Kesehatan Tubuh
Perawatan Penyakit Crohn yang Penting Diketahui

Table of Contents
Penyakit Crohn adalah penyakit radang usus kronis yang dapat memengaruhi bagian mana pun dari saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus. Gejala Crohn’s disease dapat bervariasi, namun yang paling jelas di antaranya adalah diare kronis lebih dari satu bulan yang disertai dengan lendir dan darah dan penurunan berat badan secara signifikan.
Menurut dr. Alfianto Martin, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals, dijelaskan bahwa secara sederhana Crohn’s disease adalah suatu penyakit yang melibatkan faktor kelainan genetik dan interaksi dengan lingkungan, di mana penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara total.
Lantas, bagaimana cara penderita penyakit Crohn dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik? Untuk lebih memahami tentang penyakit ini, mari simak tayangan video melalui kanal Youtube Siloam Hospitals berikut ini.
Perawatan Penyakit Crohn
Berdasarkan data, dokter Alfianto menjelaskan bahwa terdapat potensi sebesar 8–12% penyakit Crohn diwariskan dari salah satu orang tuanya. Apabila kedua orang tua menderita penyakit Crohn, maka risiko keturunannya menderita penyakit yang sama meningkat hingga 30–35%.
Crohn’s disease adalah salah satu jenis inflammatory bowel disease (IBD) yang masih jarang ditemukan di Indonesia. Penyebab Crohn’s disease pun hingga kini belum diketahui dengan pasti.
Hingga saat ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit Crohn secara total, namun perawatan yang intensif dapat membantu mengontrol gejala, mencegah perburukan penyakit serta komplikasinya, dan memperbaiki kualitas hidup penderita. Perawatan penyakit Crohn biasanya melibatkan penggunaan obat-obatan, perubahan pola makan, vaksinasi, hingga pembedahan.
Metode perawatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, bagian dari saluran pencernaan yang terpengaruh, dan respons individu terhadap pengobatan. Berikut adalah beberapa metode perawatan untuk penyakit Crohn:
-
Diet Sehat
Pengaturan pola makan atau diet sangat penting karena penyakit ini memiliki dampak utama pada saluran pencernaan. Setiap individu mungkin memerlukan pendekatan diet yang berbeda, namun, berikut adalah beberapa panduan diet secara umum yang bisa dijadikan acuan:
-
Kontrol asupan karbohidrat agar tidak terlalu tinggi serat, yakni dengan memilih sumber karbohidrat seperti kentang, beras putih, atau pasta.
-
Dapatkan protein dari sumber ikan yang mengandung omega 3, yang memiliki efek antioksidan dan baik bagi kesehatan.
-
Konsumsi tempe, daging putih seperti dada ayam, serta sayur-mayur dengan cara di-steam atau direbus untuk memudahkan proses pencernaan.
-
Pilihlah buah-buahan yang tidak terlalu tinggi serat, seperti melon, pepaya, semangka, dan lain-lain.
Adapun pantangan makanan bagi penderita penyakit Crohn meliputi:
-
Hindari makanan tinggi serat seperti gandum, daging merah, daging ham, dan sosis. Pasalnya, serat dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan yang sensitif.
-
Hindari sayuran dan buah-buahan yang tinggi serat, karena serat yang berlebihan dapat memperburuk gejala dan peradangan usus.
-
Hindari makanan pedas atau berbumbu kuat karena bisa menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan memicu gejala diare.
-
Hindari kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok.
-
Hindari kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh secara berlebihan, karena dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menimbulkan kerusakan pada lapisan organ sistem pencernaan (lambung dan usus).
-
Olahraga secara Rutin
Perawatan penyakit Crohn selanjutnya adalah dengan berolahraga. Olahraga secara rutin dapat memberikan manfaat bagi penderita penyakit Crohn. Yakni dapat merangsang pergerakan usus, membantu melancarkan pencernaan, serta membantu penderita Crohn merasa lebih energik dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kendati demikian, jenis dan frekuensi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan individu dan tingkat keparahan penyakit.
-
Melakukan Vaksinasi
Vaksinasi adalah langkah penting bagi penderita penyakit Crohn, terutama ketika mereka menjalani pengobatan penyakit Crohn dengan obat golongan imunosupresan. Imunosupresan bermanfaat untuk menekan kerja sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mengendalikan peradangan pada usus. Namun, imunosupresan juga dapat membuat tubuh menjadi lebih rentan terkena infeksi. Oleh karena itu, vaksinasi dapat membantu melindungi penderita Crohn dari infeksi yang berisiko menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
-
Manage Stres dengan Baik
Kondisi stres dapat memicu atau memperburuk gejala penyakit Crohn. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh yang sensitif pada penderita Crohn dapat bereaksi terhadap stres dan menyebabkan peradangan lebih lanjut. Karena itu, manajemen stres yang baik dapat memiliki dampak positif dalam perawatan penyakit Crohn.
Itulah beberapa metode perawatan penyakit Crohn yang dapat dilakukan untuk membantu penderitanya memiliki kualitas hidup lebih baik. Jika Anda maupun kerabat membutuhkan penanganan penyakit Crohn, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi di Siloam Hospitals terdekat.
Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter yang memudahkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan di Siloam Hospitals. Tidak hanya itu, Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan mudah dan cepat. Mari, segera unduh aplikasinya dan terus jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Agora Cempaka Putih
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, MMR., SpPD.,FINASIM.,AIFO-K
Penyakit Dalam
Spesialis Penyakit Dalam
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini







