Kesehatan Tubuh
Waspada! Ini Dia 5 Faktor Risiko Penyakit Alzheimer yang Tak Disadari

Table of Contents
Alzheimer adalah penyakit penuaan pada otak yang dapat membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam mengingat, berpikir, melakukan penilaian-penilaian, melupakan waktu atau tempat, hingga gangguan perilaku. Penyakit alzheimer bisa dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.
Jangan sepelekan penyakit Alzheimer, karena setiap aktivitas sehari-hari kita membutuhkan otak sebagai pusat pikir. Yuk, simak beberapa penyebab alzheimer dan beberapa gejalanya sebagai bentuk deteksi dini bersama dr. Anyeliria Sutanto, Sp.N melalui kanal Youtube Siloam Hospitals.
Faktor Risiko Penyakit Alzheimer
Jarang Berinteraksi
Pernah dengar istilah use it or lose it? Jika otak jarang digunakan maka perlahan fungsinya akan menghilang, sehingga bisa menjadi salah satu faktor risiko Alzheimer. Oleh karena itu, perbanyaklah berinteraksi dengan sesama. Melalui interaksi, pusat memori atau daya ingat, pusat bahasa, serta pusat sosial akan selalu digunakan sehingga dapat menjaga fungsi otak serta menurunkan risiko penyakit Alzheimer.
Terpapar Polusi Udara dan Suara Berlebihan
Selain dapat mengganggu saluran pernapasan, polusi udara juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, seperti tinggal atau bekerja di lingkungan yang tinggi polusi udara.
Selain polusi udara, polusi suara seperti berada di lingkungan yang bersuara keras atau bising dan sering menggunakan headphone bervolume tinggi juga dapat berperan dalam peningkatan risiko penyakit Alzheimer.
Pasalnya, baik polusi udara maupun suara yang berlebihan dapat meningkatkan level stres dalam diri seseorang baik secara fisik maupun secara mental, sehingga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.
Kurang Tidur
Tanpa tidur yang cukup dan berkualitas, tubuh akan menjadi lebih rentan terkena penyakit, salah satunya adalah penyakit Alzheimer. Oleh karena itu, disarankan untuk tidur selama 6–8 jam setiap malamnya, karena hal tersebut sangat penting dalam mendukung masa pemulihan sel otak dari kerusakan.
Mengonsumsi Gula Secara Berlebihan
Mengonsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penumpukan protein tidak baik yang dapat membahayakan otak. Nantinya, penumpukan protein tersebut dapat mengganggu fungsi otak sehingga menyebabkan otak menjadi sulit berpikir, mengingat, atau melakukan aktivitas sehari-hari.
Untuk mengetahui atau memonitor kadar gula darah dalam tubuh, dapat dilakukan pemeriksaaan darah secara rutin dengan jarak 6 bulan hingga 1 tahun sekali. Namun, bagi seseorang yang sudah terdiagnosa menderita penyakit diabetes, maka dapat melakukan kontrol secara rutin setiap 1 bulan sekali dan rutin minum obat.
Kurang Bermain Games
Menariknya, bermain games yang sering kali dianggap dapat memberikan dampak buruk, ternyata bisa menjadi stimulasi yang baik dan menyenangkan bagi otak. Hal ini dikarenakan cara favorit otak untuk belajar adalah dengan bermain.
Mengenai hal tersebut, telah dibuktikan bahwa bermain game dapat memberikan sejumlah dampak positif dalam pencegahan penyakit Alzheimer, yaitu membantu meningkatkan kemampuan analisis, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan memutuskan segala hal dalam kegiatan sehari-hari.
Gejala dan Cara Mencegah Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang tidak dapat disepelekan. Pengobatannya tidak mampu sepenuhnya menyembuhkan fungsi otak jika sudah mencapai tahap lanjut. Oleh karena itu, penting untuk melakukan deteksi dini dengan mengenali beberapa gejala Alzheimer seperti berikut.
-
Mudah melupakan nama orang.
-
Lupa meletakkan barang-barang.
-
Lupa dengan pekerjaannya sendiri.
-
Merasa mengalami penurunan pada fungsi memori.
Untuk menghindari terjadinya penyakit Alzheimer, segeralah melakukan pencegahan Alzheimer sejak dini dengan beberapa cara di bawah ini.
-
Menjaga berat badan tetap ideal.
-
Mendapatkan waktu tidur yang cukup.
-
Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
-
Hindari merokok.
-
Mengelola stres dengan baik.
Itulah berbagai informasi terkait 5 faktor risiko Alzheimer, gejala, hingga cara pencegahannya. Jika Anda maupun orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kecurigaan penyakit Alzheimer, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar segera mendapatkan pemeriksaan serta diberikan penanganan penyakit Alzheimer yang tepat, seperti diberikan obat Alzheimer sebagai pertolongan pertama.
Untuk lebih memudahkan Anda, Anda bisa memanfaatkan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anyeliria Sutanto, Sp.N-F. Neuroinfection-Neuroimmunology
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini







