Apa itu Gangrene? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Gangrene? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

07 November 2025 5 menit waktu baca
Apa itu Gangrene? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents

Gangrene adalah kematian jaringan tubuh yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah atau infeksi bakteri. Beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya gangrene adalah infeksi bakteri, cedera, atau masalah kesehatan tertentu. Umumnya, gangrene terjadi pada bagian ujung tubuh, seperti jari kaki atau tangan.

 

Gangrene adalah masalah kesehatan yang serius karena berisiko menyebabkan sepsis hingga cacat permanen akibat amputasi. Karena itu, penting untuk mewaspadai penyebab serta gejala gangrene agar dapat ditangani sejak dini.

 

Mari kenali penyebab, gejala, hingga penanganan gangrene selengkapnya melalui ulasan berikut ini.

 

Apa itu Gangrene?

 

Gangrene adalah kondisi medis berupa matinya jaringan tubuh karena tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Beberapa bagian tubuh yang kerap mengalami gangrene adalah jari tangan, jari kaki, otot, dan organ dalam.

 

Umumnya, gangrene menjadi komplikasi dari gangguan kesehatan yang berkaitan dengan aliran darah, seperti diabetes dan aterosklerosis. Selain itu, gangrene juga bisa dipicu oleh infeksi bakteri ataupun luka yang bersifat traumatis.

 

Jenis Gangrene

 

Gangrene dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu gangrene basah, gangrene kering, gangrene gas, gangrene internal, gangrene Fournier, dan gangrene Meleney.

 

1. Gangrene Kering

 

Gangrene kering merupakan kematian jaringan yang ditandai dengan kulit kering, berkerut, serta berubah warna menjadi hitam atau cokelat keunguan. Gangrene kering kerap dialami oleh penderita diabetes atau aterosklerosis.

 

2. Gangrene Basah

 

Gangrene basah adalah kematian jaringan yang dipicu oleh infeksi bakteri sehingga menyebabkan kulit membengkak, melepuh, serta berair. Jenis gangrene ini bisa menyebar dengan mudah dan cepat sehingga perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin karena berisiko menyebabkan sepsis.

 

3. Gangrene Gas

 

Gangrene gas adalah jenis gangrene yang terjadi pada jaringan otot tubuh. Pada tahap awal, gangrene gas cenderung tidak menimbulkan gejala tertentu. Saat kondisi sudah semakin memburuk, gangrene gas akan ditandai dengan kulit pucat, bengkak, dan berubah warna menjadi merah keunguan.

 

Penyebab utama gangrene gas adalah infeksi bakteri Clostridium perfringens yang masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Bila tidak segera ditangani, bakteri Clostridium perfringens akan memproduksi racun yang mengeluarkan gas dan memicu kematian jaringan di dalam tubuh.

 

4. Gangrene Internal

 

Gangrene internal adalah jenis gangrene yang menyerang satu atau lebih organ dalam tubuh, seperti usus halus, usus besar, atau kantong empedu. Hal ini dapat terjadi apabila aliran darah menuju organ tersebut terhambat. Jika tidak segera ditangani, gangrene internal berisiko mengancam nyawa.

 

5. Gangrene Fournier

 

Gangrene Fournier adalah jenis gangrene yang terjadi pada organ intim. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada pria.

 

6. Gangrene Meleney

 

Gangrene meleney atau gangrene sinergis bakteri progresif merupakan komplikasi operasi yang tergolong langka. Kondisi ini ditandai dengan nyeri pada luka bekas operasi yang tidak kunjung menghilang selama 1 hingga 2 minggu pascaoperasi.

 

Penyebab Gangrene

 

Tiga faktor utama yang menjadi pemicu penyakit gangrene adalah kekurangan aliran darah, infeksi, dan cedera serius. Berikut masing-masing penjelasannya.

  • Kekurangan aliran darah. Darah berfungsi untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila kekurangan aliran darah, kondisi tersebut dapat menyebabkan matinya sel-sel pada jaringan tubuh yang terdampak.
  • Infeksi. Infeksi bakteri yang tidak ditangani dengan segera juga dapat memicu penyakit gangrene.
  • Cedera serius. Luka terbuka pada tubuh, seperti luka bakar atau luka tembakan, dapat menjadi jalur masuknya bakteri yang menyebabkan gangrene.

