Operasi Laser Batu Ginjal, Prosedur dan Manfaatnya
Kesehatan Tubuh

Operasi Laser Batu Ginjal, Prosedur dan Manfaatnya

08 April 2026 4 menit waktu baca
operasi laser batu ginjal

Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan bisa menimbulkan nyeri hebat ketika serpihan batu tersangkut di saluran kemih. Meskipun dalam ukuran tertentu bisa keluar sendiri melalui urine, batu ginjal yang besar biasanya memerlukan penanganan medis seperti operasi laser batu ginjal untuk mengatasinya. Mari pelajari lebih lanjut bagaimana prosedur dan risikonya dalam artikel berikut.

 

Apa Itu Operasi Laser Batu Ginjal?

 

Batu ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari mineral dan zat sisa dalam urine. Jika ukurannya cukup besar atau permukaannya tidak rata, batu ini bisa tersangkut di saluran kemih dan menimbulkan nyeri yang cukup hebat. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan tindakan medis untuk mengatasinya.

 

Salah satu metode yang digunakan adalah operasi laser batu ginjal atau laser lithotripsy. Operasi ini merupakan prosedur medis untuk menghancurkan batu ginjal menggunakan energi laser tanpa perlu sayatan pada kulit. Karena tidak memerlukan operasi terbuka, metode ini termasuk minimal invasif. Artinya, minim luka sayatan, risiko komplikasi relatif lebih rendah, dan waktu pemulihan biasanya lebih cepat dibandingkan dengan operasi konvensional.

 

Meski demikian, tidak semua batu ginjal perlu ditangani dengan laser. Pemilihan metode tetap bergantung pada ukuran, lokasi, dan kondisi pasien secara keseluruhan, sehingga perlu evaluasi langsung oleh dokter.

 

Prosedur Laser Lithotripsy

 

Operasi laser batu ginjal umumnya berlangsung sekitar 1–2 jam untuk menghancurkan batu ginjal di saluran kemih agar batu lebih mudah dikeluarkan. Dalam kondisi tertentu, pasien dapat menjalani prosedur ini tanpa perlu rawat inap lama atau bahkan bisa pulang di hari yang sama setelah prosedur selesai. Berikut ini tahapan prosedurnya.

 

1. Persiapan Sebelum Tindakan

 

Sebelum tindakan dilakukan, dokter akan melakukan beberapa langkah persiapan, meliputi:

 

  • Menjelaskan prosedur dan meminta persetujuan pasien.

  • Melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti pemeriksaan fisik, tes darah, atau pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan urologi untuk mengetahui lokasi batu.

  • Meminta pasien untuk berpuasa sekitar 8 jam sebelum prosedur, terutama jika menggunakan anestesi.

  • Menghentikan sementara obat tertentu, terutama obat pengencer darah, sesuai anjuran dokter.

  • Memastikan pasien memberi tahu semua obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi untuk mencegah interaksi antarobat maupun risiko perdarahan.

 

2. Prosedur Selama Tindakan

 

Saat prosedur berlangsung, langkah yang biasanya dilakukan antara lain:

  • Akses batu ginjal: Dokter memasukkan ureteroskop, yaitu instrumen bedah berbentuk selang tipis berkamera, melalui saluran kemih (uretra) menuju kandung kemih dan ureter.

  • Pemecahan batu: Saat batu ginjal telah ditemukan, energi laser digunakan untuk menghancurkan batu menjadi fragmen kecil atau menjadi partikel sangat halus.

  • Ekskresi batu: Serpihan batu dapat diambil menggunakan alat khusus atau dibiarkan keluar bersama urine.

  • Pemasangan DJ stent: Pada beberapa kasus, dokter dapat memasang stent ureter sementara untuk membantu aliran urine tetap lancar dan membantu proses keluarnya fragmen batu.

 

3. Perawatan Setelah Tindakan

 

Setelah tindakan selesai, pasien biasanya menjalani pemantauan singkat sebelum pulang. Dokter juga dapat memberikan beberapa anjuran, seperti:

 

  • Memperbanyak minum air putih agar sisa serpihan batu lebih mudah keluar melalui urine.

  • Perhatikan perubahan urine, seperti warna kemerahan ringan yang biasanya bersifat sementara.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri atau antibiotik sesuai resep dokter.

  • Menghindari aktivitas berat untuk sementara waktu, yaitu 3–7 hari setelah operasi.

  • Segera periksa jika muncul nyeri hebat, demam, atau kesulitan buang air kecil.

  • Melepas stent ureter pada waktu yang telah ditentukan.

 

Keunggulan Laser Lithotripsy

 

Operasi laser batu ginjal menawarkan berbagai keuntungan bagi pasien yang mengalami batu ginjal, terutama ketika batu sulit keluar secara alami atau menimbulkan keluhan serius. Prosedur ini juga dapat membantu mencegah komplikasi, seperti sumbatan saluran kemih atau infeksi. Beberapa keunggulan utama dari laser lithotripsy mencakup:

 

  • Minimal invasif
    Risiko luka operasi berkurang dan pemulihan cenderung lebih cepat karena prosedur dilakukan tanpa membuat sayatan pada kulit.

  • Efektivitas tinggi
    Laser diarahkan langsung ke batu ginjal sehingga pemecahan batu lebih presisi dan hasilnya lebih optimal.

  • Mampu menangani beberapa batu ginjal sekaligus
    Prosedur ini dapat digunakan untuk menghancurkan lebih dari satu batu ginjal dalam satu tindakan.

  • Dapat menjadi alternatif pada kondisi tertentu

Laser lithotripsy dapat dipertimbangkan ketika metode lain, seperti shock wave lithotripsy, kurang optimal. Namun, pasien yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah, sedang hamil, atau memiliki kondisi medis tertentu tetap memerlukan evaluasi dokter terlebih dahulu sebelum menjalani prosedur.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Laser Lithotripsy

 

Operasi laser batu ginjal termasuk prosedur yang relatif aman, tetapi seperti tindakan medis lainnya, ada beberapa risiko efek samping dan komplikasi yang perlu diperhatikan.

 

Beberapa pasien mungkin akan mengalami beberapa keluhan ringan, seperti:

 

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di punggung, pinggang, atau perut bawah.

  • Nyeri atau tidak nyaman saat buang air kecil.

  • Urine tampak bercampur darah (hematuria).

 

Beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:

 

  • Iritasi atau cedera ringan pada ureter atau saluran kemih akibat alat atau fragmen batu.

  • Infeksi saluran kemih (ISK) yang dapat ditangani dengan antibiotik jika diperlukan.

  • Sumbatan saluran kemih karena fragmen baru yang belum keluar sepenuhnya.

  • Perdarahan ringan pada saluran kemih akibat alat atau fragmen batu.

 

Demikian pembahasan mengenai operasi laser batu ginjal, termasuk keunggulan dan risiko efek samping yang perlu diperhatikan. Perlu dipahami bahwa informasi ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran medis langsung dari dokter.

 

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai operasi laser batu ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh, memastikan ukuran dan lokasi batu, serta menentukan apakah laser lithotripsy atau metode lain merupakan pilihan yang paling sesuai untuk kondisi Anda.

 

Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Johns Hopkins Medicine. Lithotripsy. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Laser Lithotripsy. Diakses pada 2026 | PubMed Central. Basic and advanced technological evolution of laser lithotripsy over the past decade: An educational review by the European Society of Urotechnology Section of the European Association of Urology. Diakses pada 2026 | Healthline. Lithotripsy. Diakses pada 2026 | NHS. Treatment Kidney Stones. Diakses pada 2026 | Journal of Urological Surgery. Comparison of Shockwave Lithotripsy and Laser Ureterolithotripsy for Ureteral Stones. Diakses pada 2026 |

message

ArticleDetail