Pola Hidup Sehat
Dehidrasi - Penyebab, Gejala, Bahaya, & Cara Mengatasinya

Table of Contents
Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan cairan atau jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada cairan yang masuk. Kondisi ini membutuhkan penanganan dengan segera karena berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang lebih serius.
Perlu diketahui, cairan di dalam tubuh memiliki peran penting dalam membantu sistem pencernaan, mengeluarkan racun dari tubuh, menjaga suhu normal, dan sebagai pelumas sendi. Lantas, bagaimana tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai? Simak informasinya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Dehidrasi?
Dehidrasi adalah kondisi ketika seseorang kehilangan atau kekurangan cairan tubuh secara berlebih. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya asupan cairan tubuh atau pengeluaran cairan secara berlebihan akibat muntah atau diare. Berkurangnya cairan tubuh dalam jumlah banyak akibat dehidrasi dapat memengaruhi kadar mineral, garam, dan gula dalam darah.
Kondisi ini berpotensi mengganggu fungsi organ tubuh dan menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera mendapatkan penanganan dengan tepat. Meski dapat terjadi pada siapa saja, dehidrasi lebih sering dialami oleh bayi, anak-anak, dan lansia. Data statistik internasional Medscape mendata setidaknya ada 4 juta bayi dan anak-anak yang meninggal setiap tahunnya akibat dehidrasi yang disebabkan oleh diare.
Penyebab Dehidrasi
Pada dasarnya, cairan tubuh akan dikeluarkan melalui keringat dan urine. Maka dari itu, seseorang disarankan untuk segera mengganti cairan tersebut guna mencegah terjadinya dehidrasi. Bahkan, hal-hal sederhana seperti lupa minum karena terlalu sibuk beraktivitas pun dapat memicu terjadinya dehidrasi.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi adalah sebagai berikut:
-
Diare, yaitu gangguan pencernaan yang menyebabkan frekuensi BAB meningkat dan membuat cairan tubuh terbuang bersama feses.
-
Berkeringat berlebihan (hiperhidrosis).
-
Menderita penyakit tertentu, seperti sariawan atau radang tenggorokan yang membuat penderitanya kesulitan minum.
-
Demam, kondisi ini menyebabkan tubuh banyak berkeringat.
-
Luka bakar, kulit yang rusak akibat luka bakar kehilangan kemampuannya untuk menahan kadar air.
Gejala Dehidrasi
Beberapa gejala dehidrasi pada anak-anak dan orang dewasa di antaranya:
-
Merasa haus.
-
Mulut dan kulit kering.
-
Frekuensi buang air kecil menurun.
-
Urine berwarna lebih gelap dan berbau lebih kuat.
Sementara itu, tanda-tanda dehidrasi pada bayi adalah:
-
Popok tetap kering setelah beberapa jam.
-
Mulut dan lidah kering.
-
Tidak keluar air mata atau hanya sedikit saat menangis.
-
Wajah terlihat lebih pucat dan tubuhnya lemas.
-
Rewel dan mudah menangis.
-
Mata tampak cekung.
Diagnosis Dehidrasi
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan organ vital, seperti detak jantung dan tekanan darah. Detak jantung yang tidak beraturan merupakan salah satu tanda dehidrasi.
Apabila diperlukan, dokter akan menyarankan pasien menjalani tes darah untuk mengukur kadar elektrolit dalam darah. Dokter juga akan melakukan urinalisis atau tes darah untuk mendeteksi ketidakseimbangan elektrolit. Jika warna lebih pekat, artinya tubuh kekurangan asupan cairan.
Cara Mengatasi Dehidrasi
Cara mengatasi dehidrasi berbeda-beda, tergantung dari usia, tingkat keparahan, dan penyebab yang mendasarinya. Pada kondisi dehidrasi ringan hingga sedang, dokter biasanya memberikan cairan rehidrasi oral, seperti oralit. Cairan ini mengandung air, gula, dan garam untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
Sementara itu, bagi pengidap dehidrasi berat disarankan menjalani perawatan di rumah sakit untuk mengembalikan cairan tubuh melalui intravena (infus). Dengan cara ini, penggantian cairan dan elektrolit akan semakin cepat. Cara ini juga dilakukan apabila asupan melalui mulut dan saluran cerna tidak memungkinkan.
Bahaya Dehidrasi bagi Tubuh
Saat tubuh kekurangan cairan, maka volume dan tekanan darah juga akan menurun. Akibatnya, organ penting di dalam tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Kondisi ini dapat menyebabkan syok hipovolemik (kondisi darurat akibat hilangnya cairan tubuh).
Jika tidak segera ditangani, syok hipovolemik dapat menyebabkan kondisi yang lebih fatal, seperti:
-
Asidosis laktat.
-
Kerusakan organ.
-
Kematian.
Beberapa komplikasi lain karena ketidakseimbangan elektrolit akibat dehidrasi adalah sebagai berikut:
-
Alkalosis metabolik.
-
Terganggunya kadar mineral dalam darah.
Cara Mencegah Dehidrasi
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, dehidrasi adalah kondisi yang perlu segera ditangani karena berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Oleh karena itu, pastikan untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air sesuai anjuran atau minimal dua liter per hari. Selain itu, terapkan juga beberapa cara berikut ini:
-
Jika sedang demam, pastikan mengonsumsi banyak cairan, terlebih jika mengalami gejala muntah dan diare.
-
Penuhi cairan yang diperlukan di sela olahraga atau aktivitas berat di luar rumah.
-
Ketika berada di tempat yang panas, gunakan pakaian yang nyaman, berbahan tipis, dan memiliki sirkulasi udara yang baik seperti pakaian berbahan katun.
Penting untuk diingat bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan gejala yang tertera pada artikel ini juga dapat merujuk pada kondisi medis lainnya, tidak terbatas pada dehidrasi. Apabila Anda mengalami gejala serupa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Umum di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







