Kesehatan Tubuh
Kenali Penyakit Parkinson, Tidak Hanya Menyerang Orang Tua

Table of Contents
Penyakit parkinson, sering kali diketahui sebagai penyakit orang tua. Padahal, penyakit ini juga dapat menyerang siapapun termasuk seseorang di usia muda. Parkinson bisa ditandai dengan gemetar pada tangan, lengan, kaki, rahang, atau kepala, serta kekakuan otot dan sulitnya bergerak atau berjalan.
Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan Parkinson, ada berbagai metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.
Lantas, bagaimana cara penanganan parkinson? Mari simak penjelasan selengkapnya bersama dr. Rezy Sesareza, Sp.N dalam tayangan video di kanal Youtube Siloam Hospitals berikut:
Apa itu Parkinson?
Parkinson adalah suatu penyakit neurodegenerative yakni terjadinya penurunan fungsi otak dalam mengontrol gerakan. Penderita parkinson mengalami kesulitan dalam mengontrol gerak tubuh, mempertahankan posisi tubuh, dan kesulitan menghentikan gerakan tertentu.
Penyebab Penyakit Parkinson
Terdapat dua faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya Parkinson, yaitu:
- Parkinson idiopatik, yakni penyakit parkinson yang tidak diketahui penyebabnya.
- Parkinson simptomatik (parkinsonisme), yakni bisa disebabkan karena stroke, diabetes, gula darah, tekanan darah tinggi, dan tumor.
Karena sulit didiagnosa secara pasti, diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk memahami penyebab dan metode pengobatan yang efektif untuk kondisi ini.
Gejala Penyakit Parkinson
Parkinson ditandai dengan gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi gerakan dan koordinasi tubuh. Terdapat beberapa gejala Parkinson yang umum terjadi dan dapat diingat sebagai akronim TRAP, yaitu:
Tremor. Gerakan bergetar yang dapat muncul di tangan, wajah, dagu, kaki, atau perut. Gerakan ini bisa dicirikan seperti gerakan menggulung pil (pill rolling) dan sering kali tidak dapat dilihat dengan kasat mata.
Rigiditas. Penderita Parkinson menjadi lebih kaku dan tidak dapat menggerakan sendi dengan leluasa. Misalnya sulit menekuk tangan, sulit berbicara, juga sulit membuka tangan, mulut, dan mata.
Akinesia atau bradikinesia. Gerakan melambat pada penderita Parkinson pada umumnya terlihat dari gerakan kedipan mata. Normalnya kedipan mata berlangsung 12–20 kali per menit, namun penderita Parkinson hanya berkedip 5–6 kali per menit. Selain dari kedipan mata, gerakan melambat juga bisa dilihat dari gerakan kaki saat berjalan.
Postural instability. Penderita Parkinson sering kali mengalami kesulitan mempertahankan posisi tubuh stabil seperti mudah jatuh, miring, sulit berdiri, dan sulit duduk.
Pada kasus Parkinson yang memasuki stadium lanjut, penderita akan mengalami cachexia. Di mana pasien sudah tidak dapat lagi menggerakan tangan dan kakinya, bahkan menggerakan mulut untuk makan. Sehingga hidupnya harus bergantung pada keluarga atau caregiver.
Gejala Parkinson dapat bervariasi pada setiap orang dan berkembang secara bertahap. Karenanya, kombinasi ataupun salah satu gejala tersebut bisa mengarah ke penyakit Parkinson.
Pengobatan Parkinson
Belum ada obat parkinson yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Namun, terdapat beberapa metode pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi gejala dan memperlambat perkembangannya sehingga dapat membantu menjaga kualitas hidup penderita.
Pengobatan akan tergantung dari tingkat keparahan yang dialami penderita, berikut adalah beberapa pengobatannya.
- Kontrol dan minum obat teratur (levodopa, dopamine booster, benserazid)
- Fisioterapi
- Operasi
Pencegahan Parkinson
Gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko terkena Parkinson. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena Parkinson:
- Olahraga rutin.
- Makan sehat dan bergizi seimbang.
- Hindari merokok.
- Kurangi konsumsi alkohol.
- Jaga kesehatan mental.
- Cegah cedera kepala.
Penyakit parkinson bisa diturunkan secara genetik. Namun, tidak semua individu yang memiliki riwayat pasti akan mengalami sakit yang sama. Karena itu, jangan tunda periksakan diri dan konsultasikan dengan dokter apabila memiliki riwayat keluarga dengan Parkinson, mengalami gejala Parkinson, juga apabila pernah menderita stroke, hipertensi, dan diabetes.
Jangan ragu kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan diagnosis yang tepat. Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan banyak fitur kesehatan bermanfaat lainnya. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rezy Sesareza Prakarsa, SpN
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Bekasi Timur
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini







