Transplantasi Ginjal, Solusi bagi Penderita Gagal Ginjal Stadium Akhir
Kesehatan Tubuh

Transplantasi Ginjal, Solusi bagi Penderita Gagal Ginjal Stadium Akhir

23 Juni 2025 6 menit waktu baca
transplantasi ginjal

 

Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk memindahkan ginjal sehat dari pendonor ke orang yang membutuhkan. Prosedur ini ditujukan bagi pasien gagal ginjal yang membutuhkan ginjal sehat agar tubuhnya dapat beraktivitas kembali. 

 

Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani transplantasi ginjal? Bagaimana prosesnya? Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar transplantasi ginjal, mari simak penjelasan Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH, FINASIM dan Prof.  Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K) dari Siloam Hospitals Asri pada kanal Youtube Siloam Hospitals berikut ini.

 

 

Apa itu Transplantasi Ginjal?

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, transplantasi ginjal atau cangkok ginjal adalah operasi yang dilakukan dengan memindahkan ginjal dari pendonor yang sehat ke pasien gagal ginjal yang membutuhkan.. 

 

Terdapat dua jenis transplantasi ginjal, di antaranya:

 

  • Transplantasi ginjal dari donor jenazah. Ginjal yang didonorkan berasal dari seseorang yang menjelang kematian atau dalam kondisi mati batang otak, di mana orang tersebut tidak memungkinkan untuk hidup kembali. 

  • Transplantasi ginjal dari donor hidup. Pendonor merupakan seseorang yang masih hidup dan kedua ginjalnya dalam kondisi sehat sehingga salah satunya dapat didonorkan kepada orang lain yang membutuhkan. 

 

Kapan Pasien Perlu Menjalani Transplantasi Ginjal?

 

Seseorang yang mengalami gagal ginjal dapat bertahan hidup bila menjalani terapi pengganti ginjal. Ada tiga prosedur terapi pengganti ginjal yang dapat dijalani pasien gagal ginjal, antara lain cuci darah lewat mesin (hemodialysis), cuci darah lewat rongga perut (peritoneal dialysis), dan transplantasi ginjal. 

 

Dari ketiga prosedur tersebut, transplantasi ginjal merupakan prosedur yang terbaik bagi pasien karena dapat mengatasi semua komplikasi akibat gagal ginjal. Perlu diingat bahwa transplantasi ginjal biasanya dilakukan ketika pasien sudah mengalami gagal ginjal stadium 5. 

 

Persiapan Pasien Gagal Ginjal Sebelum Menjalani Transplantasi Ginjal

 

Sebenarnya pada tahap gagal ginjal stadium 4, pasien sudah mulai dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan bahwa kondisinya mungkin memerlukan transplantasi ginjal. Dokter akan memberikan edukasi mengenai perkembangan penyakit apabila telah menuju stadium 5, di mana transplantasi ginjal mungkin menjadi pilihan utama untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah menurun drastis.

 

Transplantasi ginjal memerlukan persiapan, yaitu melalui berbagai pemeriksaan kesehatan yang perlu dijalani oleh pasien, seperti pemeriksaan jantung, paru-paru, saluran pencernaan, gigi, telinga, hidung, tenggorok (THT), dan kandungan (bagi pasien wanita). Pemeriksaan-pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kondisi pasien siap menjalani operasi dan pasien dapat hidup normal setelah transplantasi ginjal.

 

Persiapan Pendonor dan Penerima Donor Sebelum Prosedur Transplantasi Ginjal

Setelah pasien dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani transplantasi ginjal, pendonor dan penerima donor akan melalui serangkaian persiapan sebelum menjalani transplantasi ginjal. Tahapan persiapan transplantasi ginjal adalah sebagai berikut:

 

1. Transplant coordinator berkomunikasi dengan pendonor dan penerima donor

 

Ketika penderita telah diputuskan dapat menjalani transplantasi ginjal dan memiliki pendonor, transplant coordinator bertugas untuk memastikan bahwa penerima donor dan pendonor telah sepakat untuk menjalani serangkaian prosedur pembedahan.

 

2. Tim advokasi memastikan komitmen pendonor

 

Tim advokasi akan berkomunikasi dengan pendonor untuk memastikan bahwa pendonor akan mendonorkan ginjalnya secara sukarela, tidak ada unsur jual beli, dan tidak ada keterpaksaan. 

 

3. Pendonor menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan

 

Pendonor akan menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan yang lebih mendetail apabila telah dinyatakan lolos dalam beberapa aspek, yaitu aspek medikolegal, etikolegal, psikiatri, dan psikologi. 

 

4. Pemeriksaan CT scan dan tes ureum kreatinin

 

Pendonor dan penerima donor akan menjalani pemeriksaan CT scan untuk memeriksa kondisi pembuluh darah. Apabila dari hasil pemeriksaan CT scan tidak ditemukan masalah, dapat dilanjutkan dengan tes ureum kreatinin.

