Konservasi Gigi Endodontik

Sub-Spesialisasi dari Kedokteran Gigi

Konservasi Gigi Endodontik

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter gigi spesialis konservasi gigi dengan subspesialis endodontik adalah dokter gigi yang berfokus pada perawatan endodontik. 

 

Tugas utama dokter gigi spesialis konservasi gigi dengan subspesialis endodontik adalah memeriksa, merawat, dan mengobati pasien dengan keluhan kerusakan pada rongga gigi melalui perawatan saluran akar gigi maupun perawatan endodontik lainnya. 

 

Gigi atau gusi meradang, pulpitis, atau infeksi akibat pembusukan gigi merupakan beberapa kondisi yang sering ditangani oleh dokter gigi endodontik. Pasalnya, jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, kondisi tersebut dapat memicu komplikasi yang lebih serius.

 

Endodontik mengalami kemajuan yang signifikan pada tahun 1838 ketika Edwin Maynard mendapatkan inspirasi dalam menciptakan instrumen pertama yang dirancang khusus untuk endodontik saat sedang memodifikasi pegas jam tangan.

 

Tidak lama kemudian, pada tahun 1847, Edwin Truman memperkenalkan gutta-percha ke dalam bidang kedokteran gigi sebagai bahan dasar gigi tiruan (tambal gigi). Metode ini kemudian dipopulerkan oleh G.A Bowman pada tahun 1867. Meski kini sudah banyak pilihan bahan untuk tambal gigi, gutta-percha masih menjadi salah satu bahan yang sering digunakan untuk menambal gigi di seluruh dunia.

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Dokter spesialis konservasi gigi adalah dokter gigi yang sudah menyelesaikan program pendidikan dan profesi sebagai dokter gigi umum dengan gelar drg selama 4–6 tahun, lalu melanjutkan program spesialis konservasi gigi selama 2–3 tahun.

 

Kemudian, agar mendapatkan izin sebagai dokter spesialis konservasi gigi dengan subspesialis endodontik dan memperoleh gelar Sp.KG, Subsp.KE(K), dokter spesialis konservasi gigi perlu menjalani pendidikan dan pelatihan tambahan selama 2–3 tahun dalam bidang perawatan saluran akar dan endodontik.

 

Dalam kesehariannya, dokter dengan subspesialis ini melakukan perawatan saluran akar gigi atau endodontik, yaitu perawatan yang dilakukan untuk memperbaiki gigi yang rusak parah akibat cedera atau infeksi yang dapat menyebabkan peradangan pada pulpa.

 

Dalam melakukan perawatan terhadap pulpa, dokter dengan subspesialis ini membersihkan bagian dalam gigi dengan hati-hati, kemudian menutupnya atau menambal gigi dengan bahan karet (gutta-percha). Subspesialis ini memiliki kemampuan untuk mengatasi kerusakan pada gigi tanpa harus mencabutnya atau menimbulkan rasa nyeri pada pasien melalui teknik atau metode yang sudah dipelajari. 

 

Penyakit dan Tindakan Medis

 

Sejumlah gangguan pada gigi yang biasanya ditangani oleh dokter spesialis konservasi gigi dengan subspesialis endodontik adalah:

 

  • Nekrosis pulpa.

  • Pulpitis. 

  • Abses periapikal.

  • Radang gusi.

  • Gigi berlubang.

  • Abses gigi.

  • Gigi patah.

  • Gigi tercabut.

 

Adapun beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis konservasi gigi dengan subspesialis endodontik, yaitu:

 

  • X-ray gigi.

  • Sedasi untuk prosedur dokter gigi.

  • Perawatan saluran akar gigi.

  • Penambalan gigi.

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
drg-devina-spkg

Online & Kunjungi Rumah Sakit

drg. Devina Setiadi, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Rabu, 20 Mei 2026

drg-nicolas-dosy-spkg

Online & Kunjungi Rumah Sakit

drg. Nicolas Dosy, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Selasa, 19 Mei 2026

message

coeSpecialistV2