis urologi hanya tercatat sekitar 500 orang pada tahun 2022 dan di wilayah Maluku sendiri hanya ada 1 orang dokter spesialis urologi.
Grup RS Siloam, sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Indonesia telah hadir untuk melayani masyarakat di wilayah Maluku, terutama di kota Ambon, di mana RS Siloam Ambon telah memulai pelayanannya sejak bulan Juli tahun 2020 untuk menjawab permintaan akan layanan kesehatan terjangkau yang berkualitas tinggi di Provinsi Maluku.
Dengan dukungan dari Grup RS Siloam, rumah sakit ini mampu untuk melayani berbagai kebutuhan kesehatan pasien di kota Ambon dan sekitarnya. RS Siloam Ambon juga telah mendirikan pusat pelayanan urologi sebagai salah satu layanan unggulan dari RS Riloam Ambon, yang berfokus pada penanganan batu saluran kemih, batu saluran ginjal dan pembengkakan prostat. Sejak bergabungnya dokter spesialis urologi di tahun 2021 hingga saat ini, RS Siloam Ambon telah melayani lebih dari 1.100 tindakan operasi urologi dan lebih dari 150 tindakan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).
Sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran terbaik di Indonesia, FKUI mempunyai visi untuk menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi kedokteran, dan budaya yang unggul dan berdaya saing, melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan dunia. Melihat tingginya angka kejadian penyakit dan kebutuhan di Maluku, terutama untuk kasus urologi, FKUI dan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai RS pendidikan utama dari FKUI, melebarkan pelayanannya terutama di kota Ambon dengan Grup RS Siloam dan RSUP dr. Johanes Leimena Ambon untuk mencapai visi mereka serta melanjutkan dukungan pada program pemerintah untuk memeratakan persebaran dokter di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, sama seperti di kota Kupang dokter spesialis urologi residen dari FKUI dapat ditugaskan ke salah satu rumah sakit di kota Ambon untuk menyelesaikan pendidikan mereka, termasuk turun langsung untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah sekitar dan melakukan tindakan medis sesuai dengan kompetensinya. Para dokter spesialis residen ini juga akan berada dalam bimbingan dan pengawasan dari dokter spesialis urologi di rumah sakit tempat mereka ditugaskan.
Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., M.M.B, selaku Dekan FKUI menyampaikan, “Setelah melalui proses visitasi dan observasi, FKUI-RSCM memutuskan untuk melanjutkan kerja sama kami dengan institusi rumah sakit di Indonesia. Pada kesempatan kali ini, kami bekerja sama dengan RS Siloam Ambon dan RSUP dr. Johanes Leimena Ambon. FKUI akan mengirimkan mahasiswa dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ke salah satu rumah sakit tersebut terutama untuk program spesialisasi urologi. Kami berharap melalui kerja sama ini, RSCM dan FKUI dapat meningkatkan minat dan kompetensi dokter spesialis urologi di Indonesia. Dengan kerjasama ini pula, diharapkan PPDS urologi FKUI-RSCM dapat mendapat banyak pengalaman yang luar biasa dengan mempelajari berbagai kasus di Indonesia Timur yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain. Selain itu, kerja sama dalam bentuk riset atau penelitian dapat dilakukan sebagai bentuk pengembangan ilmu dan pendidikan kedokteran.”
“Kami menyambut dengan hangat dan berterima kasih kepada FKUI dan RSCM yang telah kembali dan memilih Grup RS Siloam untuk menjadi RS pendidikan satelit untuk kedokteran spesialisas urologi. Penandatanganan ini merupakan salah satu hasil kolaborasi nyata antara sektor publik dan swasta dalam bidang pendidikan medis di Indonesia. Hal ini juga sekaligus bentuk komitmen dan dukungan Grup RS Siloam dalam meningkatkan kompetensi pendidikan dokter spesialis di Indonesia, terkhususnya di daerah timur Indonesia. Kami memiliki visi yang sama, yakni untuk memajukan pendidikan kedokteran di Indonesia. Kami juga berharap dengan ditugaskannya dokter residen spesialis ke wilayah Maluku dan Ambon dapat menumbuhkan minat mereka untuk melayani masyarakat di sini. Kami percaya bahwa kesejahteraan dan kesehatan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Oleh karena itu, mari kita bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,” tutur Caroline Riady, Managing Director Grup RS Siloam.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Jimmy Rambing (WA 0811 180 805)
Tentang Siloam Hospitals Group
PT Siloam International Hospitals Tbk (“Siloam Hospitals”) merupakan jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi di Indonesia. Memulai bisnis pada tahun 1996, saat ini Siloam Hospitals mengelola dan mengoperasikan 41 rumah sakit, terdiri dari 15 rumah sakit di kawasan Jabodetabek dan 26 rumah sakit yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Ambon. Siloam Hospitals Group juga mengoperasikan 68 Siloam Clinic.
Visi Siloam Hospitals adalah menyediakan pelayanan kesehatan dengan kualitas internasional dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam skala nasional yang berlandaskan kasih Ilahi menjadi dasar bagi Siloam Hospitals untuk tanggap pada transformasi sosial yang dinamis di Indonesia.
Misi Siloam Hospitals adalah menjadi pilihan terpercaya untuk layanan kesehatan holistik berkelas dunia, pendidikan kesehatan, dan riset.
Siloam Hospitals merupakan pelopor akreditasi Joint Commission International (JCI) untuk rumah sakit di Indonesia. JCI merupakan lembaga akreditasi internasional berpusat di Amerika Serikat yang fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Siloam Hospitals, kunjungi www.siloamhospitals.com.
Pernyataan Pelepasan Tanggung Jawab: Siaran Pers ini disiapkan oleh Siloam Hospitals dan disebarluaskan hanya untuk menyampaikan informasi yang bersifat umum. Siaran Pers ini tidak dimaksudkan untuk suatu kalangan atau tujuan tertentu dan bukan merupakan rekomendasi terkait saham Siloam Hospitals. Tidak ada jaminan yang diberikan mengenai kelengkapan maupun kepastian informasi yang dimuat. Seluruh pendapat dan perkiraan yang dicantumkan dalam Siaran Pers ini merupakan pendapat kami pada tanggal ini dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Siloam Hospitals tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin dialami pihak manapun karena sebagian atau seluruh isi Siaran Pers ini, Siloam Hospitals beserta perusahaan-perusahaan yang terafiliasi termasuk karyawan-karyawan dan agen-agennya tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kealpaan, kelalaian atau ketidaktepatan apapun juga yang dapat terjadi.
Pernyataan Bersifat Prediktif: Beberapa pernyataan dalam Siaran Pers ini bersifat atau mungkin bersifat prediktif. Penyataan-pernyataan tersebut umumnya memuat kata-kata seperti “akan”, “berharap”, “mengantisipasi” atau sejenisnya. Sesuai dengan sifatnya, pernyataan prediktif mengandung risiko serta ketidakpastian yang mungkin dapat menyebabkan kenyataan yang berbeda dengan apa yang dijelaskan di dalam Siaran Pers ini. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kenyataan yang berbeda termasuk tetapi tidak terbatas pada: situasi ekonomi, sosial dan politik di Indonesia; situasi industri kesehatan di Indonesia; situasi pasar; penambahan beban peraturan di Indonesia, termasuk peraturan terkait lingkungan dan biaya pemenuhan peraturan; fluktuasi nilai tukar mata uang asing; perkembangan suku bunga, biaya modal dan ketersediaan modal; harga permintaan dan penyediaan yang diantisipasi terkait jasa kesehatan kami serta pengeluaran modal terkait dan investasi lainnya; biaya konstruksi; ketersediaan jasa kesehatan; kompetisi dari perusahaan-perusahan maupun lokasi-lokasi lain; perubahan dalam permintaan pelanggan; perubahan dalam biaya operasional, termasuk gaji karyawan, upah dan pelatihan, perubahan kebijakan publik dan pemerintah; kemampuan kami untuk tetap kompetitif; kondisi finansial, strategi bisnis serta rencana-rencana dan target-target yang ditetapkan manajemen kami untuk pengerjaan di masa depan; pengadaan pemasukan di masa depan; pemenuhan peraturan lingkungan dan remediasi. Apabila antara lain satu atau lebih dari risiko-risiko maupun ketidakpastian-ketidakpastian yang disebutkan di atas terjadi, hasil nyata dapat berbeda secara materil daripada yang diperkirakan, diantisipasi atau diproyeksi. Secara khusus namun tidak terbatas, biaya modal dapat meningkat, proyek dapat ditunda dan peningkatan produksi yang diantisipasi, kapasitas atau pelaksaan, mungkin tidak seluruhnya akan terjadi. Sekalipun kami meyakini bahwa harapan-harapan manajemen kami yang tertuang dalam penyataan-pernyataan bersifat prediktif adalah masuk akal berdasarkan informasi yang kami miliki pada saat ini, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa harapan-harapan ini dapat menjadi kenyataan. Tidak seharusnya anda bergantung pada pernyataan-pernyataan tersebut secara serta-merta. Bagaimanapun, pernyataan-pernyataan ini berlaku hanya pada tanggal saat dinyatakan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pembaharuan atau revisi, sekalipun tersedia informasi baru, kejadian-kejadian baru atau apapun juga.