Analgesi Anestesi

Sub-Spesialisasi dari Akupunktur Medik

Analgesi Anestesi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis akupunktur medik dengan subspesialis analgesi anestesi memiliki keahlian khusus dalam melakukan teknik akupunktur untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri pada operasi pembedahan.  

 

Seorang dokter spesialis akupunktur medik dengan subspesialis analgesi anestesi bertugas mempraktikkan teknik akupunktur sebagai pengganti anestesi umum yang membutuhkan obat-obatan dengan dosis tinggi.  

 

Selain untuk memberikan efek analgesik atau mengurangi rasa sakit atau nyeri, akupunktur analgesi anestesi juga dilakukan untuk menghindari obat-obtan anestesi dalam dosis besar. Namun, langkah-langkah penanganan medis tetap harus melalui keputusan dokter. 

 

Akupunktur analgesi anestesi mulai dipraktikkan di Tiongkok sejak tahun 1960-an. Kemudian ilmu akupunktur analgesi anestesi menyebar ke wilayah Jepang. Masayoshi Hyodo dianggap sebagai pelopor akupunktur analgesi anestesi usai menangani 30 kasus medis dengan menggunakan teknik akupunktur analgesi anestesi yang dilakukan di Osaka Medical College pada tahun 1972.

 

Di tahun 1980-an, peminatan penelitian dalam bidang ini semakin besar dan melahirkan tempat-tempat pendidikan yang menawarkan program pendalaman ilmu bidang akupunktur analgesi anestesi. 

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Seorang dokter umum yang telah menempuh pendidikan selama 6 tahun dapat melanjutkan pendidikan spesialis akupunktur medis selama kurang lebih 4 tahun. Setelah itu, dokter spesialis akupunktur medik akan mengikuti pelatihan tambahan selama sekitar 2–3 tahun untuk tergantung dari peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh masing-masing institusi. 

 

Pendidikan untuk subspesialis akupunktur analgesi anestesi mencakup pendalaman teori akupunktur, praktik klinis, anatomi, fisiologi, etika medis, hingga pengetahuan lanjutan terkait pengelolaan nyeri dan anestesi. Setelah menyelesaikan pendidikan tambahan, dokter spesialis akupunktur medik subspesialis akupunktur medik analgesi anestesi akan mendapatkan gelar Sp. Ak., Subs. Ak-AA (K).

 

Dokter spesialis akupunktur medik dengan subspesialis analgesi anestesi banyak terlibat dalam membantu menangani masalah-masalah, seperti nyeri akut akibat operasi bedah, nyeri pascaoperasi, nyeri neuropatik, atau nyeri akibat pencabutan gigi. 

 

Bentuk keunggulan lain yang bisa diberikan oleh dokter spesialis akupunktur medik dengan subspesialis analgesi anestesi adalah dapat meningkatkan kecepatan pemulihan, mengurangi risiko terjadinya efek samping, hingga meningkatkan rasa nyaman pada pasien. 


Manfaat-manfaat ini bisa didapat karena teknik akupunktur analgesik anestesi tidak menggunakan obat-obatan anestesi yang pada sebagian orang dapat menunjukkan efek samping, seperti mual dan muntah. Penting untuk dicatat jika penggunaan akupunktur analgesi anestesi memiliki batasan dan efektivitas yang dipengaruhi oleh kondisi pasien dan prosedur medis yang dijalankan.

 

Dokter spesialis akupunktur medik dengan subspesialis analgesi anestesi akan memberikan rekomendasi yang tepat apakah seseorang dianjurkan melakukan akupunktur analgesi anestesi atau tidak.

 

Penyakit dan Prosedur Medis 

 

Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter akupunktur medik dengan subspesialis analgesi anestesi, yaitu:

 

  • Pergelangan Kaki Keseleo.

  • Trigger Finger.

  • Nyeri Punggung.

  • Neuropati Perifer.

  • Nyeri Kronis.

  • Temporomandibular Joint (TMJ) Disorders.

  • Vertigo.

  • Nyeri Neuropatik.

 

Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter akupunktur medik dengan subspesialis analgesi anestesi, yaitu:

 

  • Terapi Akupunktur.

  • Terapi Bekam.

  • Manajemen Nyeri.

  • Dry Needling.

 

Baca Lebih Sedikit

message

coeSpecialistV2