 

Pada tes ureum kreatinin, akan dilakukan perhitungan estimated glomerular filtration rate (EGFR). Syarat untuk menjadi pendonor ginjal adalah memiliki nilai EGFR di atas 80. Setelah itu, sampel darah pendonor dan penerima donor akan diuji kecocokan atau kesesuaiannya (cross match), 

 

Jika hasil tes dinyatakan cocok, proses persiapan transplantasi dapat dilanjutkan. Namun, jika tingkat kecocokan sangat rendah, ada dua kemungkinan; kecocokan yang tidak terlalu jelek dapat dilakukan pemberian obat terlebih dahulu untuk dilihat kembali perkembangannya. Sementara itu, kecocokan yang sangat buruk tidak akan dilanjutkan prosesnya.

 

Prosedur Transplantasi Ginjal

 

Operasi transplantasi ginjal menggunakan metode laparoskopi retroperitoneal untuk mengambil ginjal pendonor. Dengan metode ini, dokter hanya perlu membuat sayatan kecil (sekitar 1 cm) sebanyak tiga buah sayatan di perut. 

 

Metode laparoskopi retroperitoneal memungkinkan dokter untuk mengakses ginjal tanpa perlu melalui usus sehingga lebih aman. Dokter akan melakukan operasi dengan melihat bagian dalam rongga perut melalui layar.

 

Sebelum ginjal pendonor diangkat, dokter akan terlebih dahulu mempersiapkan lokasi untuk menempatkan ginjal pendonor di dalam tubuh penerima donor. Dokter akan membuat sayatan pada perut bagian depan, kemudian dokter akan mencari pembuluh darah arteri dan vena yang sesuai untuk dihubungkan dengan ginjal donor. Setelah semua persiapan penempatan ginjal selesai, maka berikutnya dapat dilakukan pengangkatan ginjal donor.

 

Ginjal donor yang telah diangkat akan dibersihkan terlebih dahulu dengan cairan khusus. Proses pembersihan ini dinamakan flushing, yang bertujuan untuk menghilangkan semua darah yang masih tersisa di dalam ginjal donor. Ginjal donor yang sudah bersih disiapkan untuk ditempatkan dalam tubuh penerima donor.

Pascaprosedur Transplantasi Ginjal

 

Setelah operasi transplantasi ginjal selesai, pasien akan dirawat di ruang ICU selama sekitar 1–2 hari untuk memastikan ginjal yang baru tidak mengalami kekurangan darah atau cairan. Oleh karena itu, pemberian infus akan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

 

Pascaoperasi transplantasi ginjal pun juga meliputi monitoring pada pasien yang dilakukan secara bertahap. Biasanya monitoring berlangsung selama 6–7 hari, setelah itu pasien mungkin dapat diperbolehkan pulang. 

 

Selain itu, pasien transplantasi ginjal perlu mengonsumsi obat imunosupresan guna mencegah ginjal ditolak atau terjadi penolakan organ pada tubuh penerima. Konsumsi obat ini dimulai sejak masa perawatan di rumah sakit dengan pemberian obat suntik, kemudian dilanjutkan dengan obat minum (oral) setelah pasien pulang. 

 

Ada tiga jenis obat minum yang perlu dikonsumsi oleh pasien dan dosisnya akan disesuaikan secara bertahap berdasarkan kondisi pasien. Jenis obatnya pun mungkin dapat dikurangi seiring waktu, misalnya dari tiga jenis obat menjadi dua atau satu jenis saja. 

 

Selain itu, dosis obat pun mungkin juga bisa dikurangi menjadi lebih sedikit. Namun, perlu diingat bahwa pasien harus mengonsumsi obat ini seumur hidup untuk mencegah penolakan ginjal oleh tubuh.

 

Jadwal kontrol pun akan disesuaikan. Awalnya pasien akan diperiksa setiap minggu satu kali selama dua bulan pertama. Kemudian, frekuensi pemeriksaan akan dikurangi menjadi dua minggu sekali, sebulan sekali, tiga bulan sekali, enam bulan sekali, hingga akhirnya satu tahun sekali. 

 

Penting untuk diketahui bahwa prosedur transplantasi ginjal akan direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani terapi ini.

 

Jadi, jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gagal ginjal dan ingin mendapatkan pelayanan transplantasi ginjal, segera konsultasikan hal tersebut ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi  di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan yang tepat.

 

Lebih lanjut, Anda juga dapat mengunjungi Siloam Hospitals Asri sebagai pusat unggulan penanganan berbagai macam masalah kesehatan yang berkaitan dengan urologi dan nefrologi di Siloam Hospitals Group.

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, MMR., SpPD.,FINASIM.,AIFO-K

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail