Jenis-Jenis Penyakit pada Ginjal yang Harus Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

Jenis-Jenis Penyakit pada Ginjal yang Harus Diwaspadai

25 Juli 2025 5 menit waktu baca
penyakit pada ginjal

 

Ginjal memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan tubuh. Karena itu, penting untuk mewaspadai berbagai jenis penyakit ginjal. Jika tidak ditangani dengan tepat atau terlambat mendapatkan penanganan, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih serius. Lantas, apa saja macam-macam penyakit ginjal yang perlu diwaspadai? Simak pembahasan selengkapnya dalam artikel berikut.

 

Jenis-Jenis Penyakit pada Ginjal yang Perlu Diwaspadai

 

Ginjal adalah salah satu organ vital di dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk menyaring darah dan kemudian mengeluarkannya dalam bentuk urine. Selain itu, ginjal juga berperan dalam mengatur produksi sel darah merah, menjaga kekuatan tulang, serta mengontrol tekanan darah, pH darah, dan kadar elektrolit agar tetap stabil.

 

Penyakit pada ginjal dapat menyebabkan fungsi ginjal terganggu sehingga zat-zat berbahaya yang seharusnya disaring justru menumpuk di dalam tubuh. Berikut adalah uraian mengenai jenis-jenis penyakit ginjal yang perlu diwaspadai.

 

1. Infeksi Ginjal

 

Infeksi ginjal (pyelonephritis) adalah gangguan pada ginjal yang sering kali terjadi akibat infeksi bakteri. Infeksi tersebut mulanya berasal dari kandung kemih atau saluran kemih. Perpindahan bakteri menuju ginjal dapat terjadi bila ada sumbatan pada saluran kemih atau infeksi saluran kemih tidak diobati.

 

Gejala utama infeksi ginjal adalah rasa nyeri pada pinggang atau punggung. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami demam, lemas, mual, nyeri saat buang air kecil, dan urine berdarah atau bernanah. 

 

2. Batu Ginjal

 

Salah satu jenis penyakit pada ginjal yang paling sering terjadi adalah batu ginjal. Munculnya batu di dalam ginjal disebabkan oleh tumpukan zat tertentu yang memicu endapan hingga membentuk gumpalan keras seperti batu atau kristal. Zat-zat tersebut biasanya berupa asam urat, kalsium, dan oksalat.

 

Bila batu berukuran kecil, penderita biasanya tidak mengeluhkan gejala apa pun. Gejala baru terasa jika ukuran batu ginjal sudah membesar dan melukai dinding saluran kemih atau menyumbat saluran kemih. Gejala yang muncul dapat berupa nyeri saat buang air kecil dan perubahan warna urine menjadi gelap (terkadang seperti teh).

 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit batu ginjal adalah riwayat batu ginjal pada keluarga, kurang minum air putih, terlalu sering mengonsumsi makanan yang asin dan manis, serta memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti infeksi saluran kemih (ISK).

 

3. Gagal Ginjal Kronis dan Akut

 

Gagal ginjal kronis adalah kondisi ketika fungsi ginjal mengalami penurunan secara bertahap, umumnya berlangsung selama 3 bulan atau lebih. Kondisi ini sering kali dipicu oleh penyakit tertentu, seperti diabetes tipe 1 dan 2, hipertensi (tekanan darah tinggi), infeksi ginjal, serta penyakit autoimun.

 

Sementara itu, gagal ginjal akut adalah gagal ginjal yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh dehidrasi berat, sepsis, perdarahan hebat, cedera pada ginjal, atau terjadinya sumbatan pada saluran kemih sehingga cairan mengalir kembali ke ginjal.

 

Adapun beberapa gejala gagal ginjal kronis adalah pembengkakan di kaki, sesak napas, lemas, pucat, gatal-gatal, mual, kram otot, hilangnya nafsu makan, dan sulit tidur. Sedangkan, gejala umum gagal ginjal akut di antaranya pembengkakan di kaki, lebih jarang buang air kecil, sesak napas, pingsan, hingga kejang.

 

4. Nefropati Diabetik

 

Nefropati diabetik adalah penyakit pada ginjal yang merupakan salah satu komplikasi diabetes. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka panjang. Nefropati diabetik dapat memicu gejala berupa pembengkakan (edema) pada tungkai, lengan, dan wajah, penurunan berat badan, urine berbusa, gatal-gatal, dan tubuh terasa lemas.

 

Penyakit ini umumnya tidak dapat disembuhkan, namun dokter dapat melakukan perawatan agar gejalanya tidak semakin parah serta mencegah timbulnya komplikasi lain. Dokter biasanya menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat pengontrol tekanan darah dan gula darah, diet rendah garam, serta terapi cuci darah atau hemodialisis bila diperlukan.

 

5. Tumor Ginjal

 

Jenis penyakit pada ginjal berikutnya adalah tumor ginjal. Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di dalam ginjal yang memicu timbulnya benjolan. Tumor yang berukuran kecil umumnya bersifat jinak. Sedangkan, tumor yang berukuran besar sering kali bersifat ganas dan bisa berkembang menjadi kanker ginjal.

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab tumor ginjal. Akan tetapi, terdapat sejumlah faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko munculnya tumor pada ginjal, seperti riwayat tumor ginjal pada keluarga, pola makan yang tidak sehat, kebiasaan merokok dan minum alkohol, hingga riwayat penyakit pada ginjal.

 

6. Sindrom Nefritik

 

Sindrom nefritik merupakan penyakit pada ginjal yang disebabkan oleh peradangan di glomerulus (bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah) akibat infeksi, gangguan autoimun, atau kelainan genetik. Beberapa gejala sindrom nefritik yaitu demam, tekanan darah tinggi, nyeri perut, urine berdarah (hematuria), serta edema (bengkak) pada kaki, lengan, dan mata akibat penumpukan cairan.

 

7. Sindrom Nefrotik

 

Berbeda dengan sindrom nefritik yang disebabkan oleh adanya peradangan pada glomerulus, sindrom nefrotik terjadi akibat adanya kebocoran pada glomerulus. Akibatnya, terdapat banyak protein di dalam urine. Kondisi ini sering dikaitkan dengan beberapa penyakit, seperti lupus, infeksi, dan diabetes. Adapun beberapa gejala yang dapat disebabkan oleh penyakit ini adalah edema (bengkak) pada mata, lengan, dan kaki, urine berbusa, serta kehilangan nafsu makan.

 

8. Penyakit Ginjal Polikistik

 

Penyakit ginjal polikistik adalah penyakit pada ginjal yang berkembang secara perlahan dalam waktu yang lama. Kondisi ini ditandai dengan munculnya banyak kista di dalam ginjal sehingga mengubah ukuran dan fungsi ginjal. Penyakit ginjal ini umumnya disebabkan oleh kelainan genetik atau cacat pada gen yang diturunkan dari orang tua.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Apabila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada gangguan ginjal, seperti nyeri saat buang air kecil dan urine berbusa atau bahkan berdarah, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal dan Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, mengingat hal tersebut bergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan tersebut telah sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Ginjal yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail