Mengenal USG Abdomen, Begini Cara Kerja dan Kegunaannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal USG Abdomen, Begini Cara Kerja dan Kegunaannya

20 April 2026 4 menit waktu baca
usg abdomen

 

Ultrasonography (USG) abdomen adalah salah satu prosedur pencitraan medis yang umum digunakan untuk membantu dokter menilai kondisi organ dalam perut. Pemeriksaan ini memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi guna menghasilkan gambaran jaringan, organ, maupun struktur di dalam rongga perut.

 

Melalui USG abdomen, berbagai masalah kesehatan seperti gangguan hati, ginjal, pankreas, kantong empedu, hingga limpa dapat terdeteksi secara lebih jelas. Mari simak informasi selengkapnya mengenai USG abdomen melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu USG Abdomen?

 

Ultrasonography (USG) abdomen adalah salah satu jenis tes pencitraan yang menggunakan gelombang suara untuk melihat bagian dalam perut (abdomen), termasuk hati, kantong empedu, pankreas, saluran empedu, limpa, dan aorta abdominalis. Cara kerja USG abdomen adalah sebagai berikut:

 

  • Alat bernama transduser akan ditempelkan di kulit setelah diberi gel khusus.

  • Transduser memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang tidak terdengar telinga.

  • Gelombang suara tersebut memantulkan kembali (seperti gema) dari organ tubuh.

  • Pantulan tersebut akan diproses oleh tranduser dan komputer, kemudian diubah menjadi gambar.

 

Adapun gambar hasil USG abdomen disebut juga sebagai sonogram. Umumnya, USG abdomen dipakai sebagai metode deteksi dini untuk kondisi berisiko serius, seperti aneurisma aorta, dengan fokus pada kelompok yang paling rentan. Pemeriksaan ini dapat memberikan gambaran cepat, aman, dan detail mengenai kondisi organ perut tanpa prosedur yang menyakitkan atau berisiko tinggi.

 

“USG abdomen merupakan pemeriksaan non-invasif untuk organ perut yang aman dan bebas risiko.”

dr. Hardianto Setiawan Ong, Sp.PD-KGEH, FINASIM

 

Kapan USG Abdomen Diperlukan?

 

Dokter biasanya merekomendasikan USG abdomen untuk beberapa alasan. Pemeriksaan ini berfokus pada organ dalam perut, seperti hati, ginjal, pankreas, limpa, dan kantong empedu. Perlu dibedakan dengan USG kehamilan (prenatal), karena meskipun sama-sama dilakukan di area perut, USG abdomen tidak ditujukan untuk memantau perkembangan janin. USG abdomen umumnya digunakan untuk memeriksa:

 

  • Hati (liver).

  • Pankreas.

  • Kantung emepdu.

  • Pembuluh darah besar di perut, seperti vena cava inferior dan aorta.

  • Limpa. 

  • Ginjal. 

  • Kandung kemih.

USG abdomen sering kali juga disarankan untuk pria berusia 65–75 tahun yang sedang atau pernah merokok karena memiliki risiko lebih tinggi terkena aneurisma aorta abdominalis. Sementara itu, individu yang tidak pernah merokok biasanya tidak perlu skrining rutin, kecuali memiliki gejala tertentu atau keluarga dengan riwayat aneurisma aorta.

 

Kondisi yang Dapat Dideteksi Melalui USG Abdomen

 

Karena USG abdomen dapat digunakan untuk memeriksa kondisi dan masalah kesehatan yang menyerang berbagai organ di dalam perut. Adapun beberapa kondisi yang dapat dideteksi oleh USG abdomen adalah sebagai berikut:

 

  • Gangguan pembuluh darah, seperti aneurisma aorta abdominalis (pelebaran aorta di perut).

  • Masalah ginjal dan saluran kemih, seperti batu ginjal, batu kandung kemih, atau kista ginjal. Massa atau tumor ginjal juga dapat terdeteksi, meskipun sifat jinak atau ganasnya perlu pemeriksaan lanjutan (CT scan, MRI, atau biopsi).

  • Gangguan kantung empedu dan hati, seperti batu empedu, radang kantong empedu (kolesistitis), penyakit hati, dan perlemakan hati (fatty liver).

  • Gangguan pankreas dan limpa, seperti pankreatitis dan pembesaran limpa.

  • Pertumbuhan abnormal, seperti kista tumor atau polip pada organ perut. USG dapat mendeteksi adanya massa, tetapi untuk memastikan jenis dan keganasannya diperlukan pemeriksaan tambahan.

 

Prosedur USG Abdomen

 

Sebelum prosedur dimulai, dokter biasanya memberikan arahan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien. Jika diperlukan, dokter akan meminta pasien berpuasa beberapa jam atau justru sebaliknya, minum air dalam jumlah banyak agar kandung kemih penuh. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan gambar organ yang lebih jelas dan tidak buram.

 

Pada proses pemeriksaan, pasien akan diminta berbaring telentang. Kemudian, dokter akan mengoleskan gel khusus ke perut pasien, lalu menggerakkan transduser di atas kulit untuk mengambil gambar. Setelah selesai, dokter akan membersihkan gel dari kulit. USG abdomen biasanya berlangsung sekitar 20 menit, bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung dari kondisi pasien dan tujuan pemeriksaan. 

 

Risiko Efek Samping dan Keterbatasan USG Abdomen

 

Secara umum, USG abdomen adalah pemeriksaan yang aman dan akurat. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi serta tidak menggunakan radiasi, sehingga aman bagi sebagian besar pasien, termasuk ibu hamil sesuai indikasi medis.

 

USG abdomen umumnya tidak menimbulkan efek samping yang berarti. Namun, pada beberapa kondisi, kualitas gambar dan akurasi hasil pemeriksaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

 

  • Obesitas berat. Jaringan lemak pada kondisi obesitas berat bisa menghalangi gelombang suara, sehingga gambar organ menjadi kurang jelas.

  • Sisa barium di usus dari pemeriksaan sebelumnya, misalnya ketika sebelumnya pasien menjalani pemeriksaan rontgen dengan menelan cairan khusus (barium), sisa zat ini bisa mengganggu visualisasi organ saat USG sehingga gambarnya tidak terbaca jelas.

  • Gas dalam usus dapat mengganggu pemantulan gelombang suara dan menutupi organ tertentu.

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan, seperti nyeri perut hebat, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi-Hepatologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

Johns Hopkins Medicine. Abdominal Ultrasound. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Abdominal Ultrasound. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Abdominal ultrasound. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-hardianto-setiawan-ong-sppd-kgeh-finasim

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD-KGEH, FINASIM

Penyakit Dalam

Subspesialis Gastroenterohepatologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail