Kesehatan Tubuh
Stroke Perdarahan Bisa Terjadi Secara Mendadak, Kenali Gejalanya!

Table of Contents
Stroke perdarahan atau stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah di otak sehingga aliran oksigen terhenti. Jika tidak ditangani secepatnya, kondisi ini dapat menyebabkan kecacatan.
Lalu, bagaimana cara mencegah stroke perdarahan? Apa saja faktor yang dapat menyebabkannya? Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai stroke perdarahan, mari simak penjelasan Prof. Dr. Dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS, K dari Siloam Hospitals Lippo Village pada kanal Youtube Siloam Hospitals berikut ini.
Apa itu Stroke Perdarahan?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stroke perdarahan adalah kondisi di mana pembuluh darah di otak pecah sehingga aliran oksigen ke otak terganggu. Ketika stroke terjadi, penanganan darurat secepatnya di rumah sakit terdekat harus dilakukan.
Untuk mengidentifikasi tipe stroke yang dialami oleh pasien, diperlukan pemeriksaan menggunakan alat CT scan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah stroke tersebut stroke perdarahan (stroke hemoragik) atau stroke non-perdarahan (stroke iskemik). Sebelum muncul gejala stroke, 96% kasus stroke dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan (check-up) tekanan darah, kolesterol, gula, dan MRI otak secara rutin.
Perbedaan utama antara stroke iskemik dan hemoragik terletak pada penyebabnya. Stroke iskemik muncul karena adanya penyumbatan aliran darah ke otak yang menghambat suplai oksigen dan nutrisi. Di sisi lain, stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak yang mengakibatkan perdarahan dan kerusakan jaringan otak di sekitarnya.
Parah tidaknya stroke tergantung dari berbagai faktor. Salah satu upaya untuk menurunkan risiko keparahan stroke adalah dengan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up) untuk mendeteksi apakah seseorang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar gula darah tinggi (diabetes), atau kadar kolesterol tinggi (dislipidemia).
Jika tidak ditangani dengan baik, ketiga kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada otak secara perlahan dan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Oleh karena itu, penting untuk mematuhi anjuran atau instruksi dokter dalam mengelola kondisi-kondisi tersebut agar risiko stroke dapat diminimalisir semaksimal mungkin.
Penyebab Stroke Perdarahan
Penyebab terjadinya stroke perdarahan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
-
Faktor Internal
-
Kelainan pembuluh darah.
-
Kelainan pada darah.
-
Faktor Eksternal
-
Jam kerja yang tidak teratur.
-
Beraktivitas hingga larut malam.
-
Bangun tidur di siang hari.
Cara Mendeteksi Stroke Perdarahan
Stroke merupakan suatu gangguan gejala klinis yang muncul secara mendadak akibat pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah di otak, sehingga terjadi gangguan pada fungsi otak. Gejala stroke dapat bervariasi, tergantung pada lokasi serta luas area otak yang terdampak. Mengingat sifatnya yang mendadak dan berpotensi untuk mengancam nyawa, deteksi dini menjadi sangat penting.
Melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau riwayat stroke dalam keluarga. Pemeriksaan ini dapat membantu menilai potensi seseorang untuk mengalami stroke.
Salah satu pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan adalah CT angiografi untuk melihat struktur otak dan pembuluh darah secara detail. Selain itu, CT scan juga perlu dilakukan sesegera mungkin apabila terdapat dugaan stroke. Pemeriksaan ini penting untuk menentukan jenis stroke sehingga penanganan yang tepat dapat segera diberikan kepada pasien.
Diagnosis Stroke Perdarahan
Jika terdapat riwayat stroke atau serangan jantung dalam keluarga, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Hal ini penting mengingat 90 persen gejala stroke bersifat menetap dan berdampak jangka panjang.
Berikut beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dan mengevaluasi kondisi pembuluh darah otak serta kemungkinan terjadinya stroke:
-
MRI (magnetic resonance imaging). Pemeriksaan pencitraan otak ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran struktur otak secara detail.
-
MRA (magnetic resonance angiography). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari teknologi MRI yang secara khusus bertujuan untuk melihat pembuluh darah otak. Pemeriksaan ini memberikan gambaran aliran darah di arteri dan vena otak tanpa memerlukan zat kontras dalam sebagian besar kasus.
-
CT angiografi. Pemeriksaan ini menggunakan CT scan yang dikombinasikan dengan penyuntikkan zat kontras untuk memperlihatkan pembuluh darah otak dan leher secara rinci.
-
DSA (digital subtraction angiography). Prosedur ini dilakukan jika ada indikasi yang jelas, dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah dan menyuntikkan zat kontras untuk melihat aliran darah secara langsung.
Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter dalam menentukan diagnosis, jenis stroke, serta langkah penanganan yang paling tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika terdapat faktor risiko dalam keluarga, deteksi dini melalui medical check-up secara rutin sangat disarankan sebagai langkah pencegahan.
Penanganan Stroke Perdarahan
Pemeriksaan CT scan perlu dilakukan sedini mungkin untuk mengetahui jenis stroke yang dialami oleh pasien. Setelah pemeriksaan menggunakan CT scan selesai dilakukan dan hasilnya menunjukkan adanya stroke perdarahan, salah satu tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dokter adalah operasi. Apabila stroke perdarahan disebabkan oleh faktor kelainan pembuluh darah atau hipertensi, prosedur pembedahan dapat menjadi pilihan penanganan.
Operasi stroke perdarahan dapat dilakukan melalui dua metode utama. Berikut penjelasannya.
-
Pembedahan terbuka (open surgery). Prosedur ini menggunakan mikroskop dan alat berukuran sangat kecil untuk memperbaiki struktur tubuh yang sangat kecil atau halus seperti pembuluh darah dan saraf. Prosedur ini dikenal sebagai microsurgery, yang memungkinkan visualisasi area operasi dengan pembesaran 10 hingga 20 kali, sehingga meningkatkan ketelitian dan mengurangi risiko komplikasi.
-
Endovaskular. Teknik minimal invasif dapat dilakukan melalui pembuluh darah tanpa membuka batok kepala (tengkorak). Namun, apabila ditemukan aneurisma yang memerlukan tindakan langsung di otak, operasi dapat melibatkan pembukaan tengkorak. Dalam kasus ini, mikroskop dengan pembesaran tinggi digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan.
Pada kasus yang tidak terlalu umum, pasien dengan kelainan pembuluh darah bawaan seperti arteriovenous malformation (AVM) dapat melakukan prosedur tanpa operasi terbuka melalui teknik gamma knife radiosurgery. Prosedur bedah non-invasif ini memanfaatkan radiasi terfokus dengan intensitas tinggi untuk menargetkan area abnormal di otak tanpa perlu membuka tengkorak.
Cara Mencegah Stroke Perdarahan
Stroke merupakan kondisi serius yang dapat dicegah dengan menjaga gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
-
Berolahraga secara teratur.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Mengontrol makanan dan minuman yang dikonsumsi, terutama pada pasien dengan dislipidemia.
-
Melakukan pemeriksaan otak setiap 5 tahun sekali untuk mengetahui bahwa anda berisiko stroke atau tidak.
-
Mengelola tekanan darah dengan baik dan meminum obat penurun tekanan darah tinggi, terutama pasien dengan hipertensi.
Informasi yang disampaikan dalam artikel ini bertujuan untuk keperluan edukasi dan tidak dapat dijadikan pengganti diagnosis maupun saran medis dari tenaga kesehatan profesional. Gejala dan penyebab yang disebutkan tidak selalu menandakan stroke secara spesifik, karena bisa juga ditemukan pada kondisi medis lainnya.
Supaya mendapatkan diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Bedah Saraf di Siloam Hospitals terdekat.
Perlu diketahui, setiap proses pemeriksaan maupun pengobatan terkait stroke berbeda, tergantung pada fasilitas dan kebijakan masing-masing rumah sakit. Tim medis akan menyesuaikan langkah diagnosis dan penanganan berdasarkan kondisi kesehatan setiap pasien.
Agar mempermudah akses kesehatan Anda, gunakan aplikasi MySiloam untuk menjadwalkan konsultasi, membuat janji dengan dokter, serta memantau hasil pemeriksaan secara digital. Unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur praktis dalam mengelola kebutuhan medis Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp. BS, K, PhD
Bedah Saraf
Subspesialis Bedah Saraf Neurovaskular
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini






