Lawan Kista 13,5 cm, Ibu Sagita Sembuh untuk Keluarga
banner

Lawan Kista 13,5 cm, Ibu Sagita Sembuh untuk Keluarga

patient img

Cerita Sagita

Bagi seorang ibu, kesehatan adalah fondasi utama dalam menjalankan peran dalam keluarga. Hal inilah yang sempat dikhawatirkan oleh Sagita, penderita kista endometriosis dan mioma uteri di usianya yang ke-38 tahun. 

 

Awalnya, ia merasakan gejala-gejala seperti ketidaknyamanan di perut kanan bawah, perubahan pola menstruasi yang tidak seperti biasanya, dan rasa begah di perut. Rasa nyeri tersebut muncul semakin hebat sehingga ia memutuskan untuk mencari bantuan medis.

 

Tanpa menunda lama, Sagita memutuskan untuk mengunjungi Siloam Hospitals Kebon Jeruk dan berkonsultasi dengan dr. Ferdhy Suryani, SpOG - KFER. Di sana, ia diarahkan untuk menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG).

 

Menurut dr. Ferdhy, keluhan nyeri yang dialami Sagita sudah mencapai skor 9 dari 10 menurut Visual Analog Scale (VAS), sebuah tingkat nyeri yang ekstrem secara klinis. 

 

“Setelah dilakukan USG, ditemukan adanya kista di sebelah kiri dengan ukuran 13,5 cm. Itu adalah kista endometriosis serta mioma di bagian posterior sekitar 5 cm,” jelas dr. Ferdhy.

 

dr. Ferdhy pun menjelaskan bahwa endometriosis yang besar, umumnya terjadi perlengketan di organ sekitarnya, seperti usus, ureter (saluran kemih), dan kandung kemih. Sehingga tim dokter merekomendasikan bedah robotik sebagai langkah penanganannya.

 

Bedah Robotik untuk Menangani Endometriosis

 

Bedah robotik dengan menggunakan Da Vinci Xi merupakan pilihan yang direkomendasikan karena mampu mencapai target organ secara spesifik dan akurat, bahkan pada area yang sulit dijangkau oleh operasi konvensional. Dengan presisi tinggi, dokter dapat melakukan pemotongan lapisan demi lapisan secara detail untuk mengangkat kista dan miom tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

 

Kesembuhan buat saya bukan cuma sembuh dari penyakit. Saya kembali utuh untuk diri saya sendiri dan untuk mereka yang saya sayangi,” ungkap Sagita dengan penuh haru. 

 

Ia merasa bersyukur karena teknologi medis yang mumpuni telah membantunya melewati masa-masa kelam yang sempat membuatnya tidak mampu memenuhi permintaan sederhana dari anaknya untuk sekedar digendong.

 

Berkat penanganan dengan teknologi robotik, Sagita kini telah pulih dan mendapatkan kembali kualitas hidupnya. Deteksi dini dan pemilihan metode operasi yang minim sayatan memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat dan hasil yang lebih optimal. Kisah ini menjadi pengingat bagi setiap wanita untuk tidak mengabaikan nyeri perut saat menstruasi dan segera melakukan pemeriksaan agar kondisi seperti endometriosis dapat ditangani sejak stadium awal.

 

Penting diketahui prosedur bedah robotik Da Vinci Xi hanya direkomendasikan bagi pasien setelah didiagnosis terkonfirmasi melalui pemeriksaan menyeluruh oleh tim ahli. Dokter akan mempertimbangkan kondisi klinis pasien untuk memastikan prosedur ini merupakan pilihan terbaik. Jika Anda mengalami keluhan nyeri haid yang tidak normal atau gangguan pada organ reproduksi, jangan menunda untuk berkonsultasi. 

 

Segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat atau gunakan aplikasi MySiloam untuk memantau jadwal dokter dan melakukan janji temu secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk kemudahan akses kesehatan di genggaman Anda.

dr-ferdhy-suryadi-suwandinata-spog-kfer

dr. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG-KFER

message

PatientStoryDetail