Sub-Spesialisasi dari Psikiatri
Psikoseksual dan Marital
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis kedokteran jiwa dengan subspesialis psikoseksual dan marital menangani gangguan kejiwaan yang berhubungan dengan fungsi seksual dan hubungan pernikahan.
Pada dasarnya, dokter spesialis kedokteran jiwa dengan subspesialis psikoseksual dan marital akan melayani pasien pasangan atau individu yang memiliki masalah kejiwaan yang dapat memengaruhi keharmonisan hubungan pernikahan. Beberapa pelayanan yang dilakukan adalah penilaian, penegakan diagnosis, dan rencana penanganan masalah untuk memperbaiki status kejiwaan pasien.
Beberapa contoh kejadian atau masalah yang ditangani oleh subspesialis ini adalah masalah komunikasi pasangan yang kemudian memicu pertengkaran, perasaan tidak cocok satu sama lain, disfungsi ereksi sehingga terjadi ketidakpuasan seksual, dorongan seksual rendah, dan lain-lain.
Pada abad ke-19, seorang tokoh psikologi yaitu Sigmund Freud, melakukan penelitian lebih dalam tentang aspek seksualitas dalam psikologi manusia. Freud berperan penting dalam pembentukan dasar-dasar psikoanalisis, yang mencakup kajian seksualitas dan isu seksual dalam pernikahan.
Kemudian, pada abad ke-20, perhatian terhadap isu pernikahan dan kajian seksualitas semakin meningkat. Para psikiater mulai menggunakan teknik perilaku kognitif dan terapi interpersonal untuk membantu pasangan-pasangan dalam mengatasi konflik pernikahan dan gangguan seksual, guna menciptakan hubungan pernikahan yang harmonis.
Keunggulan Subspesialisasi
Agar dapat menjalani praktik sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa dengan subspesialis psikoseksual dan marital, seseorang perlu memulai pendidikan sebagai dokter umum selama 5–6 tahun. Setelah itu, dokter umum akan menjalani pendidikan spesialis kedokteran jiwa. Lama pendidikan spesialis bisa berbeda-beda, tergantung institusi masing-masing.
Lalu, dokter spesialis kedokteran jiwa akan mengikuti pelatihan atau fellowship untuk memahami psikoseksual dan marital secara lebih dalam. Setelah selesai, dokter akan mendapatkan gelar Sp.KJ, Subsp.Psi.Mar (K).
Dokter spesialis kedokteran jiwa dengan subspesialis psikoseksual dan marital memiliki pemahaman mendalam tentang isu pernikahan dan fungsi seksual. Oleh karena itu, pasangan atau individu yang mengalami ketidakharmonisan pernikahan dapat diberikan terapi yang efektif.
Selain itu, dokter dengan subspesialis ini juga dapat membantu individu dan pasangan dalam proses persiapan pernikahan. Dokter akan mengevaluasi kecocokan satu sama lain, mengevaluasi perbedaan, memberikan informasi tentang masalah pernikahan yang mungkin dapat terjadi, serta bagaimana cara menanganinya nanti.
Penyakit dan Prosedur Medis
Berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis kedokteran jiwa dengan subspesialis psikoseksual dan marital:
-
Gangguan Seksual Akibat Depresi.
-
Anorgasmia.
-
Anejaculation.
-
Masokisme.
-
Sadisme (Kepuasan Seksual dengan Menyakiti).
-
Paraphilia.
-
Kecanduan Seks, Hiperseksualitas, dan Perilaku Seksual Kompulsif.
-
Kepribadian Cemas Menghindar.
Sedangkan beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa dengan subspesialis psikoseksual dan marital adalah:
-
Psikoterapi.
-
Terapi Psikologis untuk Nyeri.
-
Terapi Keluarga.
-
Anxiolitik.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Wijaya Taufik Tiji, M.Ked(KJ), Sp.KJ, Subsp.Psi.M(K)
Psikiatri
Subspesialis Psikoseksual dan Marital
Siloam Hospitals Medan
Tersedia :
Senin, 18 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua
