Infeksi Saluran Kemih (ISK), Ini Jenis, Penyebab, & Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Infeksi Saluran Kemih (ISK), Ini Jenis, Penyebab, & Gejalanya

23 April 2026 4 menit waktu baca
infeksi saluran kemih adalah

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi ketika organ sistem kemih, seperti ginjal, ureter, uretra, dan kandung kemih, mengalami infeksi. Perlu diketahui, fungsi saluran kemih cukup krusial yaitu menyalurkan urine untuk dibuang oleh tubuh. Apabila organ tersebut mengalami infeksi, fungsinya dapat terganggu. Mari simak informasi mengenai infeksi saluran kemih selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Infeksi Saluran Kemih (ISK)?

 

Infeksi saluran kemih adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena organ pada sistem kemih mengalami infeksi. Adapun organ yang paling sering terserang ISK adalah kandung kemih dan uretra. Saluran kemih berfungsi untuk menyimpan sekaligus mengelola urine sebelum dikeluarkan oleh tubuh. Proses ini dimulai dengan penyaringan zat sisa dalam darah oleh ginjal kemudian dikeluarkan dalam bentuk urine.

 

Selanjutnya, urine akan dialirkan dari ginjal melalui ureter menuju kandung kemih. Kemudian, urine ditampung oleh kandung kemih dan dibuang melalui saluran uretra. Apabila seseorang mengalami infeksi saluran kemih, proses pengeluaran urine oleh tubuh menjadi terhambat sehingga pembuangan urine menjadi tidak normal.

 

Jenis Infeksi Saluran Kemih

 

Berdasarkan bagian yang terinfeksi, penyakit ISK terbagi menjadi dua jenis, yaitu infeksi saluran kemih atas dan infeksi saluran kemih bawah.

 

  • Infeksi saluran kemih atas. ISK atas adalah infeksi yang terjadi pada organ sistem kemih yang terletak sebelum kandung kemih, yaitu ginjal (pielonefritis) dan ureter (ureteritis).

  • Infeksi saluran kemih bawah. ISK bawah adalah infeksi pada saluran kemih bagian bawah, seperti kandung kemih (sistitis) dan uretra (uretritis). 

 

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

 

Infeksi saluran kemih terjadi karena adanya bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra, kemudian berkembang di kandung kemih. Bakteri yang paling sering menjadi penyebab ISK adalah E. coli. Meski begitu, beberapa bakteri lain juga diketahui dapat mengakibatkan terjadinya ISK, seperti Klebsiella, Pseudomonas, dan Staphylococcus saprophyticus.

 

Bakteri-bakteri tersebut dapat masuk melalui uretra ketika seseorang buang air kecil. Bakteri akan menyebar ke atas hingga sampai pada ginjal dan kandung kemih. Apabila bakteri bertahan pada area tersebut dan terus tumbuh, maka infeksi saluran kemih bisa terjadi. Selain bakteri, ISK juga dapat dipicu oleh gangguan pada ginjal, seperti batu ginjal.

 

Gejala Infeksi Saluran Kemih

 

Pada kasus yang sering terjadi, gejala infeksi saluran kemih ditandai dengan rasa nyeri saat buang air kecil, meningkatnya frekuensi buang air kecil, dan warna urine keruh disertai darah. Kondisi ini juga menyebabkan lapisan saluran kemih mengalami peradangan (iritasi) dan menjadi merah. Selain beberapa tanda di atas, infeksi saluran kemih juga dapat disertai gejala seperti berikut:

 

  • Organ intim terasa terbakar saat buang air kecil.

  • Punggung atau perut bagian bawah terasa nyeri dan tertekan.

  • Urine berbau menyengat.

  • Urine yang keluar sedikit.

  • Merasa lelah dan gemetar.

  • Demam dan menggigil.

 

Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih

 

Infeksi saluran kemih adalah kondisi yang rentan dialami oleh wanita. Hal ini karena wanita cenderung memiliki uretra lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih mudah sampai ke kandung kemih dan ginjal. Namun, infeksi ini tetap bisa dialami oleh siapa saja. Beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih adalah sebagai berikut:

 

  • Menopause.

  • Aktif secara seksual.

  • Memiliki kelainan saluran kemih.

  • Masalah imun.

  • Menggunakan kateter.

  • Mengalami penyumbatan di saluran kemih.

 

Diagnosis Infeksi Saluran Kemih

 

Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala serta riwayat kesehatan pasien dan keluarganya. Selanjutnya, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti:

 

  • Urinalisis. Urinalisis adalah prosedur yang dilakukan dengan menganalisis sampel urine untuk mengidentifikasi sel darah merah, sel darah putih, atau bakteri.

  • Kultur urine. Prosedur ini bertujuan untuk menentukan jenis bakteri yang menginfeksi sehingga dapat diresepkan antibiotik yang tepat.

  • Tes pencitraan. Dalam prosedur tes pencitraan, dokter akan merekomendasikan USG, CT scan atau MRI guna mengamati kondisi saluran kemih.

  • Sistoskopi. Sistoskopi merupakan pemeriksaan dengan menggunakan peralatan medis khusus yang dimasukkan dari uretra untuk melihat ke dalam kandung kemih.

 

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

 

Cara mengatasi infeksi saluran kemih umumnya dilakukan dengan memberi antibiotik pada pasien. Antibiotik berguna membunuh bakteri penyebab infeksi. Antibiotik yang diresepkan oleh dokter harus dikonsumsi oleh pasien sampai habis untuk mencegah terjadinya resistensi obat.

 

Agar pengobatan infeksi saluran kemih lebih optimal, penderita juga disarankan untuk memperbanyak asupan air putih. Apabila pasien mengalami keluhan nyeri dan demam, biasanya dokter akan menyertakan resep obat untuk meredakan rasa nyeri dan penurun demam.

 

Jika gejala infeksi saluran kemih kerap kambuh, misalnya dalam tiga kali setahun, dokter akan memberikan rencana perawatan khusus, di antaranya yaitu:

 

  • Mengonsumsi antibiotik selama 1–2 hari apabila gejala kambuh.

  • Mengonsumsi antibiotik dosis rendah dalam jangka waktu lebih lama untuk mencegah kambuhnya infeksi.

 Infeksi Saluran Kemih

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

 

Selain pengobatan, upaya pencegahan ISK juga perlu dilakukan. Berikut beberapa cara untuk meminimalkan risiko terjadinya ISK:

 

  • Rutin minum air putih kurang lebih 2 liter per hari.

  • Tidak membiasakan menahan buang air kecil.

  • Menjaga kebersihan area intim.

  • Menghindari pakaian dalam yang ketat karena dapat meningkatkan kelembapan pada area tersebut.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi infeksi saluran kemih. Apabila gejala menetap, sering kambuh, atau hasil pemeriksaan masih belum memberikan kepastian, memperoleh second opinion dari dokter spesialis urologi dapat menjadi langkah yang bijak. Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion dokter spesialis

message

ArticleDetail