Sub-Spesialisasi dari Kedokteran Gigi
Bedah Trauma Maksilofasial dan Kelainan Temporo Mandibular Joint (TMJ)
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial (BMMF) dengan subspesialis maksilofasial dan kelainan temporomandibular joint (TMJ) fokus pada trauma maksilofasial dan gangguan TMJ.
Tugas utama dokter BMMF dengan subspesialis trauma maksilofasial dan kelainan TMJ adalah menangani pasien dengan keluhan trauma pada bagian wajah, rahang, leher, serta sendi temporomandibular.
Beberapa kondisi medis yang memerlukan peran dokter BMMF dengan subspesialis trauma maksilofasial dan kelainan TMJ, seperti cedera pada wajah, terutama di daerah rahang serta temporomandibular joint syndrome.
Temporomandibular joint syndrome adalah serangkaian kondisi yang baru-baru ini diidentifikasi. Sindrom ini pertama kali mendapat perhatian dari komunitas kesehatan pada tahun 1950-an. Baru pada tahun 1980-an, para ahli kesehatan mengembangkan keahlian dalam diagnosis dan pengobatan kondisi ini. Sebelum saat itu, rasa sakit yang tidak dapat dijelaskan pada TMJ mungkin dianggap sebagai psikogenik atau ciptaan pikiran.
Keunggulan Subspesialisasi
Untuk menjadi dokter bedah mulut dan maksilofasial dengan subspesialis trauma maksilofasial dan kelainan TMJ, dokter dengan subspesialis ini perlu menjalani sekolah kedokteran gigi dan profesi selama kurang lebih 6 tahun, lalu dilanjutkan dengan pendidikan spesialis bedah mulut dan maksilofasial selama 4 tahun.
Kemudian, agar memiliki izin praktek yang resmi, dokter dengan subspesialis ini harus menjalani pelatihan tambahan atau fellowship untuk mendalami trauma maksilofasial dan sindrom TMJ selama 1–2 tahun agar mendapat gelar Sp. BMMF, Subsp. TMF-TMJ (K).
Perlu diketahui bahwa temporomandibular joint (TMJ) adalah sendi yang digunakan untuk menggerakkan rahang, serta menghubungkan rahang dan tengkorak. Setiap orang memiliki dua sendi temporomandibular, yaitu satu di setiap sisi wajah dan berada di depan telinga.
Bila terjadi gangguan pada sendi tersebut atau dikenal dengan temporomandibular syndrome, maka, penderitanya akan kesulitan menggerakkan rahang, sehingga memerlukan peran subspesialis ini untuk menanganinya.
Selain mengatasi gangguan TMJ, dokter dengan subspesialis ini juga dapat menangani trauma pada bagian maksilofasial, yang meliputi wajah, rahang, dan leher. Trauma tersebut bisa berupa dislokasi, patah (fraktur), atau retak.
Penyakit dan Tindakan Medis
Beberapa penyakit yang biasanya ditangani oleh dokter BMMF dengan subspesialis trauma maksilofasial dan kelainan TMJ adalah sebagai berikut:
-
Gangguan sendi rahang.
-
Dislokasi rahang.
-
Trauma gigi.
-
Fraktur rahang.
-
Fraktur wajah.
-
Nyeri rahang.
-
Rahang berbunyi.
-
Resorpsi kondilus.
Adapun sejumlah tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dokter BMMF dengan subspesialis trauma maksilofasial dan kelainan TMJ, di antaranya:
-
Reduksi terbuka dan fiksasi internal (ORIF).
-
Bedah rekonstruksi.
-
Artroskopi.
-
Artrosentesis.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Isnandar, SpBMMF., Subsp. TM-TMJ(K)
Kedokteran Gigi
Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial Subspesialis Bedah Trauma Maksilofasial dan Kelainan Temporo Mandibular Joint (TMJ)
Siloam Hospitals Medan
Tersedia :
Selasa, 19 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua

