Fungsi Kandung Kemih dan Beberapa Gangguan Kesehatannya
Kesehatan Tubuh

Fungsi Kandung Kemih dan Beberapa Gangguan Kesehatannya

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
fungsi kandung kemih, gangguan yang dapat menyerang & cara menjaga kesehatannya

Kandung kemih memiliki peran yang krusial dalam sistem ekskresi manusia. Adapun fungsi kandung kemih adalah untuk menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. Perlu diketahui, kandung kemih adalah salah satu organ tubuh yang terletak pada perut bagian bawah dan termasuk dalam sistem perkemihan.

 

Guna menjaga fungsi kandung kemih tetap optimal, seseorang disarankan untuk minum air putih secukupnya, tidak menahan buang air kecil, hingga rutin latihan otot dasar panggul. Mari kenali ulasan lengkap mengenai fungsi kandung kemih hingga cara menjaga kesehatannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Kandung Kemih?

 

Kandung kemih merupakan salah satu bagian dari saluran kemih yang terletak pada perut bagian bawah, yaitu di area panggul dan belakang tulang pubis (tulang kelamin). Kandung kemih ini terbuat dari otot yang berbentuk menyerupai kantong atau balon.

 

Utamanya, kandung kemih berfungsi untuk menampung urine yang diproduksi oleh ginjal dengan kapasitas normal sebesar 300–500 ml. Apabila terisi oleh urine, kandung kemih akan mengembang dan berkontraksi saat sedang buang air kecil. Kandung kemih terdiri dari empat bagian utama, yaitu apex, fundus, tubuh, dan leher.

 

  • Apex, yaitu bagian atas atau puncak dari kandung kemih yang mengarah ke dinding perut.

  • Fundus, yaitu bagian dasar kandung kemih.

  • Tubuh utama, yaitu bagian utama dari kandung kemih yang berbentuk menyerupai kantong serta terletak di antara apex dan fundus.

  • Leher, yaitu saluran kecil yang menghubungkan kandung kemih dengan uretra.

 

Fungsi Kandung Kemih dalam Sistem Perkemihan

 

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fungsi kandung kemih adalah untuk menampung urine sebelum dikeluarkan dari dalam tubuh. Urine sendiri merupakan hasil penyaringan limbah dan darah di dalam tubuh yang dilakukan oleh ginjal. Urine tersebut dialirkan dari ginjal ke kandung kemih melalui ureter. Ketika telah terisi penuh oleh urine, otot-otot di dalam kandung kemih akan berkontraksi untuk mengeluarkan urine menuju uretra.

 

Penyakit yang Berkaitan dengan Fungsi Kandung Kemih

 

Ada beberapa kondisi medis yang diketahui dapat mengganggu fungsi kandung kemih dalam sistem perkemihan, di antaranya inkontinensia urine, infeksi saluran kemih, retensi urine, cystitis, hingga kanker kandung kemih. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Inkontinensia Urine

 

Inkontinensia urine merupakan kondisi medis yang ditandai dengan mengompol atau kebocoran urine secara tidak sengaja karena melemahnya otot kandung kemih dan otot dasar panggul. Kondisi ini sering kali terjadi karena kebiasaan menahan buang air kecil.

 

2. Infeksi Saluran Kemih

 

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah gangguan pada kandung kemih yang disebabkan oleh infeksi bakteri. ISK bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita karena memiliki saluran kemih yang lebih pendek dan terbuka terhadap lingkungan luar dibandingkan pria. Akibatnya, bakteri yang berasal dari vagina dan anus lebih mudah masuk dan menginfeksi saluran kemih.

 

3. Retensi Urine

 

Retensi urine merupakan gangguan fungsi kandung kemih yang membuat penderitanya kesulitan untuk mengeluarkan urine. Selain kesulitan buang air kecil, beberapa gejala umum dari retensi urine adalah sebagai berikut:

 

  • Sering ingin buang air kecil, namun volume urine yang keluar cenderung sedikit.

  • Rasa tidak puas setelah BAK.

  • Pancaran urine lemah.

  • Sensasi penuh hingga nyeri pada perut bagian bawah.

 

4. Cystitis

 

Cystitis adalah peradangan pada organ kandung kemih yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada kasus yang tergolong ringan, cystitis dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan tindakan medis. Kendati demikian, kondisi ini dapat menimbulkan nyeri yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

 

5. Kanker Kandung Kemih

 

Kanker kandung kemih merupakan kondisi tumbuhnya sel kanker pada lapisan kandung kemih. Adapun gejala umum dari kanker kandung kemih adalah sebagai berikut:

 

  • Sering BAK, terutama pada malam hari.

  • Sensasi nyeri dan terbakar saat BAK.

  • Hematuria atau munculnya darah pada urine.

  • Nafsu makan menurun.

 

Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih

 

Agar organ kandung kemih dapat berfungsi dengan optimal, penting bagi setiap individu untuk menjaga kesehatannya dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kandung kemih:

 

1. Minum Air Putih yang Cukup

 

Sebagai upaya menjaga kesehatan kandung kemih, disarankan untuk minum air putih yang cukup agar tubuh dapat memproduksi urine dengan optimal. Pasalnya, urine mampu membantu mengeluarkan bakteri jahat dari kandung kemih maupun saluran kemih lainnya.

 

2. Menjaga Kebersihan Area Genital

 

Membersihkan area genital juga penting dilakukan guna mencegah masuknya bakteri ke dalam organ intim. Bagi wanita, membersihkan area kelamin dapat dilakukan dari arah depan ke belakang untuk menghindari perpindahan bakteri pada anus ke vagina. Setelah dibersihkan, keringkan organ intim menggunakan tisu atau kain bersih agar area tersebut tidak lembap.

 

3. Hindari Duduk Terlalu Lama

 

Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan saluran kemih, seperti aliran urine melemah, sering buang air kecil di malam hari, hingga tidak sempurnanya pengosongan kandung kemih. Bagi pekerja kantoran yang harus bekerja di hadapan laptop dan duduk dalam kurun waktu lama, lakukanlah peregangan setiap 15–30 menit sekali.

 

4. Latihan Otot Dasar Panggul

 

Cara menjaga kesehatan kandung kemih yang tak kalah penting adalah dengan melakukan senam kegel secara rutin. Pasalnya, senam kegel dapat melatih kekuatan otot panggul serta mengoptimalkan fungsi kandung kemih dalam mengontrol pengeluaran urine.

 

Itulah informasi seputar fungsi kandung kemih yang penting untuk diketahui. Namun, perlu dipahami bahwa seluruh informasi yang tertulis di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Oleh karena itu, apabila Anda memiliki keluhan terkait fungsi kandung kemih, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai kemudahan akses, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

message

ArticleDetail