 

Di samping itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangrene adalah sebagai berikut:

  • Mengidap diabetes.
  • Mengidap penyakit pembuluh darah, seperti aterosklerosis dan gangguan penggumpalan darah.
  • Pernah menjalani prosedur operasi atau cedera yang menyebabkan trauma pada kulit.
  • Mengidap obesitas. Berat badan berlebih berisiko menekan arteri sehingga menyebabkan terganggunya aliran darah di dalam tubuh.
  • Kebiasaan merokok.
  • Menjalani perawatan medis yang dapat memengaruhi kekebalan tubuh, seperti kemoterapi, radioterapi, atau konsumsi obat imunosupresan.

 

Gejala Gangrene

 

Gangrene adalah kematian jaringan yang dapat terjadi pada kulit luar maupun organ dalam tubuh. Apabila terjadi pada kulit, sejumlah gejala umum dari gangrene adalah sebagai berikut:

  • Perubahan warna pada kulit, seperti pucat, biru, ungu, merah, atau hitam.
  • Membengkaknya bagian tubuh yang terdampak.
  • Kulit terasa dingin dan mati rasa saat disentuh.
  • Luka terasa nyeri dan mengeluarkan bau busuk.

 

Sementara itu, gangrene yang terjadi pada organ dalam tubuh dapat menimbulkan gejala seperti berikut:

  • Demam.
  • Lemas.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Penurunan kesadaran.
  • Sesak napas.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).

 

Penanganan Gangrene

 

Sejumlah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk menangani gangrene adalah sebagai berikut:

 

Pemberian Obat-Obatan

 

Dokter akan meresepkan obat antibiotik apabila gangrene disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat penurun demam atau pereda nyeri untuk meredakan gejala yang dialami oleh pasien.

 

Prosedur Operasi

 

Prosedur operasi yang dilakukan untuk menangani gangrene cenderung beragam menyesuaikan dengan jenis serta tingkat keparahannya. Namun, sejumlah prosedur operasi yang umum dilakukan untuk menangani gangrene adalah:

  • Debridement. Debridement adalah salah satu cara mengatasi gangrene kering dengan mengangkat jaringan yang telah mati dan terinfeksi. Selain itu, prosedur ini juga dilakukan untuk memperbaiki pembuluh darah yang terhambat.
  • Pencangkokan kulit, yaitu dengan menanamkan kulit sehat pada bagian kulit yang terserang gangrene. Prosedur ini akan dilakukan apabila aliran darah pada bagian yang mengalami gangrene telah kembali lancar.
  • Amputasi. Jika kematian jaringan sudah parah, dokter akan memotong bagian tubuh yang terdampak untuk mencegah penyebaran gangrene pada bagian tubuh lainnya.

 

Terapi Oksigen Hiperbarik

 

Terapi oksigen hiperbarik merupakan tindakan medis dengan meningkatkan kadar oksigen di dalam darah. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk menangani gangrene basah.

 

Pencegahan Gangrene

 

Pada dasarnya, gangrene dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri serta mengobati penyakit yang diderita. Adapun sejumlah cara mencegah gangrene adalah:

  • Penderita diabetes dianjurkan untuk mengontrol kadar gula darah dan melakukan perawatan secara rutin.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok.
  • Membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun.

 

Bila Anda mengeluhkan gejala seperti penjelasan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan penanganan tepat dari dokter terkait.


Gunakan fitur Telekonsultasi untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-teguh-dwi-nugroho-spb-

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Teguh Dwi Nugroho, SpB, Subsp BVE (K)

Bedah Vaskular

Spesialis Bedah Subspesialis Vaskuler


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-andre-grahana-baskara-saharui-spb-subsp-bve-k

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Andre Grahana Baskara Saharui, SpB, SubSp BVE (K), AIFO-K

Bedah Vaskular

Spesialis Bedah Subspesialis Vaskuler


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-david-tua-pardamean-spbsubbve

Kunjungi Rumah Sakit

dr. David Tua Pardamean, SpB.SubBVE

Bedah Vaskular

Spesialis Bedah Subspesialis Vaskuler


Siloam Hospitals Bangka Belitung

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail