5 Stadium Penyakit Ginjal Kronis dan Gejalanya
Kesehatan Tubuh

5 Stadium Penyakit Ginjal Kronis dan Gejalanya

17 April 2026 5 menit waktu baca
stadium penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis adalah kondisi ketika ginjal mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Stadium penyakit ginjal kronis terbagi menjadi stadium 1, 2, 3, 4, dan 5. Semakin tinggi stadiumnya, maka semakin tinggi pula tingkat keparahan penyakit ginjal yang dialami penderita. Mari pahami masing-masing stadium penyakit ginjal kronis melalui artikel berikut ini.

 

Mengenal 5 Stadium Penyakit Ginjal Kronis

 

Penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) adalah kerusakan ginjal, baik secara fungsional maupun struktural, yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau lebih dan bersifat progresif atau semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

 

gejala gagal ginjal kronis

 

Meski sudah mendapatkan pengobatan, kondisi ginjal dapat memburuk dan stadiumnya terus naik dari stadium 1 sampai 5. Berikut uraian tentang stadium penyakit ginjal kronis selengkapnya.

 

1. Stadium 1

 

Pada stadium 1, ginjal mengalami kerusakan yang ringan sehingga cukup mudah bagi ginjal untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Pada tahap ini, fungsi ginjal masih terjaga hingga 90% atau lebih dengan hasil tes laju filtrasi glomerulus atau eGFR (estimated glomerulus filtration rate) lebih dari 90 mL/menit/1,73m2. Penyakit ginjal kronis yang masih berada di tahap ini biasanya terdeteksi tanpa sengaja melalui tes darah atau tes urine rutin.

 

Penyakit ginjal kronis stadium 1 biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga kerap tidak disadari oleh penderitanya. Namun, ketika sudah terdiagnosis, National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease menyarankan beberapa upaya berikut ini untuk memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis:

 

  • Mengelola kadar gula darah jika memiliki diabetes.

  • Mengelola tekanan darah jika memiliki hipertensi.

  • Menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang.

  • Menghindari rokok.

  • Tidur yang cukup, yaitu 7–9 jam setiap malam.

  • Mengelola stres.

  • Melakukan aktivitas fisik selama 30 menit per hari, setidaknya 5 kali seminggu.

  • Mempertahankan berat badan ideal.

 

2. Stadium 2

 

Pada tingkat stadium penyakit ginjal kronis ini, fungsi ginjal mulai menurun, yaitu di antara 60–89% dengan hasil tes eGFR 60–89 mL/menit/1,73m2. Namun, penderita biasanya masih belum merasakan gejala atau gejalanya tidak spesifik sehingga sulit disadari. Beberapa gejala tersebut, di antaranya:

 

 

Pengobatan yang disarankan dokter untuk penyakit ginjal kronis stadium 2 adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya dan mengelola kondisi lainnya, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung. Meski tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ginjal kronis, pengobatan dini sangat penting untuk memperlambat perkembangan penyakit.

 

3. Stadium 3 

 

Stadium 3 pada penyakit ginjal kronis terbagi menjadi dua, yaitu stadium 3A dan 3B. Pada stadium 3A, nilai tes eGFR adalah 45–59 mL/menit/1,73m2. Sedangkan pada stadium 3B, nilai tes eGFR adalah 30–44 mL/menit/1,73m2. Secara umum, beberapa gejala yang mungkin muncul pada penyakit ginjal kronis stadium 3 adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri punggung.

  • Pembengkakan pada tangan dan kaki.

  • Perubahan frekuensi buang air kecil, lebih sering atau lebih jarang dari biasanya.

  • Kelelahan.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Gatal terus-menerus.

 

Pada tahap ini, dokter mungkin menyarankan penderita untuk melakukan perubahan pola makan, seperti mengurangi asupan natrium, kalsium, kalium, dan fosfor. Selain itu, perawatan untuk kondisi yang mendasarinya juga akan dilakukan. Perawatan ini bisa mencakup:

 

  • Pemberian obat tekanan darah tinggi, seperti ACE inhibitors.

  • Pemberian obat diuretik untuk meredakan retensi cairan.

  • Pemberian obat penurun kolesterol.

  • Pemberian suplemen eritropoietin untuk anemia.

  • Penghentian konsumsi beberapa obat, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

 

4. Stadium 4

 

Kerusakan ginjal pada stadium 4 berada di tingkat sedang hingga berat. Pada stadium ini, nilai eGFR adalah 15–29 mL/menit/1,73m2. Selain itu, sudah terjadi penumpukan limbah, racun, dan cairan di dalam tubuh. Penting untuk melakukan pengobatan sesegera mungkin pada tahap ini guna mencegah perkembangan gagal ginjal kronis. Adapun beberapa gejala yang ditimbulkan pada stadium 4 adalah:

 

  • Nyeri punggung.

  • Pembengkakan pada tangan dan kaki.

  • Lebih sering atau lebih jarang buang air kecil.

  • Sesak napas.

  • Nyeri dada.

  • Penurunan kesadaran.

  • Kelelahan.

  • Kram otot.

  • Kehilangan selera makan.

  • Mual dan muntah.

  • Kulit terasa gatal.

  • Gangguan tidur.

  • Penurunan berat badan.

 

Pada tahap ini, penderita harus mulai mendiskusikan dengan tenaga medis mengenai perawatan yang tepat, misalnya dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal bila sudah mengalami gagal ginjal. Selain itu, penyakit ginjal kronis stadium 4 juga dapat menyebabkan komplikasi, contohnya asidosis metabolik sehingga dokter mungkin merekomendasikan terapi penggantian bikarbonat oral.

 

5. Stadium 5 

 

Pada penyakit ginjal kronis stadium 5, kapasitas fungsi ginjal atau eGFR kurang dari 15 mL/menit/1,73m2 atau dengan kata lain penderita mengalami gagal ginjal. Jika tidak mendapatkan penanganan, penumpukan limbah dan racun yang tidak bisa disaring oleh ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal kronis hingga mengancam nyawa. Adapun beberapa gejalanya adalah:

 

  • Nyeri punggung dan dada.

  • Pembengkakan pada tangan dan kaki.

  • Sesak napas.

  • Kebingungan dan kesulitan fokus.

  • Penurunan berat badan.

  • Kelelahan.

  • Sedikit atau tidak ada nafsu makan.

  • Kedutan atau kram otot.

  • Mual atau muntah.

  • Gatal terus-menerus.

  • Sulit tidur.

  • Kelemahan hebat.

 

Pada tahap ini, telah terjadi gagal ginjal yang artinya penderita perlu menjalani transplantasi ginjal atau dialisis (cuci darah). Dialisis perlu dilakukan beberapa kali dalam seminggu secara rutin, sesuai dengan anjuran dari dokter. Terdapat dua jenis dialisis, yaitu hemodialisis dan peritoneal dialisis. Pemilihan dialisis akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

 

Itulah penjelasan mengenai stadium penyakit ginjal kronis yang perlu Anda pahami. Namun, perlu dicatat bahwa informasi di atas tidak dapat menggantikan diagnosis dari dokter. Jadi, untuk menentukan seberapa parah penyakit ginjal yang dialami, diperlukan pemeriksaan terperinci dan diagnosis yang akurat dari dokter.

 

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, mencari second opinion dapat menjadi langkah yang bijak. Tak perlu ke luar negeri, dengan adanya teknologi medis canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh tinjauan medis secara menyeluruh di Indonesia. Sehingga, perawatan kesehatan dan kenyamanan pasien dapat terjaga bersama kehadiran orang-orang terdekat tanpa perlu pergi jauh.

 

Oleh sebab itu, bila Anda mengalami keluhan yang mengarah pada ginjal, seperti nyeri pada punggung yang tak kunjung hilang disertai pembengkakan pada tangan atau kaki, segera temui Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait penyakit ginjal kronis mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Untuk memudahkan Anda mendapatkan pendapat medis kedua, hubungi layanan Siloam Medical Concierge. Dengan layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis dan akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini berstandar pelayanan internasional yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda di Siloam International Hospitals.

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

Healthline. CKD Stage. DIakses pada 2024 | Kemenkes. Gejala Penyakit GInjal Kronis Sering Tidak Terasa Tiba-Tiba Stadium 5. Diakses pada 2024 | Kidney. Stages Chronic Kidney Disease CKD. Diakses pada 2024 | Kemenkes. Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail