Syok Hipovolemik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Syok Hipovolemik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

04 Juni 2025 5 menit waktu baca
syok hipovolemik

Hypovolemic shock atau syok hipovolemik adalah kondisi ketika tubuh kehilangan banyak darah atau cairan dalam jumlah besar, sehingga jantung tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat medis yang berisiko menyebabkan kerusakan organ hingga mengancam nyawa, sehingga penting untuk menanganinya sesegera mungkin. Mari pahami lebih lanjut mengenai hypovolemic shock dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Syok Hipovolemik?

 

Hypovolemic shock adalah kondisi gawat darurat berupa ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Kondisi ini umumnya ditandai dengan penurunan tekanan darah, penurunan suhu tubuh, serta denyut nadi yang cepat namun terasa lemah.

 

Syok hipovolemik dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu hemoragik dan nonhemoragik. Syok hemoragik disebabkan oleh perdarahan, sedangkan syok nonhemoragik terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Secara umum, syok hemoragik dapat dibedakan menjadi empat tingkatan, yaitu:

 

  • Tingkat 1: Terjadi ketika tubuh kehilangan <15% darah (sekitar 750 ml). Pada tahap ini, tekanan darah, laju napas, dan detak jantung masih tergolong normal.

  • Tingkat 2: Tubuh kehilangan 15–30% darah (sekitar 750–1500 ml). Akibatnya, tekanan darah masih tergolong normal, detak jantung mulai meningkat, dan laju pernapasan menjadi lebih cepat.

  • Tingkat 3: Tubuh kehilangan 31–40% darah (sekitar 1500–2000 ml), sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah, peningkatan detak jantung, dan laju pernapasan menjadi semakin cepat. Tubuh juga tidak bisa menghasilkan banyak urine seperti biasanya.

  • Tingkat 4: Tubuh kehilangan >40% darah (>2000 ml). Pada tingkatan 4, tekanan darah menjadi sangat rendah dan detak jantung cenderung sangat cepat. Kondisi ini juga menyebabkan tubuh mengeluarkan urine sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

 

Penyebab Syok Hipovolemik

 

Syok hipovolemik terjadi ketika jantung tidak bisa memompa darah yang dibutuhkan tubuh karena kehilangan banyak volume darah akibat perdarahan hebat. Adapun beberapa kondisi yang kerap menyebabkan perdarahan hebat dan memicu terjadinya syok hemoragik adalah:

 

  • Luka robek yang luas.

  • Pecahnya aneurisma aorta.

  • Perdarahan setelah melahirkan.

  • Kehamilan ektopik.

  • Hemothorax (perdarahan di dalam rongga dada).

  • Solusio plasenta.

  • Perdarahan pada saluran pencernaan.

  • Cedera atau trauma berat yang merusak organ dalam tubuh, seperti ginjal, hati, atau limpa.

 

Selain itu, syok hipovolemik nonhemoragik juga bisa muncul saat tubuh kehilangan banyak cairan setelah mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

 

  • Diare.

  • Muntah-muntah.

  • Luka bakar.

  • Berkeringat secara berlebihan.

  • Mengalami luka bakar yang luas.

  • Poliuria (kondisi ketika seseorang buang air kecil secara berlebihan).

  • Gagal ginjal akut.

  • Penyakit yang bisa menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh, seperti pankreatitis akut, gagal jantung, sirosis hati, sindrom nefrotik (kerusakan pada ginjal yang menyebabkan kadar protein di dalam urine meningkat.), serta obstruksi (penyumbatan) usus.

 

Di sisi lain, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini adalah sebagai berikut:

 

  • Faktor usia. Meski bisa dialami oleh siapa saja, risiko terjadinya syok hipovolemik dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

  • Menderita penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti aneurisma aorta.

  • Menderita gangguan pada saluran pencernaan, seperti ulkus duodenum.

  • Sedang mengonsumsi obat diuretik.

  • Mengalami cedera atau trauma karena kondisi tertentu, seperti kecelakaan lalu lintas, terjatuh dari ketinggian, tertusuk benda tajam, dan sebagainya.

 

Gejala Syok Hipovolemik

 

Syok hipovolemik dapat menimbulkan gejala sistemik yang bisa berdampak pada seluruh bagian tubuh. Gejalanya juga bisa memburuk ketika volume cairan di dalam tubuh terus menurun secara signifikan. Berikut beberapa gejala yang dapat dialami pasien dengan syok hipovolemik:

 

  • Kulit pucat dan dingin.

  • Mulai merasa haus.

  • Mulut kering.

  • Keringat dingin.

  • Cemas dan gelisah.

  • Perubahan kondisi atau status mental.

  • Denyut jantung meningkat.

  • Laju pernapasan lebih cepat.

  • Penurunan tekanan darah.

  • Penurunan volume dan frekuensi buang air kecil.

 

Diagnosis Syok Hipovolemik

 

Jika pasien datang dengan kondisi sudah mengalami penurunan kesadaran, dokter akan segera melakukan pemeriksaan frekuensi napas, denyut nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk melihat apakah saluran pernapasan dalam keadaan yang baik dan tidak terhalang oleh sesuatu.

 

Seraya melakukan pemeriksaan, dokter dapat memberikan penanganan awal dengan resusitasi cairan agar kondisi pasien menjadi lebih stabil. Dokter juga dapat melakukan wawancara medis atau anamnesis dengan keluarga atau orang yang membawa pasien ke rumah sakit mengenai kejadian yang dialami oleh pasien.

 

Lalu, untuk membantu memastikan penyebab yang mendasari syok hipovolemik, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya:

 

 

Pengobatan Syok Hipovolemik

 

Apabila berada di sekitar orang yang mengalami perdarahan hebat akibat cedera, segera hubungi ambulans guna memperoleh penanganan medis yang tepat. Sembari menunggu datangnya bantuan medis, terdapat beberapa upaya pertolongan pertama syok hipovolemik yang perlu dilakukan, di antaranya:

 

  • Memosisikan tubuh penderita di permukaan yang rata dan mengangkat kakinya dengan tinggi sekitar 30 cm.

  • Tidak mengubah posisi penderita ketika terdapat cedera di area kepala, leher, punggung, atau kaki, kecuali jika penderita berada di dalam bahaya, misalnya berada di dekat benda yang mudah meledak.

  • Tidak memberikan cairan apa pun ke dalam mulut penderita.

  • Tidak mencabut benda yang menancap di tubuh penderita, seperti pecahan kaca atau pisau, untuk menghindari perdarahan yang semakin memburuk.

  • Menekan titik perdarahan dengan kain atau handuk bersih. Lalu, ikat kain dan handuk tersebut pada area perdarahan.

  • Menyelimuti tubuh penderita untuk mencegah hipotermia.

  • Menstabilkan bagian leher penderita sebelum memindahkannya ke dalam ambulans atau alat transportasi lain.

 

Kemudian, setelah sampai di instalasi gawat darurat (IGD), dokter dapat menangani penderita syok hipovolemik dengan beberapa tindakan medis berikut ini:

 

  • Memasang alat bantu napas dan memberikan oksigen tambahan.

  • Memberikan cairan infus atau transfusi darah dengan tujuan untuk mengembalikan tekanan darah, nadi, dan perfusi organ secara optimal.

  • Operasi darurat untuk menghentikan perdarahan yang berada di luar maupun di dalam tubuh.

  • Memberikan obat vasoaktif tertentu sesuai indikasi. Obat vasoaktif adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan perfusi jaringan dan organ. 

 

Komplikasi Syok Hipovolemik

 

Syok hipovolemik yang tidak segera ditangani dengan tepat bisa menyebabkan kadar darah dan cairan di dalam tubuh terus berkurang secara signifikan. Hal tersebut perlu diwaspadai karena berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Multiple organ failure (kerusakan beberapa organ dalam tubuh), seperti ginjal atau otak.

  • Hipoksia (penurunan kadar oksigen di dalam tubuh).

  • Gangrene atau kematian jaringan, terutama di area lengan dan tungkai.

  • Serangan jantung.

  • Kematian.

 

Pencegahan Syok Hipovolemik

 

Pencegahan syok hipovolemik dapat dilakukan dengan segera menangani kondisi yang menyebabkan terjadinya perdarahan hebat dan kekurangan cairan tubuh. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya kondisi ini, yaitu:

 

  • Memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi akibat diare atau muntah-muntah yang parah.

  • Menggunakan sabuk pengaman, helm, atau alat keselamatan lainnya ketika berkendara maupun melakukan aktivitas tertentu yang berisiko menyebabkan cedera.

  • Memeriksakan diri ke dokter apabila menderita gangguan pencernaan atau masalah kardiovaskular.

  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan guna deteksi dini kondisi atau penyakit yang berisiko menyebabkan syok hipovolemik.

 

Syok hipovolemik adalah kondisi darurat medis yang perlu segera ditangani dengan tepat agar tidak berakibat fatal. Jika Anda menemukan seseorang yang dicurigai mengalami gejala syok hipovolemik, sebaiknya segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals guna memperoleh tindakan medis yang tepat.

 

Untuk memudahkan Anda dalam mengakses layanan kesehatan, Anda juga bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur untuk mencari informasi jadwal praktik, membuat janji temu dengan dokter, hingga antre secara online.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail