8 Gaya Hidup Sehat untuk Mengendalikan Kondisi Proteinuria
Kesehatan Tubuh

8 Gaya Hidup Sehat untuk Mengendalikan Kondisi Proteinuria

09 April 2026 5 menit waktu baca
gaya hidup sehat proteinuria

Ginjal merupakan organ yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan menyaring zat sisa dari darah. Ketika proses penyaringan pada ginjal terganggu, protein dapat ikut keluar melalui urine sehingga muncul kondisi yang disebut proteinuria.

 

Kondisi ini dapat menjadi tanda awal adanya gangguan pada ginjal atau bahkan masalah kesehatan lain. Karena itu, menerapkan gaya hidup sehat pada pasien dengan kondisi proteinuria menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengendalikan kondisi ini dan menjaga fungsi ginjal tetap optimal. Mari simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut.

 

Mengapa Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah atau Mengontrol Kondisi Proteinuria Penting?

 

Proteinuria tidak hanya berkaitan dengan gangguan pada ginjal, tetapi juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain di dalam tubuh. Kondisi ini sering ditemukan bersamaan dengan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan metabolik.

 

Selain sebagai tanda kerusakan ginjal, peningkatan kadar protein dalam urine juga berhubungan dengan risiko penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Oleh karena itu, pengendalian faktor risiko melalui gaya hidup sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.

 

Studi yang berjudul Healthy Lifestyle Reduces Incidence of Trace/Positive Proteinuria and Rapid Kidney Function Decline After 2 years: From the Japan Ningen Dock Study (2020) menunjukkan bahwa perubahan pola makan dan kebiasaan hidup dapat membantu menurunkan risiko munculnya proteinuria serta memperlambat penurunan fungsi ginjal. 

 

Cara Menerapkan Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah dan Mengontrol Proteinuria

 

Perubahan gaya hidup untuk membantu mengendalikan proteinuria dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, pengendalian faktor risiko metabolik, serta kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan ginjal. Berikut penjelasannya:

 

A. Pola Makan yang Mendukung Kesehatan Ginjal

 

Pola makan berperan penting dalam menjaga fungsi ginjal dan membantu mengontrol kadar protein dalam urine. Berikut ini beberapa rekomendasi pola makan yang bagus untuk kesehatan ginjal.

 

1. Mengonsumsi Protein Nabati

 

Pola makan dengan porsi protein yang seimbang penting untuk menjaga fungsi ginjal. Dalam beberapa kasus, sumber protein nabati dapat menjadi pilihan karena cenderung meringankan beban kerja ginjal dibandingkan dengan protein hewani. Salah satu sumber protein nabati yang dapat dikonsumsi adalah kedelai dan olahannya. 

 

Jurnal Diet and Proteinuria: State of Art (2022) menyebutkan bahwa konsumsi sekitar 25 gram protein kedelai per hari dapat membantu menurunkan kolesterol total, terutama kolesterol jahat (LDL), pada pasien dengan proteinuria akibat sindrom nefrotik. Namun, pada kondisi tertentu, seperti penyakit ginjal kronis, dokter mungkin menyarankan agar jumlah protein yang dikonsumsi diatur sesuai dengan kondisi setiap pasien.

 

2. Mengonsumsi Mikronutrien

 

Pola makan yang kaya serat, vitamin K, dan diet berbasis nabati dapat membantu meningkatkan kesehatan ginjal pada pasien proteinuria dengan menjaga fungsi ginjal secara keseluruhan. Selain itu, asupan kalium yang cukup dari buah dan sayuran dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga fungsi ginjal. Beberapa contoh sumber kalium yang mudah ditemukan antara lain pisang, alpukat, bayam, dan kentang.

 

3. Mengurangi Asupan Garam

 

Asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat beban kerja pembuluh darah kecil di ginjal sehingga fungsi penyaringannya terganggu. Akibatnya, protein lebih mudah keluar melalui urine. 

 

Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya kurangi konsumsi makanan tinggi garam, seperti makanan instan, makanan olahan, dan camilan asin. Sebaliknya, pilih jenis makanan segar dengan kadar garam yang lebih rendah atau masak makanan sendiri.

 

B. Mengendalikan Faktor Risiko Metabolik

 

Selain pola makan, pengendalian faktor risiko metabolik juga penting untuk membantu mengurangi dampak proteinuria. Beberapa hal yang dapat diterapkan dalam gaya hidup sehat  pada pasien dengan kondisi proteinuria meliputi:

 

1. Menjaga Berat Badan agar Tetap Ideal

 

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah, memicu resistensi insulin, serta mengganggu aliran darah ke ginjal. Hal ini dapat memperberat kerja ginjal dan meningkatkan risiko proteinuria. Oleh karena itu, menjaga berat badan tetap dalam batas sehat sesuai BMI (body mass index) penting untuk menjaga kesehatan ginjal.

 

2. Mengontrol Tekanan Darah dan Gula Darah

 

Hipertensi dan diabetes merupakan penyebab utama kerusakan ginjal. Tekanan darah tinggi dapat memberi tekanan berlebih pada pembuluh darah kecil di ginjal sehingga dapat merusak struktur penyaringan ginjal.

 

Sementara itu, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak dinding pembuluh darah dan jaringan ginjal sehingga mengganggu kemampuan ginjal untuk menyaring darah. Karena itu, mengendalikan kedua faktor tersebut adalah salah satu gaya hidup sehat yang perlu diterapkan pasien dengan kondisi proteinuria.

 

C. Menghentikan Kebiasaan Merokok

 

Kebiasaan merokok dapat berdampak buruk pada kesehatan ginjal. Zat kimia dalam rokok, seperti nikotin, karbon monoksida, dan zat kimia oksidatif lainnya, dapat merusak pembuluh darah serta mengganggu aliran darah ke ginjal. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal dan proteinuria. Karena itu, menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

 

Demikian pembahasan mengenai berbagai rekomendasi gaya hidup sehat untuk membantu mengendalikan proteinuria. Perlu dipahami bahwa informasi ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun saran medis langsung dari dokter.

 

Jika Anda mengalami proteinuria atau memiliki faktor risiko penyakit ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab proteinuria serta memberikan saran penanganan dan perubahan gaya hidup yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

 

Namun, penanganan proteinuria dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada penyebab yang mendasarinya, kondisi ginjal, dan faktor kesehatan lainnya, seperti tekanan darah atau diabetes. Tenaga medis akan menyesuaikan rencana perawatan agar tetap aman dan efektif serta membantu menjaga fungsi ginjal dalam jangka panjang.

 

Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

PubMed Central. Diet and Proteinuria: State of Art. Diakses pada 2026 | Nephrology Dialysis Transplantation. Healthy Lifestyle Reduces Incidence of Trace/Positive Proteinuria and Rapid Kidney Function Decline After 2 Years: From The Japan Ningen Dock Study. Diakses pada 2026 | Healthline. 7 Ways to Reduce Proteinuria in IgA Nephropathy. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail